Tak Ada yang Tak Mungkin Selama Masih Mau Berusaha

berhasil

 

Ini adalah sebuah kisah nyata dari seorang kawan yang harus putus sekolah karena keadaan ekonomi keluarganya, namun kini ia mampu mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Sebut saja namanya Nino. Ia adalah anak ke 3 dari 7 bersaudara. Dua kakaknya sedang menimba ilmu di perguruan tinggi, dan ke empat adiknya masih duduk di bangku SMP dan SD. Sementara dirinya adalah siswa SMA kelas 2. Kedua orang tuanya hanya bekerja sebagai penjual makanan ringan. Penghasilannya pun tak seberapa. Sehingga untuk membiayai pendidikan Nino dan saudara-saudaranya, terpaksa mereka harus menjual sedikit demi sedikit harta yang mereka punya. Termasuk tanah warisan orang tuanya.

Namun ternyata semua yang dilakukan orang tua Nino belum bisa menutupi biaya pendidikan yang cukup tinggi. Hingga akhirnya mereka meminjam uang di bank dengan jaminan rumah yang ditinggali sekarang. Keadaan ekonomi keluarganya semakin sulit, makanpun mereka hanya alakadarnya. Pinjaman-pinjaman uangpun semakin menumpuk, Nino tak dapat membayangkan bagaimana orang tuanya bisa melunasi hutang sebanyak itu. Hal tersebut membuat Nino berpikir untuk berhenti sekolah dan mencari pekerjaan untuk membantu melunasi hutang-hutang orang tuanya. Ia tidak mau menambah beban orang tuanya.

Benar saja, Nino akhirnya menyudahi sekolahnya. Namun Nino melarang kakaknya mengikuti langkah yang diambilnya. Ia mencoba pergi ke Ibukota untuk mengadu nasib. Ia ingin bekerja. Tak lama berada di Ibukota ia sudah mendapat pekerjaan. Menjadi tukang kebun di salah satu Universitas swasta.

Gaji perbulan yang diperoleh tak begitu besar, cukup untuk makan dan membayar uang kontrakan selama sebulan dengan sedikit sisa untuk ditabung. Namun yang luar biasa, ia sungguh mampu berpikir kritis. Ia mampu menangkap dan memanfaatkan peluang usaha yang ada di lingkungannya. Ia memanfaatkan peluang itu sebagai jalan untuk mendapat uang tambahan. Sembari menjalani profesinya sebagai tukang kebun, Nino berjualan pulsa dan servis hp. Begitu gigih dan uletnya ia menjalani pekerjaannya itu.

Dari penghasilannya itu, ia mampu membantu menutupi hutang- hutang orang tuanya. Bahkan sekarang ia bisa membeli sebuah sepeda motor idamannya. Tidak hanya itu, ia mengikuti kejar paket agar memiliki ijazah SMA dan sekarang Nino bisa kuliah seperti kedua kakaknya dengan biaya dari penghasilannya sendiri.

Sungguh tak disangka. Seorang kawan yang putus sekolah, yang dulunya tak mungkin mengenyam pendidikan perguruan tinggi, ternyata dengan kedewasaan, kegigihan, keuletan serta kekritisannya itu kini ia mampu memperoleh apa yang diimpi- impikan. Maka dari itu kawan, kita harus selalu berpikir positif. Jangan melihat pada keadaan dan kemampuan kita, tapi lihatlah impian dan kemauan kita karena tak ada yang tak mungkin selama kita masih mau berusaha. Jangan takut bermimpi karena mimpi-mimpi adalah awal dari keberhasilan kita.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s