Terlambat Satu Bulan

hamil

 

Euis menyambut suaminya (si Kabayan) pulang kantor dengan senyum mesra.

“Kang aku sudah telat satu bulan, kita akan punya bayi,” kata Euis.

“Tapi karena baru tadi aku test ke dokter, jangan kasih tau siapapun ya, entar malu kalau nggak jadi.”

Besok paginya ada tukang tagih listrik mengetok pintu. Setelah dibukakan si tukang tagih bilang,

“Ibu terlambat satu bulan..”

“Hah, kok tau ?” sahut Euis.

“Ini ada di catatan kami..”

“Haaah.. Masa sampai ada dicatatan kamu ?”

Besok paginya Kabayan ke kantor pembayaran listrik dan marah-marah.

“Bagaimana ini, kok bisa tau istri saya terlambat satu bulan ?”

“Sabar, sabar pak.. Kalau bapak ingin catatan itu dihapus, tinggal bayar saja..”

“Wah.. Pemerasan nih,” pikir Kabayan

“Lalu kalau saya nekat nggak mau bayar ?” tantang Kabayan

“Punya bapak saya putus..!!!” jawab sang petugas.

“Wah.. kalau punya saya diputus, istri saya di rumah pakai apa ?”

“Yaaa.. Istri bapak kan bisa pakai lilin..”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s