Hari yang Mendung untuk Jiwa yang Cerah

08 Juli 2010

 

Tema hari ini, “Hari yang Mendung untuk Jiwa yang Cerah”. Soalnya hari ini saya dan teman-teman sedang bahagia (gak terlalu bahagia jua yah), tapi harinya mendung, sampai hujan juga.

02:00
Uh, malam tadi gak bisa tidur, mungkin karena kemarin udah tidur lama banget. Nonton ovj, terus nonton acara yang membongkar rahasia sulap tu. Terus berita malam. Oh, ya.. Siang kemarin aku surfing, terus ketemu ma artikel si Paul, Gurita peramal asal Jerman itu lo. Yang sudah tepat meramal pertandingan Jerman sebelumnya di Piala Dunia ini. Uh, mengecewakan, Paul meramal bahwa Spayol yang akan menang dalam pertandingan pagi nanti. Dalam berita malam yang saya tonton itu pun ada si Paul yang mengambil makanan di kotak yang berbendera Spanyol (sakit hatiku, haa). Setelah nonton berita, nonton Bola Mania. Sekitar jam 2 kurang gitu, ayah bangun sementara aku masih gak bisa tidur. Ya pada saat pertandingan di mulai, mata ayah melek, sedangkan aku tertidur (capek-capek begadang, haa). Pada saat mata terbuka. Benar saja, pada waktu corner kick oleh Spanyol. Gawang Jerman yang dijaga oleh Neuer dibobol oleh heading Puyol. Ah, malang nasibmu Jerman. Sampai akhir pertandingan skor tetap Jerman 0 : 1 Spayol. Ah, jagoanku kalah. Ayo Jerman, minimal bisa jadi Juara 3. Setelah goal itu aku langsung tidur lagi. Gak mau liat kekalahan Jerman (padahal emang ngantuk, alasan aja ya, haa)

10:00
Ya, jam 10 pagi baru bangun dari tidur yang panjang. Setelah bangun, langsung main ps. Main Harvest Moon, (tau gak?? haa) itu lo, yang ceritanya kita jadi seorang laki-laki yang hidup di sebuah desa. Dia meneruskan kakeknya yang sudah meninggal. Sebagai seorang petani dan peternak.

13:06
Sekitar jam satu siang, entah kenapa dalam hati ingin untuk menggunting rambut yang berantakan ini. Ya sudahlah, aku gunting. Mau ke salon gak punya uang. Ya aku minta ayahku untuk menggunting rambutku (gak enak kedengarannya yah, lebih tepatnya cukur rambut, haa). Namanya juga ayahku yang potong, jadi sesuka ayahku. Dia potong rambutku sampai sangat tipis.

15:15
Mati lampu deh. Ah, gak asyik ah, pln gak asyik. Padahal lagi rame main ps. Main bola. Gak lama kemudian teman kirim sms,
“Jam 4 kita berangkat”
Terus aku balas,
“Bagaimana kalo ke Gunung Kayangan?”
Terus dia balas lagi,
“Kalo ke Gunung Kayangan, Lisa gak bisa.”
Ya udah, terpaksa cuma keliling-keliling Pelaihari.

16:04
Ya, sekitar jam 4 lewat. Aku berangkat kerumah temanku, Dini. Sementara Lisa udah nunggu di rumah Dini. Rute kali ini adalah dari Kijang Mas Permai ke Sarang Halang ke Parit ke arah Kantor Polisi lalu ke Tugu ke Perintis ke Beramban ke Matah, eh ternyata malah Lisa ngajak nongkrong di Danau Matah tu. Kata orang Pelaihari bilang, Danau My Heart, haa. Ya, cukup lama kami berbincang-bincang di danau itu. Ternyata Dini digigit nyamuk, terus dia ngajak balik. Oh ya, kami pergi cuma bertiga, Lisa ma Dini, terus aku sendirian. Yah, kami teruskan perjalanan ke arah MAN 1 Pelaihari, lalu keluar dari dari Matah ke arah Puskesmas Pelaihari, terus menuju Pasar Lama, belok ke arah Tugu, mentok hingga Bundaran Kantor Polisi, belok kiri arah ke Angsau, mentok lagi hingga Bundaran angsau, belok kanan sampai di sebuah warung gorengan di Angsau (kalau orang Pelaihari, pasti tau donk? haa). Ya, makan gorengan deh di warung tu. Gak beberapa lama, ada si Tiger (Madan) ma si Lebbay (Faisal) yang lewat. Ya kami suruh mampir. Mereka pun ikut makan gorengan. Ya, selesai makan, eh Lisa yang mau traktir, katanya lagi dapat rezeki, haa. Thanks ya Lisa. Ya udah, pulang deh. Madan dan Faisal mau ke rumah Fiqri melalui jalan menuju Pom Bensin Angsau, sedangkan aku, Lisa dan Dini menuju arah MTsN 1 Pelaihari untuk balik ke Kijang Mas Permai, ngantar Dini. Eh, dimuka MTsN 1 Pelaihari hujan mulai turun. Tapi kami tetap melanjutkan perjalanan. Sampai dimuka SMAN 1 Pelaihari, hujan makin lebat. Tapi tanggung, sebentar lagi sampai. Ya, sudah sampai di rumah Dini, kami langsung pamit untuk pulang. Hujan belum reda. Tapi setelah lewat dari MTsN 1 Pelaihari, gak ada hujan. Kami berpisah dibundaran Pom Bensin Angsau. Aku langsung melaju kencang. Hampir-hampir aku kepeleset di Bundaran Kantor Polisi. Untuk tidak terjatuh, walaupun kaki saya sedikit lecet pada sisi jempol kaki (maaf ya bagi teman yang berada di luar Pelaihari mungkin gak terlalu paham dengan cerita ini, kalo bisa sih cari peta Pelaihari dulu, hee. Ngerepotin aja yah).

19:41
Setelah selesai shalat maghrib, saya langsung nonton tv. Eh, pada saat sekitar jam 7 lewat 40 menit gitu, listrik mati. Siang mati, malam mati. Ada acara apa sebenarnya pln ne sih? Kali aja ada acara, Kembali ke Zaman Dahulu. Merasakan kehidupan Zaman dahulu tanpa listrik. Kayak puasa yang merasakan kehidupan orang yang sulit untuk mencari makan. Saat menulis diary ne, masih dalam keadaan mati lampu. Ya, sempat terpotong saat aku masukkan kendaraan, dan nutup toko dimuka rumah. Setelah itu aku lanjutin lagi nulis ne. Eh, terpotong lagi karena ada telepon dari teman. Mulai siang tadi dia mau nelpon, tapi aku sibuk terus. Yah, malam dia coba lagi, dan kebetulan aku lagi santai sambil nulis. Lagian juga mati lampu, daripada gak ada teman ngobrol. Dia bawa berita gembira. Aku sangat ingin berbagi berita gembira ini. Tapi katanya jangan, tolong dirahasiakan. Ya udah. Mau posting dulu ah, sekalian post artikel yang berisi tentang bersin tu. Met malam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s