Surat Idola

Entah apa yang ada dalam benakku. Aku pun bingung. Waktu ospek, kan disuruh bikin surat untuk kakak idola. Apa yang sebenarnya aku rasakan, semuanya campur aduk jadi satu. Ada perasaan takut dihukum, mata udah ngantuk, dan lainnya. Dan beginilah hasil perasaan campur aduk itu…

Assalamualaikum Wr. Wb.

Sebelum membaca surat ini, saya beritahukan agar kakak jangan terlalu serius untuk membacanya, karena surat ini adalah surat yang saya buat secara terpaksa, daripada saya disuruh nyanyi keong racun. Semoga dengan adanya surat ini bisa sedikit menghibur kakak yang lagi stress dengan masalah kuliah, organisasi, maupun masalah pribadi. Langsung saja ya.

Kesan pertamaku terhadap kakak. Kakak cantik sih, hitam manis juga, baik juga. Itu pun cukup untuk membuat kakak menjadi nominasi kakak idolaku. Sebenarnya cukup sulit untuk menentukan siapa yang ingin saya jadikan sebagai kakak idola. Orang pertama ialah ka Fuad, selain berasal dari kabupaten yang sama, ka Fuad juga baik saat membimbing P2B Fakultas. Yang kedua adalah ka Serli, sama dari Pelaihari, satu sekolah pula. Udah lama sih tau ma ka Serli, tapi gak terlalu kenal.

Dan yang beruntung menjadi pilihan saya adalah ka Selvia yang gak jelas asal-usulnya. Dibandingkan dengan ka Fuad, sebenarnya saya lebih memilih ka Fuad. Tapi kayaknya ka Fuad udah kebanjiran fans. Jadi milih ka Selvia aja, nambah-nambahin koleksi surat kakak aja.

Udah dulu ya kak, saya udah ngantuk neh. Besok harus bangun sahur lagi. Dan harus cukup istirahat buat orientasi besok. Semoga suksek kak. Hidup ka Selvia!! Hidup ka Selvia!! Hidup!!

Salam,
Haris

surat

 

Zzzz
“Bangun woy!!”
“Kamu tadi ngapain Har? Dongeng kan.”
“Itu tadi surat, kampet!!!!!”

Nah, itulah karya otakku yang dibawah standar ini. Nggak punya kreatifitas sama sekali, haa. Menurut aku, itu juga bukan surat, tapi pidato. Pidato di hutan belantara. Dan menurut kabar burung, banyak pohon-pohon mati akibat mendengar pidato tersebut. Hewan-hewan pun banyak memilih untuk bunuh diri daripada mendengar pidato tersebut. Dan yang terakhir, burung yang membawa berita pun dikabarkan mati beberapa saat setelah menyampaikan kabar.

One thought on “Surat Idola

  1. Ping-balik: PENANGANAN DAN CARA MENGARSIP SURAT – Prani Mardika Mairu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s