Pria Kesepian jadi Pembantu yang Kangen Rumah

Aku kesepian. Pria yang kesepiaaan. Udah beberapa hari dilalui hanya sebatang kara. Teman satu kost belum masuk kuliah, jadi dia masih santai di Pelaihari. Sementara aku? Mulai hari Kamis (16/09) sudah masuk kuliah. Tapi sayang, kuliah perdana gue dihancurkan oleh dosen yang gak masuk. Aku pria yang kesepian. Semenjak Selasa (14/09) aku sampai di kota yang selalu jadi bahan pembicaraan orang se-Kalimantan Selatan. Cuma beberapa hari berada di tempat yang membesarkan aku, Pelaihari dan tempat dimana aku dilahirkan, Barabai. Dan aku akan menjalani kehidupan baru di kota asing, Banjarmasin. Aku pria yang kesepian. Mulai Selasa (14/09) sampai Sabtu (18/09) aku bakal sendirian. Persedian telur cuma tinggal 2 butir. Persedian mie udah gak ada. Sementara yang masih banyak cuma persedian beras, tanah didepan rumah beserta batunya (buat appa?). Teman satu rumah aku baru datang hari Minggu (19/09) soalnya dia kuliah hari Senin (20/09). Tepat hari itu pula ada 4 orang anak yang nginap di rumah, katanya mau ospek di UNISKA Banjarmasin. Nah, bakal rame deh. Aku gak bakal jadi pria kesepian lagi. Tapi bakal jadi pembantu tanpa gaji (baca:budak). Aku harus masak makanan. Aku harus cuci piring. Aku harus mandi’in mereka. Aku harus ganti popok mereka. Eh, yang 2 terakhir gak perlu dilakukan. Nah, aku nantikan hari itu. Dimana ada 6 orang yang tinggal dalam 1 rumah yang mempunyai 2 kamar. Eh, tapi persedian telur aku habis. Satu lagi, persediaan minyak goreng cuma beberapa tetes. Rencananya aku mau balik ke Pelaihari hari Sabtu (18/09) abis pulang kuliah. Buat minta persedian ma emak. Dan tepat hari Minggu (19/09) mantan gue ultah, kali aja ada acara makan-makan. Jadi aku bisa gabung di Pelaihari.

Eh, kan aku sendirian. Aku utak atik tu tv. Gak ada acara yang bermutu. Eh ketemu Naruto. Gue jadi kangen rumah. Kalo di rumah gue selalu rebutan tv ama adek. Adek gak suka nonton Naruto. Aku selalu kalah kalo rebutan. Aku pegang remote, dia pegang tombol di receiver (matrix kek, digital kek, yah apalah namanya). Dia tutup tuh receiver dengan kotak kaset. Jadi remote yang ku pegang jadi gak berfungsi. Sialan. Tapi disini?? Aku bisa se-enaknya dan gak ada yang ganggu. Malah gak rame. Aku kangen rumah. Aku kangen emak. Aku kangen bapa. Aku kangen Ida. Mata gue berkaca-kaca hampir mengeluarkan air mata saat nonton Naruto. Pas banget waktu gue nulis ne, back sound nya Doa Untuk Ibu by Ungu. Pokoknya aku pengen pulang Sabtu nanti.

Apa lagi yang mau ditulis yah?? Kayaknya tadi banyak deh. Tapi lupa-lupa ingat neh. Ya udah. Ntar aja deh. Bye

2

2 thoughts on “Pria Kesepian jadi Pembantu yang Kangen Rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s