Insomnia Yang Menulis

Ah. Tumben sunyi?? Kok hening?? Padahal di rumah ada 7 manusia. Pintu kamar gue masih terbuka. Sehingga gue bisa langsung liat ke ruang tengah, lampu yang terang disana masih nyala. Mata gue langsung tertuju pada jam dinding yang selalu berbunyi tak tik tak tik tak tik, jarum jam yang membentuk sudut kurang dari 30 derajat (gak bisa nulis yang pangkat o tu, maklum). Masih pukul 02.15. Oh ya. Gue amnesia insomnia. Gue masih di tempat tidur yang masih hangat ini. Gak lama ada lagu The Catalyst by Linkin Park yang berbunyi secara otomatis tepat disebelah kepala gue. Oh, ternyata hp gue menerima 1 pesan baru. Gue buka, malah keluar tulisan-tulisan yang gak jelas, gue coba baca lagi, agak jelas. Sekali lagi, cukup jelas.
“Huaaaaaaaaaaaaaaa???????????????? Br slesai shalat isya! Uhhhhhhhhh syukur z tbangunn gr2 smalm t klaphan so lngsng ketidran ,,,,,,,,,,, “
Gue ketik pilihan lalu balas. Gue balas dengan tulisan yang gak jelas juga
“aduuh.. kcau jua tu..
kd tahajud kh??
haa”
Dia balas lagi, makin gak jelas.
“Slajur,,,,,,,,,,,, td q tahajud ua????? Tp ttp z melmbtkan smbhyng ,,,,,uh?????? Knapa mlam td q smpe tagurengn ua,,,hu,,, eh ap kam d ulah ,tumbn sbuh dh bngun”
Gue balas lagi.
“kd tau jua.. ku td tbangun.. tp aku udah shalat isya smalam :p
km ne nruti aku trus.. aku tbangun, umpt juaa.. kd lwas aku tbangun, ada sms masuk”
Dan seterusnya, balas-balasan atau yang sering kita sebut sms’an. Kenapa sih harus begini? Gue terbangundimalamyangsunyisenyap, dia juga terbangundimalamyangsunyisenyap. Gue gakbisatidurlagi, dia juga gakbisatidurlagi. Gue kelaparandimalamyangsunyisenyap, dia juga kelaparandimalamyangsunyisenyap. Itu baru kejadian dimalamyangsunyisenyap ini. Belum yang kemarin-kemarin, seperti gue suka nasigoreng, dia juga suka nasigoreng. Belum lagi besok-besok, mungkin gue suka ngupil, dia juga suka ngupil (ah, gak mungkin lah, gue kan gak jorok). Gue benci dengan kejadian ini, mengingatkan gue akan masa lalu gue yang suram. Masa lalu yang harusnya gak bakal ada di otak gue lagi, tapi gue gak bisa menghapusnya. Masa lalu yang harusnya gue buang, tapi tak ada tempat yang cocok untuk membuangnya. Masa lalu yang harusnya gue bakar, tapi tak ada korek yang mampu membakarnya. Terpaksa gue simpan lagi. Gue suka Justin Bieber, dia juga suka Justin Bieber. Gue selalu memfavoritkan German pada saat Piala Dunia, dia juga memfavoritkan German pada saat Piala Dunia. Gue pake N70, dia juga pake N70. Gue dulu kelas XG, dia juga kelas XG (untung sekarang dia kelas XI IPA3, bukan IPA2 kayak gue). Dan masih banyak lagi yang lainnya yang gak bisa gue jelasin satu persatu. Ok. Lupakan yang itu. Kita kembali ke cerita. Gue lapar. Yang ada cuma mie dan nasi. Terpaksa gue cuma makan itu doank. Kadang sesekali teman yang nginap terbangun dan liat jam, dan langsung tidur lagi. Gue gak tau apa yang terjadi, mungkin dia dihipnotis oleh jam dinding yang gue beli dengan harga Rp.17.000,- itu. Gue kasihan melihat mereka, seakan-akan mereka adalah korban banjir yang lagi ngungsi. Ah, gue tetap ngelanjutin untuk masak mie. Ah, udah banyak yang pada bangun. Gue jadi gak bisa konsen nulis lagi. Bye all. Oh ya. Gue gak bisa ngasih foto untuk tulisan kali ini. Gak sempat foto mereka yang lagi tidur pulsa pulas. Masalah judul, emang aneh judulnya. Kalo gue gak insomnia, gue gak bisa nulis, haa

2 thoughts on “Insomnia Yang Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s