Remaja Baru Kuliah

Gue bingung ne mau nulis tentang apa. Gak dapat ide yang menarik. Mau nulis tentang orang, nanti orangnya marah, haa. Ya udah, nulis tentang diri sendiri yang bodoh dan berpikiran cetek ini. Gue mulai yah. Kemarin-kemarin dosen udah mulai masuk. Aljabar, kita harus mulai beradaptasi dengan banyaknya x dan y yang bakal ada dikertas-kertas dalam buku. Trigonometri, benar-benar pelajaran yang cukup membuat gue yang punya pemikiran cetek ini harus dapat memahami pelajaran ini, dan membutuhkan waktu yang lama untuk memahaminya. Terus ada Ilmu Alamiah Dasar (IAD), gue yang sebenarnya malas untuk bikin makalah-makalah itu malah dipertemukan dengan pelajaran. Yang mengharuskan kita untuk harus cari buku di perpustakaan, cari artikel-artikel di internet. Oh ya, tugas IAD gue aja belum gue kerjakan, malah nulis yang kagak penting ini. Kalo aja ada yang mau ngerjakan tugas gue, hee. Tapi gak bakal ada. Nah, itu adalah beberapa pembukaan di awal kuliah gue. Gue menantikan adanya libur panjang lagi.

Nah. Gue kan kemarin ikutan acara “Motivation training for FKIP” yang dilaksanakan di aula rektorat lantai 3 UNLAM. Cukup memberi gue beberapa pengetahuan. Kata-kata trainer yang masih gue ingat.
Remaja adalah
1. Bukan anak-anak.
2. Bukan orang dewasa.
3. Bukan kakek-kakek or nenek-nekek.
4. Bukan monyet.
Remaja adalah yang bukan diatas. Tepat, gue sepertinya sedang merasakan hal itu. Hari ini hari Minggu, tapi gue gak lagi diam di depan di tv hampir setengah hari cuma memelototin gambar cartoon yang bergerak itu. Gue gak mau kamar gue yang baru ini kayak kamar gue yang lama, banyak coretan yang gak berguna, seperti gambaran anak TK. Terus ada poster Sasuke tertempel di dinding bagian atas. Upil tertempel di bagian bawah. Sampah di bawah ranjang. Pokoknya kamar gue yang baru harus bersih dan rapi. Gue lebih suka tiduran di kamar sambil dengar radio. Terus gue gak suka ribet kayak orang dewasa, gue mau santai-santai aja, dengan ada beberapa masalah kecil yang membumbuinya. Masalah barang, gue gak pikun kayak kakek-kakek or nenek-nenek. Tapi kalo masalah pelajaran, jangan ditanya, haa. Gue bukan monyet yang kerjaannya gelantungan dipohon, terus nyuri pisangnya pak tani, buang kulit pisangnya sembarangan, terus kalo udah kenyang kembali lagi ke habitatnya dan tiduran. Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Tapi kalo dipikir-pikir lagi. Gue punya pendapat lain. Remaja adalah gabungan dari masa anak-anak dan masa dewasa. Gue masih pengen kayak anak-anak yang bisa senang-senang tanpa beban. Tapi bukan senang-senang kayak guling-guling di pasir, tapi rekreasi ke tempat yang berpasir alias pantai, atau ke tempat rekreasi lainnya tanpa memikirkan pelajaran yang cukup mengikat otak walau cuma sejenak melupakannya. Gue pengen kayak orang dewasa, punya kerjaan, punya uang, punya rumah sendiri, punya mobil sendiri, punya banyak teman kerja. Gue harus bisa menggapai langit-langit kamar gue. Gue gak bakal bisa menggapai bintang dilangit. Gue gak perlu jadi dokter, polisi, bahkan presiden. Jadi guru pun gue udah bangga. Semoga bakat dari kakek gue ini, benar-benar ada pada gue. Talk less, Do more. Be yourself.

bajuremajagak lagi pake baju kaos oblong yang dikenakan anak-anak, belajar untuk menjadi remaja dengan mencoba baju kemeja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s