Manusia yang Boros dan Berantakan Pengen Jadi Guru Matematika

Ahh. Cukup boros. Tau-tau 2 hari udah keluar Rp200.000,- (ah, ketahuan loe beli togel). Gue mau hemat, hemaat. Udah beberapa hari terakhir, dosen masuk terus. Dan lagi-lagi ngasih tugas yang lumayan sulit untuk gue kerjakan (kok gak nyambung?? biarin deh). Hah. Andai ini cuma terjadi satu tahun, eh satu bulan aja. Dan akhirnya bulan depan gue bisa jadi guru. Ngajar anak murid. Sementara murid lagi ngerjakan tugas yang gue beri, gue malah online di meja guru. Persis kayak guru seni musik gue waktu di SMA. Guru muda, yang kerjaan dikelas cuma cuap-cuap gak karuan. Sementara dia lagi chat. Sering juga gue chat ama dia kalo lagi di kelas. Yah, lumayan nambah-nambahin nilai, haa. Bulan depan gue jadi guru juga, guru matematika. Gue cuma ngasih tugas yang lumayan sulit, terus gue online. Terus gue tunjuk anak yang gugup, gue suruh ngerjakan dimuka, gue online lagi. Ah, loe ngayal kejauhan Har. Udah ah. Kembali ke cerita. Gue boros. Padahal makanan kayak biasa, nasi bersama telur, kadang disertai mie dan kerupuk. Terus apa yang menyebabkan gue boros?? Ah. Rahasia gue.

Nah. Semuanya berantakan. Sepatu ada dikamar (emank gue sembunyikan sepatu yang bersih). Buku di rak buku. Baju di lemari. Beberapa pakaian lainnya juga gelantungan dibelakang pintu. Tas di bangku. Nah. Terus apa yang berantakan?? Ya, ya. Kertas-kertas berserakan di meja belajar. Kadang ada plastik yang tak dikenal juga nebeng dimeja. Kosmetik berantakan. Buku-buku ada di bawah bangku. Boxer disebelah tas yang terletak di bangku. Pakaian campur aduk dilantai. Ranjang gue berantakan, kayak baru aja ada babi yang lagi ngamuk dikamar gue. Dan gue liat keluar kamar. Ternyata lebih parah lagi. Tempat sampah di dekat rice cooker. Ada tanah gak karuan di dekat sepatu yang terletak di pojok ruangan. Kosmetik berdiri sendiri di pinggir jendela. Meliat keluar jendela, kayak melihat tong sampah yang ada di kampus. Ok. Lowongan kerja dibuka. Dicari pembantu yang merangkap sebagai koki untuk rumah gue. Tak ada syarat khusus, kecuali biaya pendaftaran Rp.50.000,-. Anda akan dapat gaji tetap. Akan dibayar perhari, Rp.3.000,- per hari. Pilihan kedua, jadi pembantu untuk kamar gue. Tapi bayarannya agak kecik, Rp.1.000,- per hari. Berminat?? Segera hubungi RT terdekat (untuk bikin KTP).

Hujan masih belum reda. Gue jadi malas kuliah.

kamarberantakanmeja belajar gue sungguh acak-acakan, untung gak ada boxer bekas yang menumpuk disana


ruangtengahberantakankayaknya lebih parah meja belajar gue yah. haa

2 thoughts on “Manusia yang Boros dan Berantakan Pengen Jadi Guru Matematika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s