Amburadul, Gue Gila

Minggu, 10 Oktober 2010. Gue masih ikut acara jalan santai bersama yuasa. Gue gak tau apa yang gue rasakan sekarang. Gue kangen mamah di Pelaihari. Gue hanya bisa merenungkannya. Gue gak bisa pulang hari ini, maaf mah. Gue janji, kalo gue keluar dari UNLAM, gue bakal berusaha membalas jasamu.

Hari ini panas banget. Gue gak bisa menjerit kepanasan. Gue pengen menjerit kedinginan, tapi semuanya bakal menganggap gue gila. Semua cairan dalam tubuh kayaknya udah menguap. Gak ada yang dapat membuat hati ini lebih dingan. Gue hanya bisa membayangkan gue sedang berada di dalam sebuah kulkas.

Semuanya jadi berantakan kalo bahas masalah cinta. Gue benci cinta. Gue gak suka cinta. Tapi suatu saat gue bisa jadi suka ma cinta. Gue jadi cinta ma cinta (Laura). Dimanakan sahabatku yang dulu?? Sahabat sesungguhnya. Yang mengutakaman persahabatan daripada cinta. Sahabat nomor 1. Friendship is number one.

Mata gue berkaca-kaca. Gue kangen mamah. Gue menundukkan kepala sejenak. Serasa mamah ada di dekat gue. Gue hanya bisa berdoa agar mamah baik-baik saja disana.

Gue juga rindu ma sahabat gue. Sungguh beda. Gue hanya bisa berharap, mereka adalah reinkarnasi sahabat gue. Subtitusi sahabat gue. Sahabat yang sama. Tidak ada yang pintar, tidak ada yang bodoh. Semuanya cuma suka jalan. Selalu mendahulukan kepentingan kelompok. Kapan saat-saat itu kembali lagi? Kapan gue bentuk gank baru? Gue berada dalam keterpurukan. Gue hanya bisa berharap. Gue berharap. Sangat berharap. Semuanya bisa baik. Permasalahan bisa diselesaikan.

Au.. Jari gue sakit. Tertusuk duri. Sebagian tertinggal dalam daging. I need minyak angin. Uhh. Gue hanya bisa berharap agar gue segera pulang dan tidur. Siapa yang bisa nganter gue pulang? Ah, gak bakal ada. Gue sendiri disini. Sebatang kara. Tanpa ada yang menemani. Tak ada yang peduli. Satu-satunya orang yang selalu membuat gue tertawa hanya Fikri. Dan sekarang gue udah dapat reinkarnasinya, yaitu Gilang dari prodi Sejarah. Tapi gue gak bisa bersamanya setiap saat. Kapan saat gue ceria setiap saat? Gue jadi ingat waktu gue kelas 3 SMA. Gue duduk disamping Fikri. Selalu tertawa saat bersamanya. Gue kagum dengannya. Guru menjelaskan pelajaran, kami hanya online dengan HP masing-masing. Anehnya kami tetap paham apa yang dijelaskan oleh guru.

Hari ini tanggal 10 bulan 10 tahun 2010. 101010. Gue pengen ada yang spesial hari ini. Misalnya ketimpa uang 10 juta. Atau gue dimutilasi jadi 10 bagian. Gue hanya bisa berharap sesuatu yang special itu tidak mengecewakan gue.

Mata gue sakit. Jari gue sakit. Hati gue kesepian. Otak gue berantakan. Apakah ada yang bisa membuatku jadi 100% lagi? Membuatku jadi gila lagi? Semuanya hanya harapan kosong yang tak berarti. Lagi-lagi GUE PRIA YANG KESEPIAN. TANPA SAHABAT YANG MENEMANI

Amburadul. Gue gak bisa berpikir jernih

Gue mau ke mesjid. Kali aja pikiran gue bisa tenang.

One thought on “Amburadul, Gue Gila

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s