Tiada Guna Lagi

Tiada guna lagi mengharapmu untuk kumiliki
Takkan ada lagi kesempatanku untuk kembali
Seluruh cintaku, segenggam maafku
Takkan mungkin bisa menggantikan salahkurepvblik

Bagaimana lagi bila itu yang harus terjadi
Dengan besar hati kan ku terima semua ini
Kau buat diriku terbunuh cintamu
Apalah dayaku, ini memang salahku

Akankah terulang kembali
Masa-masa kita yang dulu ada
Ku akui memang kusalah
Tak berada di dekatmu disaat kau rindu

Tiada Guna Lagi by Repvblik.

Lagu itu adalah lagu favorit aku saat ini. Entah kenapa lagu itu sangat nyindir aku. Tiada guna lagi mengharapkannya. Saatnya cari yang lain.

Seandainya kau tau, ku tak ingin kau pergi. Tapi apa daya. Semuanya telah terjadi. Ya Sudahlah. Aku cuma berpesan jaga selalu hatimu. Kamu pasti bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku. Aku hanya seorang manusia bodoh. Aku ingat kata-kata yang sering aku pasang di profil dulu, “I just a bad man who doesn’t deserve to be loved”.

Ahh, aneh. Wita merajuk. Benar nggak yah? Aku nggak tau itu beneran atau tipuan. Tiba-tiba saja suasana berubah. Aku baru selesai menyantap sepiring nasi goreng. Suasana jadi berubah. Dia jadi diam, biasanya selalu ngomel nggak karuan. Kata-kata terakhir yang aku ucapkan adalah,
“Kena ja, pas semester 3 aja. Nyari ading kelas aja”.
Apa makna kata-kata itu? Aku pikir itu cuma candaan seperti biasanya. Aku jadi nggak karuan. Aku jadi nggak punya teman lagi kalo dia ngambek.

Pundak aku sakit. Ke kampus bawa laptop yang beratnya berkilo-kilo. Keliling kampus, hanya demi dia. Tapi nggak ada hasilnya juga. Aku hanya bisa terbantai meratapi kesakitan ini. Semoga besok sudah tidak terasa lagi.

Apa salahku? Apakah gaya bertemanku ini nggak bisa diterapkan di Banjarmasin? Tapi inilah aku dengan segala sikapku. Teman SMA saku dulu saja bisa menerima semua sikapku. Apalah daya, semua manusia berbeda. Aku hanya berharap tidak punya musuh dalam kehidupan. Ataukah aku perlu mengubah gaya berteman? Merubah sikap? Jadi Haris  jaman SMP dulu? Anak culun nan lugu. Pendiam dan imut amit.

Oh ya. Tadi di kampus Muja berkata, “Wuuih, Shinichi Kudo nah”.
Apa maksudnya ya? Emang aku mirip Sinichi? Atau Sinichi yang mirip aku ya? Aku pun jadi teringat pacar pertama, Mrs.Kudo.

2 thoughts on “Tiada Guna Lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s