Karma si Bodoh

Karma berlaku. Gue ditembak pacar pertama. Gue ditembak pacar kedua. Gue nembak pacar ketiga.Gue gak suka ma pacar pertama. Gue agak suka ma pacar kedua. Gue suka ma pacar ketiga. Gue mutusin pacar pertama. Gue diputusin pacar kedua. Gue bakal nikah ma pacar ketiga. Semoga yang ketiga bakal jadi yang terakhir. Tapi yang jadi pertanyaan, Siapakah yang bakal jadi yang ketiga?

“Izinkah lah ku mencari kesungguhan hati.
Tuk buktikan kamu ada di hidupku. Bisikkan lah dari hati kau ada disini. Temani hidupku tak berujung waktu.

Dan kau menangis, terus menangis. Menghampiriku, kau peluk aku.”

(sedikit lirik dari Sampai Kau Mati by Nano)

Kenapa yah gue nulis lirik itu? Gue gak tau. Tau-tau jari gue mau ngetik lirik itu.

Kau terlalu jauh masuk dalam hidupku. Takkan ku biarkan kau keluar dari hidupku begitu saja.

Gue curhat ma sahabat gue. Dia beri masukan ke gue,
“Pacaran atau tidak pacaran, dia sudah terlanjur mengganggumu. Bagaimana perjanjian kita untuk tidak pacaran dan fokus kuliah dulu?? Tapi semua keputusan ada didirimu.”

Gue udah pikirkan baik-baik. Pacaran gak pacaran, semuanya telah membuatku ke arah yang lebih baik. Lebih semangat. Lebih relax.

“Ku tak percaya kau ada disini. Menemaniku disaat dia pergi. Sungguh bahagia kau ada disini. Menghapus semua sakit yang kurasa.

Ku suka dirinya mungkin aku sayang. Namun apakah mungkin kau menjadi milikku.”

(sedikit lirik dari Rasa Ini by Vierra)

“Gue coba semua kesempatan untuk mendarat di puncak tertinggi. Loe gimana?”

Iklan yang memberi gue sebuah cita-cita yang jelas. Tapi inilah gue. Gue gak mau merubah apa yang udah selama ini gue lakukan. Gue yang selalu berusaha memahami pelajaran sekuatnya. Namun apabila udah bosan, semuanya jadi kosong lagi. Tak ada kemauan belajar lagi. Gue yang gak mau belajar di luar kelas, seperti di rumah. Malas untuk buat pr ataupun tugas. Gue yang gak pernah dapat nilai tinggi. Kalau dapat nilai tinggi, itu bukan gue. Gue gak mencari nilai, gue mencari ilmu. Berapa pun nilainya asal gue puas dengan ilmu nya, gue rela. Semuanya pasti mati, pasti hilang. Nilai pun juga hilang. Tapi ilmu akan dibawa sampai akhir hayat.
(wuih, kata-katanya. bilang aja kalo loe tuh gak pintar, susah amat sih. haa)

Ahh. Lagi-lagi tulisan gue gak menarik. Pengunjung blog gue udah berkurang. Biarlah si bodoh menulis blog.

vierra

 

nano

One thought on “Karma si Bodoh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s