Foto Model di Tangga Rektorat

Gila. Aneh. Sumpah gila abis. Gue gak tau pengen ceritain cerita gue ini ke siapa, makanya gue tulis aja. Supaya kejadian ini bisa gue ingat di hari mendatang. Gue ceritain yah.

Lapor!!! Saya Haris dari ANTICS’10 ingin minta izin untuk mempublikasikan suatu coretan yang tak berguna. Ya!!! Laporan diterima. Silakan dimulai. (buat apa sih, pake ginian segala)

Awal pagi yang panas. Seperti biasa. Gue bangun kesiangan. Beberapa hari sebelumnya adalah masa libur. Jadi waktu gue di Pelaihari, gue selalu bangun kesiangan. Ehh, tapi ada alasannya kenapa saat gue di Banjarmasin bangun kesiangan. Malam tadi gue amnesia sampai jam 2 malam (itu insomnia goblokk!!). Wajar aja kan kalo bangun kesiangan. Bangun jam 6 pagi. Itu pun masih malas-malasan, soalnya mata gue waktu itu sakit. Sakit yang tak tertahankan. Gue masak nasi goreng buat sarapan. Minum teh panas, gue lupa kalo ada susu, hee. Gue berangkat kuliah telat. Hampir jam 8. Hari ini middle test untuk mata kuliah Geometri. Sementara gue gak siap sama sekali. Gue pasrah aja. Gue sampai ruangan, dosen belum ada. Mungkin sekitar 15 menit nunggu, baru dosen datang. Langsung ngatur tempat duduk, dibagikan kertas bersih (tanpa ada kotoran burung yang menempel). Soal ditulis di whiteboard. Jawaban yang gue tulis pun cuma mengeradau (baca:asal) doank. Waktu kuliah berakhir dan kertas yang tadinya bersih jadi ada beberapa goresan indah layaknya lukisan seniman ternama. Dengan hati pasrah gue kumpul. Perjalanan gue berlanjut ke ruang dosen Matematika untuk ngumpul tugas. Setelah itu gue mau ke rektorat. Mau liat acara gebyar matematika. Gue ke aula rektorat lantai 3 yang dipenuhi oleh panitia, peserta, dan guru pendamping yang merupakan isi dari acara ini. Ternyata masih acara babak penyisihan untuk anak SMP. Gue ke kantin dulu bareng Tiya dan Giegie. Makan dulu selagi menunggu babak penyisihan untuk SMA. Selesai makan, kembali lagi ke rektorat. Gak lama nunggu, acara babak penyisihan untuk SMA dimulai. Ehh, waktu dimulai malah gak bisa liat anak SMA dengan muka pucat dan berkeringatan ditemani 3 lembar soal dan pulpen ditangan kanan. Soalnya pintu aula ditutup oleh panitia. Terpaksa cuma nunggu diluar. Sementara yang lain udah pada pulang. Cuma gue dan Tiya yang tinggal. Giegie dan Radith udah pulang. Gue cuma pengen tau apakah mereka benar-benar anak SMANPEL yang terbilang cukup pintar? Seperti teman gue. The Genius Boy. Ternyata ada salah satu murid dari ratusan murid yang gue akui kehebatannya yang menjadi salah satu anggota team dan ditemani dua orang siswi yang gue rada lupa lupa ingat. Kenapa dengan gue? Hari ini gue malu. Malu untuk sekedar mencium tangan ibu guru SMA yang gak akrab dengan gue. Ibu Herlina. Ya, dialah ibu guru matematika SMA gue dulu yang menggantikan ibu Novia saat melahirkan. Mungkin sekitar sebulan menjadi guru gue. Bukan seperti ibu Novia dan ibu Hartati yang menganggap gue cukup berbakat dalam bidang matematika. Ibu Herlina juga tak menyapa gue, jadi gue biarin aja. Ya, sementara gue nunggu diluar. Gak ada kerjaan juga. Gue jawab aja soal penyisihan untuk SMP. Gue mulai bosan. Tapi ternyata anak salah satu siswi SMA yang berbaju putih dan bercelana putih yang memotret gue. Gue cuma seolah-olah gak tau. Padahal bunyi “pret” nya pun terdengar. Dan saat dia berbicara agak pelan kepada teman nya pun gue dengar. Katanya, “Jadi gelap. Soalnya arahnya melawan cahaya matahari”. Gue pun bergaya layaknya seolah foto model Cover Boy. Sampai-sampai dia selipkan telpon genggang nya di sela-sela tangannya untuk memotret gue. Atau minta lindungin ma temannya. Dia adalah cadangan dari team yang sedang berkompetisi di dalam aula. Apa sih sebenarnya tujuan dia memotret gue? Apa gue manusia langka? Ya, kadang gue ngaca, kok jelek banget yah. Masih ada manusia seperti ini ya? Perlu di abadikan neh, haa. Apa dia ngefans ma gue? Atau dia pengen pajang foto gue itu di meja belajarnya, atau diletakkan didompetnya? Ataukah malah dia pengen santet gue. Atau suatu saat foto itu dipajang di pinggir jembatan dengan tulisan “Wanted!! Seorang mahasiswa yang telah mencabuli anak SMA yang tak berdosa”. Cukup berhayalnya. Positive Thinking aja. Kali aja dia emang cita-citanya pengen jadi fotografer.

Ya!! Itulah laporan dari saya. Cukup sekian dan terima kasih. Saatnya bobo siang

anameastory

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s