Pangeran Apa Ya?

Assalamualaikum wr wb.
Aku disini meluruskan posting yang kemarin aku bikin. Kaki aku yang di amputasi sepertinya terlalu berlebihan. Sebenarnya setelah kejadian yang tidak akan mungkin bisa aku lupain itu, aku langsung balik untuk ganti pakaian dan melepas perban yang sangat mengikat kaki. Lalu aku berangkat ke Pelaihari dengan luka di kaki yang sedikit terhambat oleh hansaplast. Di jalan, darah semakin keluar membasahi sandal yang aku pakai. Aku sempat singgah di sebuah musholla untuk membersihkan sandal dan sekitar luka. Sesampainya di Pelaihari, aku layaknya sang Pahlawan yang sedang terkena tembakan penjajah. Diberi perhatian yang berlebihan. Aku langsung disuruh ke rumah sakit. Sebenarnya aku malas ke rumah sakit karena aku takut disuntik. Katanya gak apa-apa, cuma membersihkan luka saja. Sebenarnya aku masih bisa jalan, tapi malah digotong seperti orang pincang. Sesampainya di RSUD H Boejasin Pelaihari, aku dibawa ke UGD. Langsung disuruh perawat rebahan di kasur ruang bedah. Setelah diguyur dengan larutan Natrium, luka itu harus dijahit. Karena, kata perawatnya, lukanya gede. Ya udah deh, aku mau aja. Tante aku juga membujuk aku, katanya gak sakit kok. Ketika disuntik sekali, aku menjerit. Ketika disuntik lagi, aku menjerit lagi. “Waduuh, kayak anak kecil aja Haris ini”, kata perawat yang lumayan cantik itu. Waktu dijahit pun, aku menjerit juga. Setelah semuanya selesai, aku dikasih tante (asa janggal, acil mun jer kita tu, haa) aku air putih botol. Aku minum sampai habis. Setelah selesai, dikasih resep, terus papah nebus obatnya. Terus papah nawarin aku sate, katanya di depan rumah sakit ada yang jualan sate, biar nanti bisa lansung minum obat. Ya udah, aku mau aja. Terus kata perawat, “Satu kali lagi yaa!”. “Waduuh, suntik lagi yaa??” “Yaa, ini buat anti tetenus. Di coba dulu ya”. Terus perawat itu menyuntikkan sedikit ke tangan kanan aku. “Aaaaa”. Sesaat kemudian, bengkak seperti digigit nyamuk dan ada bintik merah pada bagian yang disuntik. Terus perawat menyuntikkannya sekali lagi ditangan kanan. Aku menjerit lagi. Reaksinya sama. Terus perawat bilang, “Wahh, anak bapak alergi sama anti tetanus kuda. Anak bapak cuma bisa sama anti tetanus manusia. Harganya mahal sih pak” “Gak apa-apa deh” “Wahh, maaf pak. Tadi saya cek, serumnya habis. Cari di rumah sakit Banjarmasin aja pak.” Terus perawatnya menulis satu kata yang tidak aku mengerti di sebuah kertas. Di kertas itu bertuliskan TETAGAM. “Bilang pada dokternya, anak bapak mau disuntik ini”. Akhirnya kami pulang dengan sebungkus sate di tangan aku. Kali ini aku benar-benar tak bisa berjalan sendiri, soalnya sangat sakit setelah efek biusnya habis. Aku digotong papah naik buat naik mobil. Kali ini kami berangkat ke rumah nenek yang jago ngurut, soalnya tangan kiri aku sakit, keseleo. Selama diperjalanan, aku makan sate yang dibelikan papah. Sate belum habis, kami sudah sampai ke rumah nenek tukang urut. Aku tunda dulu makan satenya. Aku di urut sama nenek yang sudah lumayan gesit untuk urusan urut. Dia bilang tangan dan badan aku keseleo. Terus aku dikasih tepung tawar(gak salah kan??). Setelah itu aku keluar dan ngelanjutin makan sate. Setelah sate aku lahap habis, langsung minum obat. Terus pulang kerumah. Besoknya, aku ke Banjarmasin buat suntik (oww, lagi-lagi). Suntik nya mahal amat, Rp250.000,-. Harga sekali suntik sama dengan biaya hidup aku di Banjarmasin selama seminggu. Setelah dari rumah sakit, mampir dulu ke rumah buat ngambil buku, niatnya sih mau belajar buat midtest Rabu ntar. Buktinya buku itu tak terbuka selembarpun. Hari Senin (06/12) aku check up lagi ke RSUD H Boejasin Pelaihari. Nebus obat lagi, harga obatnya gak tanggung-tanggung, lebih dari seratus ribu. Wahh, bangkrut nihh papah aku. Padahal kerjaan papah cuma bertani, dan mamah hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang sedang hamil sembilan bulan dan butuh biaya bersalin. Itu pun lebih banyak nganggur. Hari ini, Selasa (07/12) adalah Tahun Baru Islam 1432 H. Tepat hari ini, aku diantar papah ke Banjarmasin. Papah khawatir sama aku. Aku bagaikan pangeran. Beberapa hari itu sangat berarti dalam kehidupanku. Uang jajan aku pun tidak berkurang. Padahal dirumah hampir tidak ada uang lagi. Aku sangat prihatin. Aku sayang papah. Aku sayang mamah. Aku sayang dede. Aku sayang semuanya. Thanks Ya Rabb, Kau berikan aku sesuatu yang sangat berharga dari segalanya.
Saatnya belajar(niat aja dulu, semoga tercapai), doakan middle test besok aku berhasil.Thanks Ya Rabb. Thanks to Allah.

lluka
kerjaan aku cuma tidur, main laptop, hp, makan, baca komik

One thought on “Pangeran Apa Ya?

  1. Wah klo kena tetanus lebih mahal lg. Satu hari ngabisin tetagam 13 buah selama 5 hari. Mending pencegahan aja. Sehat itu mahal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s