Kebiasaan Buruk

Assalamualaikum wr.wb

Hujan. Ini benar hujan. Telinga aku gak mungkin salah dengar. Dan mata aku gak mungkin salah liat. Ya, ini memang hujan. Sekarang hampir jam 4 sore. Sementara aku masih asyik ngedit blog ini. Jam 4 nanti sudah mulai UAS Bahasa Indonesia, tapi hujan masih belum reda. Dari siang, sampai sekarang masih hujan. Adzan ashar pun belum berkumandang. Padahal sudah hampir jam 4. Oke, skip, skip. Jam 4, adzan berkumandang. Aku bergegas shalat. Lalu memakai pakaian yang pagi tadi sudah aku pakai. Tanpa setrika juga.

Oke, sekarang udah telat dan aku harus ke kampus. Jarak ke kampus sekitar 10 menit perjalanan. Benar-benar telat, tapi dosen lebih telat lagi. Ya, beginilah aku. Kalau sudah kebiasaan sulit untuk dihilangkan. Hampir sebulan berlalu, selalu telat. Untungnya aku tidak lagi bersekolah yang ada pintu gerbangnya. Oh ya, satu lagi kebiasaan burukku (aib woy). MALAS BELAJAR. Sampai hari ini, UAS Bahasa Indonesia, gak pake belajar. Kemarin UAS Geometri, gak belajar. Pagi tadi, UAS Pengantar Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam, gak belajar pula. Memang hebat ya. Untungnya aku masih bisa menjawab (kesah pintar).

Sekarang kita bahas masalah Bahasa Indonesia. Untuk kuliah Bahasa Indonesia selama ini, menurut aku bukan kuliah biasa. Ini yang sebenarnya kuliah, bukan hanya terpaku pada buku. Waktu kuliah, beliau selalu bercerita atau menampilkan suatu cerita yang ada di NB beliau. Mengajar dari kehidupan sehari-hari. Seperti wanita berkerudung, tapi berpakaian ketat. Bukan absen, tapi daftar hadir. Dan sebagainya. Pada UAS tadi pun, sebagian besar berasal dari cerita-cerita beliau. Walaupun sedikit yang kami pelajari, tapi kami benar-benar paham. Apalagi selalu di ulang-ulang seperti daftar hadir, dilarang merokok, sandal, mengubah, dan lainnya.

Kembali ke cerita. Malas belajar. Besok UAS Kalkulus 1. Benar-benar tidak bisa untuk tidak belajar, harus belajar, WAJIB! Tapi, inilah aku. Sulit, sangat sangat sulit untuk mengubah kebiasaan. Aku lebih memilih mencoret blog ketimbang belajar. Sekali lagi, memang susah mengubah kebiasaan. Yah, cukup ironis kehidupanku ini. Kalau begini, aku akan dipastikan rekos untuk mata kuliah Kalkulus 1 dan Aljabar. Oh, tidaaak! Nah, aku punya pendapat. Dengarkan!

“Kakak yang rekos itu ganteng lo.” Terdengar menarik

“Kakak yang ganteng itu rekos lo.” Nah lo??

“Benar-benar ganteng!” Wow. Amazing.

“Beneran rekos!” Wah. Parah ne. Udah melanggar HAM.

Oke. Pendapat aku ialah suatu objek jika dilihat dari sisi pandang yang berbeda bisa terlihat buruk, atau terlihat baik. Seperti halnya kakak tadi. Padahal orangnya kan sama. Aku akan melihat Kalkulus 1 dari sisi pandang baiknya aja. Semoga saja keberuntungan tetap bersamaku.

Oke. Yang terakhir. Mataku bintitan. BINTITAN! Puas lo dengarnya? Aku gak tau kenapa ini terjadi. Apakah karena aku sering memakan makanan yang manis di kamar, sehingga semut hadir dikamarku. Makan permen dikamar. Makan roti keju dikamar. Minum susu dikamar. Untung saja aku tidak membawa cewek manis ke kamar. Kemungkinan kedua ialah karena aku ngintip orang sebelah yang lagi mandi. Tapi faktanya adalah aku sering digigit semut dan aku gak pernah ngintip orang sebelah yang lagi mandi.

Sebenarnya aku pengen menampilkan foto mata aku yang bintitan, sayangnya aku masih gak tega kalo kalian mati ketawa. ya udah, gak jadi aku pajang.

Wassalamualaikum wr.wb

4 thoughts on “Kebiasaan Buruk

  1. wah, anak FKIP unlam lagi ternyata. ade tingkat mantan gw berarti😀
    bener bro, semua hal bisa berubah tergantung sudut pandang masing-masing
    seperti perbedaan antara gelas diisi air setengah volumenya. orang boleh menganggap itu setengah kosong, boleh menganggap itu setengah penuh

      • iya, soalny mantan gw sekarang masih kuliah di FKIP unlam english department angkatan 08
        haha.. itu cuman dari buku yg gw baca bro. karakter seseorang bisa dibaca dari sudut pandangnya mengenai gelas itu, hehehe

        • hebat yaa.. bisa dapat yang di kalimantan, gimana ceritanya tuh.. haa

          yaa.. kayaknya kata-kata itu juga familiar banget.. lupa-lupa ingat….. yang paling di ingat ttg gelas adalah gelas kosong…. haa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s