Rumpiang Ngakak

Assalamualaikum wr.wb

Oke, sebelumnya aku pengen minta maaf karena akan terlalu banyak ‘Oke’ dalam tulisan ini. Oke, aku sedang jatuh cinta dengan ‘Oke’, jadi belum bisa lepas dengan ‘Oke’. Oke, kita mulai saja.

Oke, kemarin hari Sabtu. Kemarin tanggal 8. Kemarin bulan Januari. Kemarin tahun 2011. 15 hari sebelum ulang tahunku ke 19. Oke, ternyata aku sudah tua. Tapi masih saja bangun telat. Oke, jam 10 ke kampus. Oke.

Oke, aku pernah posting tentang teman baru kan? Oke, kali ini aku dan teman baru aku itu akan pergi jalan-jalan ke Marabahan. Sebelumnya, kami pun sudah jalan ke Jembatan Barito. Oke, siang hari, pulang dari kampus, aku main

game untuk nunggu mereka jemput ke rumah aku. Oke, karena rencananya kami berangkat sekitar habis dzuhur. Oke, aku nunggu di rumah. Hampir sore, baru mereka datang. Padahal aku lagi asyik main game. Oke, pada saat itu datang si Radith, Giegie, bersama dua orang teman Giegie. Kita nunggu Tiya dulu. Sesaat kemudian, datang Tiya bersama pacarnya dan dua orang teman pacarnya Tiya. Oke, kita berangkat untuk jemput satu orang lagi. Nida. Oke, sebenarnya aku mau nebeng Radith, tapi dia malah mau nebeng aku. Ya udah deh, daripada aku ngebiayain maticnya yang boros itu. Biaya bensin. Pergi 50ribu. Pulang 50ribu. Oke, terlalu lebay. Oke, setelah jemput Nida, kami berangkat. Oke, ini pertama kalinya aku ke Marabahan dan tenyata jalannya sangat sempit seperti jalan dimuka rumah aku. Oke, gerombolan Tiya di depan. Gerombolan Giegie di belakang. Dan aku berada di tengah. Agak jauh sih gerombolan Giegie ketinggalan. Jalannya asyik, banyak jembatan. Banyak sungai. Banyak pohon. Berasa lagi di kampong nan jauh dari kota. Selama ini tinggal di Banjarmasin cuma liat kendaraan bersama debunya. Dan juga jalan menuju Marabahan gak rata. Bagaikan main lompat-lompatan di atas sepatu yang beralaskan per. Andai saja shock kendaraan mati alias gak berfungsi. Bisa-bisa pecah tu pantat. Oke, sampai suatu persimpangan, kami yang duluan bingung. Mau ke arah Marabahan, atau ke arah Margasari. Sementara yang tau jalan, tertinggal di belakang. Oke, nunggu bentar, akhirnya datang jua. Oke, ternyata belok ke arah Margasari. Oke, kalau saja kami terus ke arah Marabahan mengikuti kata hati, maka kami akan mendapati pelabuhan. Disitu akan diantar menyeberangi sungai yang sangat lebar menuju Marabahan. Oke, ternyata menuju Marabahan ada 2 jalur. Jalur darat dan jalur perairan. Oke, kami memilih jalur darat dan akan melalui Jembatan Rumpiang. Mungkin panjangnya sama dengan Jembatan Barito, karena berada di atas sungai yang sama, yaitu sungai Barito. Hanya konstruksi jembatan yang berbeda. Suasana bawah jembatan pun sama. Kadang ada kapal yang membawa batu bara lewat.

rumpiang
jembatan rumpiang

barito
jembatan barito

Oke, setelah lama bersantai di Jembatan Rumpiang, kami melanjutkan perjalanan ke Marabahan, ibukota Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Jarak ke Marabahan gak jauh dari jembatan itu. Oke, kita mampir di sebuah depot. Minum-minum dulu, soalnya sudah sangat dehidrasi. Oke, sekarang kita mau liat-liat kota Marabahan dulu. Cukup sejuk dan bersih. Gak seperti Banjarmasin yang penuh debu dan polusi. Oke, kita mampir di siring Marabahan. Oke, sudah cukup lama. Kita pulang. Oke, kita mampir lagi di Jembatan Rumpiang. Oke, singkat cerita, sekitar jam 6 kita pulang ke Banjarmasin. Oke, satu lagi yang pengen aku ceritain. Oke, yang seperti ini belum pernah aku temui selama aku hidup.

jembatananeh
ada jembatan khusus roda 4, sedangkan jambatan khusus roda 2 lebih kecil

Oke, JEMBATAN KHUSUS MOBIL. Yak. Saat itu aku temui suatu tulisan,

Roda Dua –>

Yang artinya, kendaraan roda 2 lewat ke arah yang ditunjukkan, jembatan yang lebih kecil. Oke, ternyata jembatan itu khusus mobil. Yang sering aku temui malahan jembatan khusus roda dua. Misalnya jembatan yang baru diperbaiki, otomatis kendaraan berat gak boleh naik ke jembatan yang baru di perbaiki itu. Entah kenapa jembatan itu dikhususkan bagi mobil. Biarlah.

Oke, singkat cerita aku dan Radith duluan pulang. Dia ngambil kendaraannya di rumah aku dan dia pulang. Oke, aku juga harus siap-siap buat balik ke Pelaihari. Oke, entah kenapa teman aku menyuruh aku untuk gak pulang malam itu. Besok saja. Tapi aku tetap mau pulang. Oke, mungkin dia takut sendiri, tapi aku benar-benar pengen pulang. Oke, semua sudah siap. Tapi perut aku lapar. Hari ini baru sarapan, gak ada makan siang, maupun sore. Oke, aku ajak teman aku untuk makan di depot depan komplek. Oke, sebelum makan, aku nemenin dia ke minimarket beli susu. Oke, apa yang terjadi?

faisal
jam tangan baru, cieee

Oke, jangan perhatikan jam tangan.

faisal
keren nih alas kakinya

faisal
tambahan satu foto

Oke, gue yang tau duluan kalau dia salah pake sandal langsung ngakak gak karuan. Dia langsung malu gitu. Oke, akhirnya aku makan nasi goreng dan dia makan capcay. Oke, setelah makan aku langsung pulang. Oke, skip. Oke, hampir sampai, sekitar 3 km lagi sampai ke rumah aku, eh bensin habis. Untung aja pas di depan orang jualan bensin. Pom bensin banyak yang tutup, habis, dan juga antrian yang panjang. Oke, akhirnya aku di rumah tercinta lagi. Oke, ini benar-benar oke. Oke, oke.

Wassalamualaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s