Haris Kangen Mama !

Assalamualaikum wr.wb

Salam, gerakan terakhir shalat Maghrib kali ini telah selesai aku laksanakan. Entah kenapa, aku teringat akan sesuatu yang tidak akan terjadi ketika aku berada di Banjarmasin ini.

Entah berapa lama baju BUSANA MUSLIM, KUPIAH, SAJADAH, dan TAPIH ini tidak dicuci. Mungkin sekitar sebulan yang lalu terakhir aku mencucinya. Karena tidak ada satu kejanggalan pun ketika aku memakai peralatan shalat itu. Tidak ada bau. Kalau saja aku berada di Pelaihari, sekitar seminggu sekali, ada saja yang mencuri peralatan shalat ku itu dari kamarku. Besok harinya, peralatan shalat itu telah kembali ke kamarku dengan rapi dan bersih. Ternyata pencuri itu adalah mama aku sendiri. Mama tidak ingin anaknya beribadah dalam keadaan kotor. (Saat menulis, beberapa tetes air mata telah keluar)

Kadang-kadang ada saja perbutan mama yang sering membuatku jengkel. Seperti saat sedang asyiknya main playstation, seringkali mama mematikannya dengan sengaja dan berkata, “SEMBAHYANG DULU, KENA SAMBUNG PULANG!!”

Sebenarnya niat dalam hati, pada saat nanti bertemu dengan mama, pengen mengucapkan, “MAA, HARIS MINTA MAAF” sambil bersujud dan mencium kaki mama. Tapi apa daya GENGSI membuat semua itu sulit untuk dilakukan. Terakhir kalinya aku meminta maaf kepada mama saat hari raya Idul Fitri kemarin. Seusai shalat ID, bertemu dengan mama dirumah, langsung aku menghampiri mama dan agak sedikit ragu mengucapkan “MAA, MINTA MAAF” sambil mencium tangan mama lalu mama memeluk Haris. Tapi, entah ada perasaan cemburu dari adikku, spontan dia menangis dan berkata, “MAA, AKU PANG, HANDAK JUA BERAGAPAN.” Akhirnya singkat sekali pelukan mama itu ku rasakan. (Sudah tak bisa dihitung berapa banyak air mata yang keluar saat menulis ini)

Seringkali aku pun mengata-ngatai mama. “MAMA NE KADA PINTAR, SD JA KADA LULUS!! JADI WAJAR JA ANAKNYA DAPAT NILAI RENDEH!!” Ma, maafkan anak mu yang durhaka ini ma. Ternyata sekarang aku baru sadar yang seringkali mama bilang “BAIK BELAJAR DARIPADA MAIN PS!” “BAIK BELAJAR DARIPADA BACA KOMIK!” untuk membuat aku menjadi orang yang lebih baik, UNTUK AKU, bukan UNTUK MAMA. Tapi apa yang terjadi, aku tak pernah menghiraukan perkataan mama.

Saat itu, aku akan berangkat menuju Banjarmasin setelah beberapa hari berKANGENan dengan rumah di Pelaihari. Sebelum berangkat, mama berpesan, “JANGAN KADA INGAT SEMBAHYANG, LALU BEDOA. MAMA DISINI MENDOAKAN IKAM TARUS. TINGGAL IKAM JA LAGI BERUSAHA WAN BEDOA DISANA”

Tapi sekarang aku kesepian disini. Inilah aku, tanpa perhatian dari mama lagi. Sebenarnya pengen sekali untuk mencari sesuatu seperti mama disini. Seseorang yang mengingatkan ketika salah, memberi tau ketika waktunya shalat. Tapi aku sudah cukup bahagia dengan keadaanku sekarang. Hidup tertawa, tanpa pacar!! No women, no cry!!

Udah dulu, terlalu banyak air mata yang keluar. Aku tidak mau besok hari mataku memerah dan bengkak pada saat kuliah. HARIS KANGEN MAMA!!

Wassalamualaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s