Kisah Cintaku part 2

Assalamualikum wr.wb

Disaat hp benar-benar tak berfungsi lagi. Punya banyak waktu untuk merenung. Punya banyak waktu untuk menulis.

Baiklah. Beberapa waktu yang lalu, kata BEB sangat familiar di kehidupanku. Berawal dari malam Minggu ku yang hanya bersama teman, lebih tepatnya teman cowok!! Malam itu dia sms aku dengan akhiran BEB. Ya, aku menganggapnya hanya bercanda, aku balas dengan akhiran BEB pula. Berawal dari situ, tiada akhirnya balas-balasan sms dengan akhiran BEB itu!! Sampai ke twitter bergaung kata BEB itu. Sampai terjadi isu hangat di kelas. Nyesal, nyesal sudah membuang-buang kata berharga itu.

Kami lima bersahabat. Satu cowok dan empat cewek. Layaknya film Kepompong. Aku ngaku sebagai Derby dan dia berkata, “Aku jadi Mikha.” Yang lainnya jadi peran lainnya. Entah pancingan atau apa, yang terjadi di film Kepompong adalah Derby pacaran sama Mitha. Tapi aku tidak tau akhir cerita film Kepompong itu. Lupakan

Nyesal sudah membuang-buang kata berharga itu. Kata-kata seperti itu biasanya aku lontarka untuk orang-orang yang spesial . Dulu juga pernah. Sebelum pacaran dengan RA (mantan waktu SMA) dia manggil aku dengan sebutan Aniki. Tentu saja aku balas dengan panggilan Imouto. Berlanjut samapai Aniki sayong dan Imouto sayong *masih belum pacaran*. Sampai suatu hari,
har : “Kenapa neh pina perhatian banar??”
RA : “Karena ulun sayang wan pian. Serius!!”
Itu merubah semuanya. Semula HTS, sekarang jadi sangat jelas statusnya.

Next. Bongkar masa lalu ku. Yang selama ini aku pendam sendirian. Aku tidak pernah menulis sms, ataupun berbicara secara langsung “aku cinta kamu” kepada mantan terakhir (waktu kuliah). Aku nembak dia, membuktikan kepada teman satu kost kalo dia benar-benar suka sama aku *kayak taruhan gitu*. Bukan apa-apa. Inilah aku. Semua cowok emang buaya. Kalian tidaklah salah. Tapi kadang ada beberapa cowok yang bisa menahan egoisnya. Tidak sedikit kok, banyak cowok seperti itu *like me* *narsis*. Awalnya memang tidak ada suka. Tapi lama-kelamaan selalu bersama, rasa itu muncul. Tapi disaat rasa itu mulai muncul, dia belum memahami aku. Dia pun belum bisa jujur kepada dirinya sendiri di hadapanku. Aku kesal. PUTUS!! *whatever* Itu merusak semuanya. Merusak persahabatan. Andai saja tidak putus, mungkin persahabatan tidak akan putus pula. Tapi itu telah terjadi. Aku perjelas sekali lagi, sebenarnya yang nembak tu dia!! Bukan aku. Dia pernah nangis dihadapanku. Aku sudah bisa liat dari tangisannya itu. Benar saja, saat jadian aku tanya, “kenapa nangis waktu itu??”. Dia jawab, “ulun nangis karena ulun sayang wan pian!!”

Dengan RA pun begitu juga. Awalnya, juga tak ada apa-apa. Tapi ini bukan taruhan. Aku benar-benar menghargai perasaan nya itu. Seringkali jalan bareng. Seringkali makan bareng. Perasaan ku terhadapnya pun muncul secara tiba-tiba. Dia benar-benar mengerti aku. Oke, maafkan aku. Aku tidak peka terhadapmu waktu itu. Mungkin beberapa hari ke depan aku akan minta maaf kepadamu walau secara tidak langsung dan tidak akan mengganggumu lagi.

Faktanya aku tidak bisa mengucapkan “aku cinta kamu” secara serius. Benar-benar kalimat yang langka. Faktanya aku akan berusaha mencintai layaknya kalian mencintai ku. Faktanya aku lebih suka mengucapkan “kita putus” walau secara terpaksa atau sekedar ingin dia berubah menjadi lebih baik. Faktanya aku sudah berpikir ribuan kali sebelum menerbitkan tulisan ini. Siapa yang berbuat, maka ia yang akan bertanggung jawab.

Sekarang sudah ada sedikit bayang-bayang mengenai cinta itu. Ke depannya pengen lebih serius. Selama ini selalu pacaran sehat. Walau masih pacaran kekanak-kanakan. Gini-gini aku juga punya pengalaman cinta lo😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s