Kangen Kamu Qi

Assalamualaikum wr.wb

Galau lagi galau lagi.
Ini Jumat.
Ini Haris.
Hari Jumat Haris galau.
Gak penting, lupakan.

Aku kesepian. Aku kesepian. Dejavu. Kayak nya ini pernah terjadi. Saat awal kuliah. Sama. Persis. Saat itu juga sekitar 3 bulan jomblo. Mungkin bentar lagi cari yang baru kayak dulu lagi. Dejavu. Akan lebih selektif. Tidak mau sembarangan lagi. Memang sih, “dia cinta aku” itu modal utama nya. Tapi “aku cinta dia” sulit untuk mewujudkannya.

Berhenti sejenak masalah cinta. Sekarang masalah kehidupanku. Akhir-akhir ini sangat tidak mood untuk belajar *emang dari dulu kali yaa*. Apa aku salah ya memilih kuliah di jurusan Pendidikan Matematika? Aku rasa, Matematika adalah mata kuliah yang paling santai dari jurusan MIPA yang lain. Seandainya aku ngambil di STKIP, mungkin aku bisa dapat nilai tinggi walau gak rajin belajar. Tapi faktanya aku kuliah di Universitas Lambung Mangkurat. Agak menyeramkan. Sungguh sulit mencari nilai tinggi untuk anak pemalas seperti aku. Nasiiib. Nasib dilahirkan dari orang tua yang pemalas.

Kembali ke masalah cinta. Aku mau cari yang gendut, agar anaknya tidak kurus. Aku mau cari yang cantik agar anaknya tidak jelek. Aku mau cari yang agak bego, jadi dia mau sama aku *haa haa* *ketawa setan*. Kata mama, cari yang sederajat. Minimal sama-sama S1. Kata papa, *kayak nya papa gak pernah pesan apa-apa*.

Biasanya udah gak tahan sama keadaan yang seperti ini. Tak ada yang perhatian. Tak ada yang care sama aku. Pengen kembali ke pelukan mama. HP gak bunyi. Kalo ada yang sms, paling cuma masalah jaket angkatan yang sedang jadi trend topic di kelas. Atau sms GAK PENTING dari teman. Ada yang mau jadi pacar mesin?? Pacar robot?? Pacar-pacaran?? Sekedar menghilangkan rasa kesepian ku. Tapi sudahlah, gak jadi. Itu hanya akan membuatku sangat sakit.

Kangen kamu Qi. Kamu yang terima aku apa adanya waktu itu. Mungkin kamu lah cinta pertamaku. Tapi bisakah kamu jadi cinta terakhir ku?? Aku tunggu Qi. Kata kamu, kamu mau pacaran saat udah kuliah. Buktikan itu, walau tidak dengan ku. Jadi aku tidak memikirkan mu lagi. Mungkin suatu saat akan ada orang yang menggantikanmu. Orang yang bisa terima aku apa adanya seperti kamu. Orang yang tulus mencintaiku seperti kamu. Orang yang selalu sabar menghadapi kelakuanku seperti kamu. Kamu bukan cewek cantik Qi, kamu mengakui itu. Kamu pintar Qi, sangat pintar, tapi kamu selalu merendah. Aku suka sifat kamu yang seperti itu. Kabu bukan cewek murahan. Kamu anak rumahan. Kamu cuma mau keluar bersama sahabatmu atau bersamaku. Aku belum bisa membahagiakanmu waktu itu. Aku kira di luar sana masih banyak cewek yang lebih bagus dari kamu, tapi ternyata lebih banyak yang lebih buruk dari kamu. Penyesalan datang belakangan. Sahabatku menghancurkan cintaku.

Wassalamualaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s