Perjanjian dengan Madan di Hari Sialku

Assalamualaikum. wr. wb

Hari ini tanggal 04 April 2011. Cantik neh. 0404. Tumben banget aku nulis di hari non-galau.

Ini bukan tentang cinta. Ini bukan tentang kehidupanku. Ini juga bukan tentang galau. Ini tentang temanku. Madan!! Teman satu rumah di Banjarmasin. Profil singkat mengenai Madan. Dia alumni SMA Negeri 1 Pelaihari, tepatnya kelas XII IPS 4. Rumahnya di Jalan Niaga, Pelaihari. Sekarang kuliah di Universitas Lambung Mangkurat. Lebih tepatnya di Fakultas Teknik, program studi Teknik Sipil.

Hari ini, tanggal 04 April, Madan membuat perjanjian. Mungkin bisa disebut taruhan. Ceritanya begini, Madan punya TTM adik kelas. Aku dan Faisal gak tau cewek itu siapa. “Kalo kamu berani nembak tu cewek, aku traktir!!” ujar Faisal. “Aku jua!!” lanjut ku. Maksudku, aku dan Faisal akan traktir Madan jika dia berani tembak tu cewek. Bukan hanya itu, harus ada timbal balik. Kalo Madan berani nembak tu cewek, berarti kami berdua akan traktir Madan. Tapi kalo Madan gak nembak tu cewek, dia harus traktir kami berdua. Batas penembakan itu sampai si cewek selesai Ujian Nasional. Kata Madan, dia akan nembak saat si cewek selesai Ujian Nasional. Tepatnya seminggu setelah Ujian Nasional. Perjanjian diterima. DEAL !!

Aku masukkan sedikit tentang kehidupan ku. Maaf. Cuma berbagi cerita. Dikiiit. Pagi hari, Senin. Malas kuliah. Hari ini cuma mendengarkan orang Presentasi pada mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. Sementara untuk mata kuliah Bahasa Inggris sudah selesai dan tidak kuliah lagi. Rencananya mau titip absen aja pada mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. Ternyata aku tak bisa sejahat itu. Aku tetap berniat turun. Jam 7 lewat 15 menit aku beranjak dari tempat tidur. Sesampai nya di kamar mandi, aku baru ingat kalo cucian yang aku rendam sejak kemarin belum aku kerjain. Sial. Padahal waktunya mepet. Terpaksa nyuci dulu. Setelah selesai nyuci, dan cucian itu aku rendam lagi di ember berisi pewangi, barulah aku mandi. Tetap mandi seperti biasa. Gosok baju. Berangkat. Sekitar jam 8 sampai di kampus. Sementara di jadwal kuliah, masuk jam setengah 8. Dari kejauhan aku lihat, tidak ada teman yang nongkrong di depan kelas. Pasti sudah masuk. Telat. Beruntung masih belum presentasi. Masih bisa masuk. Dan ternyata masih banyak bangku kosong. Banyak yang bolos!! Eh, parahnya masih ada yang lebih telat dari aku.

Sehabis kuliah Perkembangan Peserta Didik. Nongkrong dulu di kelas, sambil ngitung uang hasil pengumpulan DP jaket angkatan sama Tiya. Eh si Nurul iseng ngikat tali sepatu aku ke bangku di depan aku. Ya aku biarin aja. Namanya juga iseng. Ternyata Basil ikut-ikutan. Kedua kaki aku terangkat dan terikat. Ikat mati pula. Laila yang lewat pun iseng, dia narik-narik bangku di depan aku, bangku yang terikat dengan sepatu dan kaki ku. Hampir terjatuh. Serius! Gak bercanda. Setelah selesai di kerjai si Laila, parahnya giliran Nurul yang narik-narik bangku di depan ku. Aku berteriak minta tolong, tapi tidak ada yang perduli. Ini bukan akting, aku benar-benar MAU JATUH!! Setelah Nurul selesai ngerjai aku, dia tidak mengembalikan tali sepatu ku ke keadaan semula. Alhasil, tangan yang tak sampai menjangkau bangku di depan aku hanya terdiam beku. Posisinya gini, aku duduk, kaki lurus ke depan dan terikat. Akhirnya, Tiya lah yang baik hati yang mau menolongku. Menolong melepaskan ikatan mati itu. Tiya memang baik, makasih Yaa. Awas kamu Rul. Beruntung kamu Nurul! Karena aku bukan pendendam. Tapi hal ini mungkin akan ku kenang di memori terindah pertemanan kita. Persahabatan kita. Sial!!

Ketika mau pulang. Eh, ban bocor. Sial!! Lupakan. Sesampai nya di rumah. “Mau shalat dzuhur di mesjid ahh” ucap Madan. “Ikut Dan…” kata aku. Sebelum berangkat, jemur cucian dulu. Akhirnya shalat dzuhur di mesjid simpang empat kayutangi *lupa nama mesjid nya* Setelah selesai shalat dzuhur, jalan dulu keliling Banjarmasin menggunakan baju koko. Sampai rumah. Selang setengah jam *kira-kira* dari jalan bersama Madan tadi, Faisal minta temenin ke dealer Suzuki. Ya udah, aku temenin. Sekalian jalan sore juga. Keliling Banjarmasin lagi ke hampir semua dealer. Tapi tetap berujung sia-sia. Balik ke rumah. Selang beberapa menit, Faisal ngajak makan mie Yamin. Ya sudahlah, aku juga lagi lapar. Makan. Balik ke rumah lagi. Dan akhirnya membuat perjanjian dengan Madan, lalu menulis tulisan ini.

Sudah dulu. Mau mandi. Bentar lagi maghrib. Sekian dan terima kasih. Wassalamualaikum. wr. wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s