Gak Penting, Lupakan

Assalamualaikum. wr. wb

Gak penting. Jangan di baca. Lupakan.

Sabtu. Biasanya hari Jumat sudah keluar tulisan GALAU. Tapi ini Sabtu. Kok telat? Oke, maaf. Kemarin aku gak ada waktu. Berusaha menghindari kegalauan. Kemarin. Setelah habis dihajar mata kuliah Matriks, seperti biasa, makan siang. Pulang. Shalat Jumat. Tidur siang. Agak puas tidur siang, ternyata ada sms masuk. Aku gak sadar karena hp ku dalam modus silent. Sms dari Radith, dia ngajak jalan. Siap dan berangkat. Puas keliling Banjarmasin. Pulang ke rumah. Saatnya shalat Ashar, lalu jalan lagi bentar. Tidur lagi. Malam tiba. Jalan lagi. *monotone banget hidup aku* Sekitar jam 10 pulang. Udah coba rebahan. Tapi gak mau ketiduran. Mata masih melek. Coba-coba cari teman smsan. Sms si Tiya, Radith, Giegie, Nurul. Yang balas si Radith ma Giegie. Smsan ma Radith monotone banget, gak ada sensasinya. Bosan. Stop smsan ma Radith sekitar jam 12an. Smsan ma Giegie terus berlanjut. Curhat gitu. Eh, nyangkut masalah cinta. Smsan sampai malam banget. Udah tidur, Nurul balas sms. Gak aku balas lagi.

Sedikit cuplikan sms aku
“Giegie ma Zaky, Nurul ma anu nya, Tiya ma Yasir, Radith ma anu nya.. Sementara aku??”
Lupakan. Jangan komen.

Aku sendiri disini. Aku sendiri bukan berarti aku tidak bisa mendapatkan nya, tapi aku hanya tidak ingin disebut murahan.

Aku gak jelek-jelek amat. *ngaca* Aku gak goblok-goblok amat. *liatin transkrip nilai semester 1* Buktinya masih ada yang mau sama aku. Aku sebenarnya tau beberapa orang yang suka sama aku *narsis* tapi aku gak mau kesalahan itu terulang lagi, SERIUS. Diberi hati minta jantung. *Banjarisme say, BETINGKAH* Aku bukan Deddy Corbuzier yang bisa baca pikiran. Jadi kalo kamu mau aku ngapain, yaa bilang aja. Jangan pake clue segala. Aku bukan Detektif.

Udah lama single, sekitar 3 bulan. Pengen nyari. Beberapa orang yang suka sama aku. Pengen aku tembak, takut feel aku salah. Aku juga gak bisa LDR. Lupakan.

Hari ini kesiangan. Gara-gara malam tadi begadang. Pengen banget ada alarm hidup yang tiap pagi bangunin aku. Walau cuma sms dengan satu kata “BANGUN”. Akan lebih membuatku merasa diperhatikan layaknya diperhatikan ibu. Lupakan. Sampai di kampus. Telat. Dosen lebih telat lagi, alhamdulillah.

Lebih suka menerima daripada memberi. Walau takdirnya laki-laki adalah memberi. Aku tak mau kelihatan sangat memberi harapan. Aku lebih suka menerima Qiqi daripada member Wita, SERIUS. Hati Qiqi yang dititipkan kepadaku sudah dia ambil. Begitu juga hati ku yang ku titipkan kepada Wita sudah aku ambil. Impas. Mungkin bisa disebut karma. Aku merasakan apa yang Qiqi rasakan waktu itu. Aku betingkah!! Lupakan.

Ketika kita bertemu nanti, mungkin itu takdir. Tapi sementara ini aku ingin melihat kedepan dulu. Aku tak ingin tertinggal. Aku sudah melihat hari yang cerah disana. Aku berusaha menggapai yang terbaik. Aku disini sendiri.

Kriteria cewek, alim, pintar. Selalu tepat sasaran. Haa. Lupakan. Pengen nuansa baru. Anak SMA Banjarmasin yang nakal, haa. Lupakan. Gak serius.

Sudah berpikir sekian menit untuk menerbitkan tulisan yang akan membuatku merasa sangat malu ini.

Sekian. Wassalamualaikum. wr. wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s