Masalahku Bukan Masalahmu

Assalamualaikum wr.wb

Malam ini terasa sangat aneh. Di satu sisi aku merasa bersalah sama teman aku. Di sisi lain aku rindu saat-saat berpacaran. Atmosfer kamar berubah.

Setahun lalu memang sempurna. Saat aku memiliki pacar, aku juga tidak kehilangan teman-teman aku. Bukan seperti beberapa bulan yang lalu. Aku memiliki pacar dan sepertinya aku tidak memiliki teman karena waktu ku habis untuknya *atau saat itu memang belum punya teman?*. Dia pikir status pacaran itu bagus. Aku sangat tidak mengharapkan pacaran untuk dikekang. Aku anggap dia pagar. Mungkin pagar kayu yang terkadang bisa aku lompati. Sebodoh apakah aku, sehingga saat aku mau masuk beberapa organisasi kampus dan dia melarangku, aku mau saja dilarang. Dasar kau pagar, saat itu kau terlalu tinggi sehingga aku tidak bisa melompatimu. Setelah sekian lama, akhirnya aku mulai menjauh dari pagar dan mulai melalui jalan lain agar tidak bertemu pagar. Dan saat aku mulai memiliki teman cewek, dia pun tidak menegurku. Bukan itu yang aku harapkan. Walau aku akan tetap berteman dengan mereka walau kau marah aku berteman dengannya, tapi setidaknya lampiaskan cemburumu. Oke, aku lupa kalau pagar gak bisa ngomong. Lupakan.

Aku benar-benar kangen sama setahun yang lalu. Aku yang bodoh. Sangat bodoh. Dia malaikatku. Tuhan sudah menurunkan malaikat untukku. Dia malaikat yang selalu bangunkan ku dikala mentari belum bangun. Dia yang selalu mengingatkanku saat aku salah. Dia yang menegurku saat aku terlalu dekat dengan teman cewekku. Dia sangat cemburu. Oke, dia bisa bicara kalau dia cemburu. Cuma aku yang tidak paham kalau dia cemburu. Dia sempat beberapa waktu berkorban demi aku, tapi aku yang tidak peka atas pengorbanannya itu. Setan dalam diriku lebih kuat daripada bisikan malaikat itu. Aku salah, maafkan aku. Walau sudah terlambat. Setidaknya aku menyesali perbuatanku *berlinang air mata, SERIUS!*.

Aku berusaha untuk melupakannya. Tapi, kenangan itu sangat melekat dihatiku. Karena aku bukan playboy yang punya banyak kenangan disetiap wanita yang pernah disinggahi. Yup, aku tidak tahan lagi. Akhirnya aku sms dia

“Kangen qiqi😦
Maaf dulu pernah mengecawakan qiqi😦 ”

Beberapa lama kemudian, eh hp yang satunya yang bunyi. Pasti sms dari dia. Karena aku tidak punya teman smsan tetap. Dia balas ke nomer yang satunya, mungkin kartu three aku ini gangguan. Oke, gak penting. Yang penting isi balasannya.

“Tidak perlu minta maaf, krn aku juga punya salah..
Tolong jgn menungguku, krn menunggu sesuatu yg tidak jelas itu sangatlah menyakitkan..

Jadilah laki-laki yg kuat. Jgn jdi laki-laki lemah & cengeng..
Satu lagi, jgn lupakan tujuan & tugasmu sebagai seorang mahasiswa..”

Itu balasannya, tanpa editan. *usap air mata* *malu kalo ketahuan, gak boleh cengeng*

Aku gak nyangka kalo dia akan membalas seperti itu. Kalau saja dia balas dengan kata “I hate You.” mungkin itu akan jadi sms terakhir ku untuknya. Malam ini, kekagumanku bertambah kepadanya. Benar-benar malaikatku. Berharap dia adalah jodohku. Dia yang masih perhatian walau kami tak bersama lagi. Dia yang,, argh! everything.. Tidak bisa berkata-kata lagi. Tidak bisa membalas sms nya lagi.

Ternyata masih ada orang langka seperti dia. Semoga dia benar-benar mendapatkan orang yang tepat. Aku akan sangat marah ketika ada yang menyakitinya, walau aku tak akan bisa meluapkan kemarahanku.

Andai aku tau dulu sikap dia adalah sikap terbaik dari yang lain. Aku akan mengajaknya tunangan. Tapi semuanya sudah terjadi. Ini takdir. Mungkin ada rencana Tuhan yang lain dibalik semua ini. Kirimkan lah seorang penggantinya ya Tuhan *menadahkan tangan*

Oh ya. Kan Qiqi pernah bilang kalo uang dari menang olimpiade itu keluar, katanya mau traktir Haris di depot 99, hayoo? Ingat gak? Janji tuh. Janji itu hutang. Moga Qiqi baca, soalnya malu sms mau nagih hutang😀 Kalo gak mau juga ya udah, Haris ikhlaskan. Tetaplah menjadi Qiqi🙂

Oh ya, maaf. Sepertinya judul tak ada hubungannya dengan isi tulisan. Cuma ingin menyamarkan tulisan. Supaya tidak dibaca orang sembarangan. Cuma harLovers yang mau baca. *kabuuur*

Wassalamulaikum wr.wb

sms

sms

2 thoughts on “Masalahku Bukan Masalahmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s