Bulan

Assalamualaikum wr.wb

Tadi baru aja middle test mata kuliah Sejarah Matematika. Pulang kuliah, gak ada kerjaan, mending nulis ah.

Ini masalah bulan. Aku suka bulan. Entah sejak kapan aku suka bulan, aku juga tidak tau. Mungkin sejak hati ini merasa kesepian dan pada malam hari melihat bulan yang indah membuat hati yang kesepian ini jadi lebih tentram. Bulan. Dibanding matahari, bulan lebih indah. Walau bulan tidak dapat bersinar tanpa matahari, tapi bulan tidak menyilaukan *apa hubungannya?*. Bercerita tentang bulan, 3 malam terakhir ini, aku melihat bulan yang sangat indah. Aku liburan ke Barabai lo! Belum cerita ya? Itu ada kok draf nya belum selesai dan gak jadi terbit. Ada beberapa tulisan lain juga gak terbit gara-gara gak selesai. Kembali ke bulan. Malam Selasa, masih di Barabai, nongkrong di pasar nemenin anak-anak minum. Aku gak ikut, serius. Sementara yang lain minum, aku memandangi bulan. Bulan yang hampir purnama itu begitu indah dengan pelangi disekelilingnya. Malam Rabu, pulang ke Banjarmasin dan liat bulan purnama. Begitu cantik. Tapi aku gak bisa liat lama, soalnya malam itu aku gak keluar rumah. Cuma liat waktu pulang menuju rumah dari Barabai. Membuat hati tersenyum walaupun badan terasa lelah.

Hari Rabu, melelahkan. Kuliah seharian, sementara badan masih capek sehabis perjalanan jauh kemarin. Pulang kuliah, aku merencanakan untuk kumpul sama teman. Anak Pelaihari. Sudah lama kita yang bermukim di Banjarmasin, hampir setahun, tapi belum satu kalipun kita ngumpul. Aku ngundang yang lain buat ngumpul dan bakal aku traktir makan, mumpung ada uangnya, hee. Lisa ok. Serli ok. Risna ok. Dani tanpa kabar. Kalau kami bertiga di rumah siap selalu. Sampai malam Dani tanpa kabar. Dan mendadak orang tua Lisa datang ke kost. Sip, malam ini dibatalkan karena kekurangan peserta. Aku pengen makan. Akhirnya aku ajak Radith malam itu juga. Dia mau. Di jalan, aku liat bulan yang sangat indah. Serius. Ini supermoon kedua yang pernah aku liat sendiri. Aku kira kemarin adalah puncaknya purnama. Ternyata malam ini masih purnama, dan bulan nya pun terlihat sangat besar. Bukan seperti supermoon yang kulihat sebelumnya, bulan malam ini terlihat samar. Bukan seperti supermoon yang sangat bercahaya waktu itu. Bulan nya tidak berada di atas, jadi aku tidak perlu membuat leherku patah karena melihatnya. Posisi bulan kira-kira 45 derajat. Oke, mirip film-film india😀 . Makan sambil melihat bulan yang sangat indah. Begitu romantis, so sweet😀 . Terima kasih Radith untuk malam ini. Jika saja kau menolak ajakan ku, mungkin saja aku tidak bertemu bulan yang sangat indah ini. Sekarang bulan akan selalu menerangi hatiku. Aku akan liat kedepan. Jangan tengok ke belakang.

Sudahi dulu ceritanya. Takutnya hanya terbengkalai dan jadi draf yang bermukim di tong sampah. Saatnya terbitkan!

Wassalamualaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s