Masa Depan

Assalamualaikum wr.wb

Baru saja aku buka website SNMPTN dan liat info tentang Unlam. Dan ternyata peminat terbanyak tahun lalu, tahun dimana aku ikut SNMPTN adalah Program Studi Pendidikan Dokter dengan 601 peminat. Lalu Program Studi Pendidikan Matematika dengan 583 peminat. Disusul olah Program Studi Ilmu Komputer dengan 560 peminat. Program Studi Pendidikan Fisika 456 peminat. Program Studi Farmasi 440 peminat. Program Studi Pendidikan Biologi 439 peminat. Program Studi Kesehatan Masyarakat 425 peminat. Program Studi Pendidikan Kimia 338 peminat. Program Studi Teknik Sipil 270 peminat. Program Studi Teknik Pertambangan 156 peminat. Program Studi Teknik Lingkungan 124 peminat. Teknik Arsitektur 104 peminat. Dan lainnya.

Awalnya aku tidak ada niat mau kuliah. Aku pikir perjalanan ku cukup sampai SMA. Aku tidak punya cita-cita. Masa depan ku buram.

Diberi kesempatan oleh ayah untuk kuliah. Hmm. Pendidikan Dokter. Yup. Sudah ku katakan aku tidak punya cita-cita. Aku benci hapalan. Aku benci jarum suntik. Dokter bukanlah sesuatu yang tepat untuk ku.

Pendidikan Matematika. Dia. Qiqi. Dia mantanku, motivatorku memberi saran sebaiknya mengambil Program Studi Pendidikan Matematika. “Ka Haris jadi guru aja, Matematika aja. Cocok untuk ka Haris”. Aku tidak ada cita-cita ingin jadi menjadi guru. Tapi memang suka matematika. Matematika lebih ke pemahaman, bukan hapalan.

Ilmu Komputer. Aku memang tidak punya komputer. Ayah bukan pegawai negeri, jadi tidak memerlukan sebuah komputer. Pertama megang komputer pada kelas 1 SMP. Komputer sekolah. Dan mulai menyukai komputer tetapi tidak dapat mengembangkan kemampuan komputer ku karena sarana yang terbatas. Baru punya HP sendiri pun di kelas 1 SMA. Yup, bisa dibilang gaptek. Tapi nyatanya nilai mata pelajaran TIK ku pasti 9 ke atas. Entah kenapa. Guru yang salah, atau emang, ehhm mulai sombong, gak boleh. Sekarang aku lebih suka mengutak-atik HP ku daripada laptopku. Setidaknya mengutak-atik gadget adalah kesukaanku, entah hasilnya bagus atau parah. Tapi mungkin kemapuan komputer ku masih sangat lemah. Ahh, melancong. Kembali ke Ilmu Komputer. Mungkin karena nilai yang cukup aneh itu, akhirnya ayah menyuruh untuk ngambil Program Studi Ilmu Komputer.

Deal. SNMPTN pilihan pertama Pendidikan Matematika dan pilihan kedua Ilmu Komputer. Aku memang gagal, aku kalah dari 560 peminat Ilmu Komputer itu. Tapi aku adalah salah satu orang yang beruntung dari 583 peminat Pendidikan Matematika. Aku adalah salah satu dari 20 orang yang beruntung. Aku tidak menyesalinya karena ini adalah keinginan bersama. Aku juga tidak ada minat di Kesehatan maupun Pemerintahan. So, aku enjoy di Pendidikan Matematika dan masih mempelajari komputer melalui laptopku yang sudah sebulan lebih tidak terbuka itu *gak ada yang dikerjain, gak ada laporan, jadi laptop cuma jadi pajangan*. Aku suka dengan kehidupanku. Nilai tinggi atau rendah tidak akan menjadi beban. Yang penting aku enjoy dengan kehidupanku. Aku suka matematika walau aku tidak suka trigonometri.

Tapi, aku masih butuh motivator. Bukan sang pencuri waktu. Real. Saat nya serius. Maaf, dulu aku memang Haris remaja yang cuma mau kesenangan. Tapi sekarang Haris sudah dewasa. This is real life. Be myself. Be yourself. Tentukan tujuan hidupmu mulai sekarang atau menyesal akhirnya.

Salam dari Haris penyuka keindahan.

Tunggu bentar. Jangan ditutup dulu. Penyuka keindahan. Yup, sekarang aku sedikit tau indah itu apa. Indah itu seperti bulan. Indah itu juga rapi, aku akan selalu berusaha agar kamarku rapi. Indah itu bersih, aku akan menjaga badanku agar bersih. Aku suka melihat hal yang bersih dan rapi. Aku benci kotor dan berantakan seperti seorang profesor yang asyik dangan dunianya sendiri.

Harus setara. Agar tidak terlihat bodoh, maka berusaha sok pintar asal jangan berlebihan dan sombong. Agar terlihat fashionable, maka harus mengikuti trend masa kini. Agar tidak terlihat gaptek, setidaknya kita tau apa yang orang sekitar tau, seperti twitter, whatapps, facebook, dan lain sebagainya. Yang penting sedang-sedang saja. Its me. Haa😀

Makasih buat Qiqi yang mampu membuka mataku. Bahkan dia tau minatku, bakatku di Metematika tanpa ku sadari. Makasih juga buat papa yang membiayai aku sampai sekarang, jasamu tak akan terlupakan pa. Aku akan berusaha membuat adik bisa kuliah ketika aku sudah bekerja nanti. Sekarang aku no.1 tapi ada waktunya adik jadi no.1. Makasih buat mama yang selalu sayang sama aku. Makasih buat yang berplat “E”. Tanpa kalian, hidupku tidak berarti. Ehm. Hee. Makasih buat Muja yang selalu membuatku terpojok dengan kata-kata “Kimia” mu, yak I Hate U Muja. Makasih buat kawan yang lain yang menamakan diri mereka Antics. Anak Mathematics

Cukup sekian.

Wassalamualaikum wr.wb

One thought on “Masa Depan

  1. Ini baru permulaan…
    Jalan masih panjang…
    Namun kata-kata mu melebihi tingginya bintang…

    Ingat…
    Bahagiakan orangtuamu…
    Walau jasamu baru seujung kuku…

    Sama2 kita tempuh jalan yang sama…
    Kamu di MTK dan aku di KIMIA…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s