Karma Pasti Berlalu

Assalamualaikum wr.wb

Maaf, maaf. Kemarin telah berburuk sangka kepadamu. Maaf. Kemarin sedang emosi. Sekali lagi maaf. Aku tau kamu bukan orang seperti itu.

Aku mulai memahaminya. Aku mulai menyadarinya.

Ini tentangku. Saat aku dekat dengannya, aku mulai melupakanmu. Mungkin sama ketika kamu dekat denganku, kau juga mulai melupakannya agar tidak menyakitiku. Tapi aku terlanjur mengetahuinya, mengetahui sikapmu padanya sebelum bersamaku. Dari mulut teman-temannya, dari mulut teman-temanmu, maupun dari mulutmu langsung.

Saat aku berpacaran dengannya, aku bahkan lupa kalau aku punya seorang mantan terindah, bukan mantan narapidana😀 *sempat-sempatnya bercanda*. Mungkin saat kamu berpacaran denganku, kamu juga melupakannya, atau setidaknya menyembunyikannya.

Ada saat aku mulai tidak nyaman ketika bersamanya walau dia terlihat nyaman waktu bersamaku. Ceritakan gak ya? Ceritakan deh. Waktu malam inagurasi, dia sangat nempel denganku. Serius, itu sangat menggangguku. Walau kelihatannya dia terlihat nyaman bersamaku, tapi aku merasa ***** didekatnya. Oke, mungkin perasaanmu kepadaku juga begitu. Aku merasa nyaman ketika didekatmu, tapi tidak sebaliknya.

Aku mulai jaga jarak kepadanya karena rasa kagumku kepadanya sudah memudar. Aku selalu menjauh. Persis seperti sikapmu dulu. Kamu tidak mau lagi jalan sama aku. Selalu menolak kalau diajak ketemuan. Menjauh.

Sempat aku memutuskan hubunganku dengannya karena sudah tidak tahan. Tapi aku tidak tega dan balikan lagi. Sampai akhirnya aku merasa sangat tidak cocok dan memutuskan hubungannya tanpa rasa penyesalan. Mungkin sama seperti perasaanmu waktu itu. Sempat kamu hampir memutuskan hubungan kita tapi kau masih memberi kesempatan. Sampai akhirnya kamu memutuskannya juga dan membuatku sangat sakit.

Akhirnya aku sudah mati rasa kepadanya. Sedikitpun tak ada. Jangankan untuk balikan, berteman saja sudah malas. Mungkin sama seperti perasaanmu saat ini, tak ada sedikitpun kesempatan untukku. Sudah mati rasa.

Sekarang aku tau karma pasti berlaku. Aku sudah menyia-nyiakan kebaikanmu. Aku salah. Aku minta maaf. Aku akan belajar dari pengalaman. Aku sudah dewasa. Tidak ada main-main lagi. Saatnya serius!

Pesan yang didapat, jangan sia-siakan orang yang menyayangimu atau kamu akan menyesal nanti.

Wassalamualaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s