Lebih Baik Aku Mati

Assalamualaikum wr.wb

Entah kenapa aku seringkali merasakan kejenuhan untuk hidup. Semenjak berstatus sendirian, semuanya terasa hampa. Ingin sekali hati ini berkata, “lebih baik aku mati”. Tapi aku sadar, aku punya masih punya Tuhan dan punya keluarga.

Tapi semuanya juga dapat teratasi oleh mereka. Mereka teman satu rumah yang membuat ku bisa tertawa terbahak-bahak oleh kelakuan mereka. Seringkali aku berpikir, ingin pindah saja dari sini. Dari rumah ini. Mengurus rumah sendiri, atau setidaknya mengurus kamar sendiri *nge-kost*.

Mungkin pemikiranku salah. Kalau sendiri, rasanya semangat hidup akan mulai hilang. Mungkin saja nanti di kamarku yang baru akan bertumpuk bungkusan rokok, atau beberapa botol miras yang berhamburan, bahkan bekas suntikan yang sudah dipakai berulangkali.

Sadar. Sekarang aku mulai sadar sedikit demi sedikit mengenai arti hidupku. Teman satu rumah memang ada keburukannya, tapi mari ambil sisi positifnya. Status hubungan sendiri tidaklah buruk, selama masih ada motivasi hidup. Ternyata motivasi untukku bukan cuma dari pacar, tapi dari orangtua dan dari teman dirumah. Makasih Faisal, makasih Madan.

Sendiri. Single. Lajang. Jomblo. Semejak aku berstatus rangkap empat itu, aku mulai berharap ada yang baru. Ada yang mengganti kekosongan. Ada yang lebih baik. Tapi semuanya sirna. Cinta bertepuk sebelah tangan. Cinta tak terbalas. Cintaku tertinggal dikuburan *loh?*. Semuanya sama. Mereka hanya berharap pada satu orang dan tidak akan memberi kesempatan kepada yang lain. Yup, aku sadar itu. Bagi yang berpacaran, itu namanya setia. So, bagi yang belum ada ikatan? Orang yang mengagumi mereka hanya mereka anggap sebagai fans. Yang akan tetap setia walau dicueki di bandara *loh?*.

Tak sadarkah kau bahwa aku benar-benar mencintaimu? *cinta itu apa?* Apakah kau tidak paham bahasa manusia? *kau alien ya?* Apakah kau tau aku sedikit kidal? Aku akan menggunakan tangan kiri ketika mengocok kartu. Dan akan sangat mengandalkan otak kiri ketika belajar. *gak ada hubungannya, gak penting*

Ini cuma curahan hati. Bukan hanya ini, semua yang sudah aku tulis! Bukannya mau apa-apa, blog ini adalah satu-satunya teman curhat yang bisa kupercaya, bisa kuandalkan. Tak ada rasa malu mengungkapkan kepadanya. Semuanya terselaikan dengan baik ketika menekan tulisan “publish”.

Pesan untuk hari ini, ada kata RAWAT dalam kata JERAWAT. So, kalau gak mau ada JERAWAT, makanya mukanya di RAWAT dong! *ngomelin cermin*

Bukan itu, pesan untuk hari ini, jangan sampai pernah melupakan temanmu! Seburuk apapun dia, pasti ada sisi positifnya jua.

*pengalaman pribadi* Baru saja ketemu sama teman sekelas waktu SD dan tidak mengenalinya. Serius! Maafkan aku. Bukan maksudku sombong. Seringkali teman yang tidak menyapaku ketika bertemu dijalan pun akan kucueki, apalagi yang tidak aku kenali, lupa.

Wassalamualaikum wr.wb

One thought on “Lebih Baik Aku Mati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s