Nazar Bego

Assalamualaikum wr.wb.

Ingin rasanya hengkang dari dunia yang modern ini.

Ingin sekali mencoba hal-hal yang tidak bisa lagi dilakukan pada masa yang sekarang ini. Berhubungan tanpa telepon. Cinta tanpa pacaran. Udara sekitar sangat sejuk tanpa polusi. Suara ayam berkokok di pagi buta.

Mustahil! Aku tidak akan pernah merasakannya lagi. Aku harus memegang telepon genggam setiap hari agar tidak dibilang gaptek. Aku harus berpacaran supaya tidak dibilang “gak laku”. Aku harus “mencium” knalpot tiap hari. Aku harus menuntut ilmu sampai tinggi agar paling tidak sama dengan yang lainnya.

Mau tidak mau aku harus menjalani kehidupanku yang sekarang. Demi mereka yang kucintai. Keluarga dan calon isteri ku kelak. Aku tidak mau suatu saat nanti kerjaanku cuma mengamen dan isteriku mengemis bersama anakku. Setidaknya dalam kehidupanku kelak punya tempat tinggal yang layak dihuni dan bahagia bersama keluargaku.

Ayey. Pembicaraan diatas terlalu dewasa. Sekarang yang aku pertanyakan bagaimana caranya aku menjalani final test yang tinggal beberapa hari lagi? Yang aku inginkan hanya IP lebih dari 3 dan tidak ada nilai C. Jadi aku bisa lulus tepat waktu. Setidaknya pada umur 25 tahun aku sudah menikah. Mohon doanya untuk menjalankan rencana yang mulia ini. Mohon doanya pula supaya final test berjalan lancar.

Argh! Dan sampai sekarang aku masih di cap “gak laku”. Sialan. Oke, bernazar. Apabila aku dapat pacar, aku akan . . . *beri ide*. Puasa?? Aku rasa itu sudah biasa. Traktir makan?? Wah, itu juga biasa. Walau tanpa nazar pun pasti akan terjadi. Nahh, have nice idea. Anu, kan aku gak bisa lepas dari hp. Naa, gimana kalo aku punya pacar, sita aja hp aku. Seharian deh. Oke, 2 hari juga gak apa-apa. Hp bakal disita oleh si pacar. Aseek. Siap-siap hengkang dari dunia tekhnologi selama 2 hari. Gobegobegobe. Semoga aku bisa. Bisa untuk tidak berpacaran dan lupa akan nazar ini. Ayey.

Bukannya sok dewasa, tapi aku dipaksa untuk dewasa. Aku harus menepati janjiku walau itu pahit. Bukan seperti dia, dia dan dia itu. Kalau aku sudah berjanji akan mentraktir makan, akan ku traktir ketika aku bisa melaksanakan janji itu. Ini hidupku. Walau kalian bilang aku pendiam, aku memang pendiam. Kalian bilang aku pembohong, aku juga memang pembohong. Kalian bilang aku penggalau, yup aku sadar itu. So, inilah aku. Nilailah sesuka hatimu.

Sedikit tambahan. Salam buat anak “Alchemist” yang katanya sukses di kampus masing-masing. Si Sheren yang sukses dari dulu hingga sekarang. Si Kukuh yang jadi bintang dalam bidang pendidikan di STIMIK. Begitu pula si Addin di keperawatan POLTEKES. Tiyo juga yang jadi “undas” di Teknik Mesin UNLAM. Faisal yang *tiiit* dikelas dulu dan sekarang jadi Ketua Biologi 2010 di STKIP dan jadi bintang juga. Juga si Fikri yang katanya jadi buronan si “peneron” di ITN Malang. Ricka di Psikologi UNLAM, tambah gila ya Ick? Dan aku sendiri yang sudah nyaman dengan predikatku sebagai mahasiswa Pendidikan Matematika UNLAM. Suka dengan Matematika adalah modal utamaku untuk tetap duduk disini, di “Kampus Terbaik se-Kalimantan Selatan”. Buat yang lain yang tidak ada namanya, tolong cek lagi di meja guru. Mungkin kalian bolos waktu pelajaran bu Tati, makanya nama nya gak ada. *becanda*

Sekian dan terima kasih. Wassalamualaikum wr. wb.

One thought on “Nazar Bego

  1. Hmm.. Lama tidak main kesini, setelah saya punya situs sendiri jadi ga pernah main kesini lagi. Hehe..
    Salam Kenal dari orang Pelaihari, eh, ini owner juga orang Pelaihari kan. Maaf kalau salah karna saya memang sotoy alias sok tau. Hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s