Trauma Disuntik Cewek

Assalamualaikum wr.wb

Pertama, takut disuntik. Yang kedua, takut nembak cewek.

Bukan takut sih, bukan gak mau juga, tapi trauma. Kalau diberi pilihan, disuntik atau minum obat? Sudah pasti aku memilih untuk minum obat. Tapi mau bagaimana lagi, kondisi mewajibkan aku untuk disuntik. Anu, sering dibohongi juga menyebabkan aku takut disuntik. Katanya disuntik itu cuma seperti digigit semut, seperti digigit nyamuk, nyata nya? Jauh dari yang diceritakan. Oke, sedikit cerita. Waktu SD kan ada suntik cacar gitu. Dulu suntik cacar mulai kelas empat SD. Aku cuma satu kali kena suntik. Pada penyuntikan berikutnya, aku sangat beruntung karena tepat ketika aku gak masuk sekolah. Tapi sorenya, tu ibu-ibu tukang suntik datang ke rumah tetangga, dan tepat sekali mama lagi ngegosip dirumah tetangga itu. Waktu kecil kan aku suka jalam gak karuan, pas lewat rumah tetangga itu, sekitar 10 meter dari rumah tetangga itu, aku dipanggil mama juga dipanggil tu ibu tukang suntik, aku langsung kabur. Masa kecil. Lalu entah kenapa yang ketiga kalinya aku gak kena suntik lagi, atau mungkin aku lupa bahwa aku disuntik. Whatever.

Trauma disuntik juga merupakan salah satu faktor aku tidak memilih profesi sebagai dokter dan sejenisnya sebagai pekerjaanku dimasa depan. Faktor lainnya adalah aku benci hapalan. Buku ilmiah layaknya novel. Sedangkan buku matematika layaknya komik, cihuy. Oh ya, waktu aku kecelakaan dan luka cukup serius di bagian kaki mewajibkan aku diantar kerumah sakit dan kakiku dijahit. Yang jahit kaki aku, entah dokter atau perawat, tapi dia cantiiik! Kayaknya baru saja keluar dari perguruan tinggi, masih agak muda. “Haris jangan takut” “Suntik dulu ya” “Tuh, gak sakit kan?” Kata- kata nya itu lohh, bukan seperti dokter yang tanpa salam dan kata sambutan, langsung tancepin aja tu jarum suntik. Wow!

Oke, kembali ke trauma. Ini beda dengan makan daging kambing. Daging kambing tidak membuatku trauma, tapi aku tidak suka. Kalau tidak suka, masih bisa ku toleransi. Ketika pada suatu acara aku disuguhkan makanan dengan lauk daging kambing, aku akan memakannya, walau terpaksa.

Nembak cewek. Eaa. Serius, aku trauma. Masa lalu yang buruk itu masih menghantuiku. Saat aku nembak dan ditolak mentah-mentah. Sangat malu, serius! “Kita kan masih kecil, jadi gak boleh pacaran” dengan polosnya dia bilang gitu. Dan mulai saat itu hanya memendam rasa suka terhadap seseorang tanpa melampiaskannya. Sampai datang orang-orang yang tulus mencintaiku. Tapi entah kenapa cinta mereka aku salah gunakan, bego! Sikap kekanak-kanakanku masih ada waktu itu. Maafkan aku. Oke, aku nembak kalau sudah dapat respon positif. Dapat respon 99 %. Walau aku tidak bisa baca pikirannya, aku bisa mengetahuinya lewat kelakuannya. Sebenarnya dia mau nembak, tapi gengsi mengalahkannya *sok tau* dan dia tetap menunggu aku yang “shoot” dia. Inilah feeling. Sama seperti disuntik, saat kondisi mewajibkan aku untuk menembak.

Wassalamualaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s