Melakukan Sesuatu Karena Percaya Diri atau Melakukan Sesuatu Karena Ingin Membahagiakan Orang yang Kita Sayangi?

Assalamualaikum wr.wb

Melakukan sesuatu karena percaya diri atau melakukan sesuatu karena ingin membahagiakan orang yang kita sayangi??

Pertanyaan seperti itu saya lontarkan kepada teman-teman saya. Ini jawabannya,

Tiya,
“Aku lebih ke pernyataan kedua.”
“Alasan?”
“Pertama, aku gak PD-an. Kedua, itu akan lebih berasa bangganya.”
Oke, nice answer.

Sofia,
“Aku lebih ke option ke-2”
Sama dengan Tiya

Radith,
“Be yoursefl!”
Gak jelas. Ni orang gak pernah serius.

Iqbal,
“Karena yang kusayangi, tapi dengan percaya diri.”
Rakus, pilih keduanya. Gak mau salah.

Arief Budianto,
“Berfikirlah jangka panjang. Itu kuncinya Har!”
Aku minta jawaban, malah diberi solusi. Ilmunya terlalu tinggi.

Aku anggap semua dari mereka memilih melakukan sesuatu karena ingin membahagiakan orang yang kita sayangi, kenapa? Kenapa?

Kenapa tidak memilih melakukan sesuatu karena percaya diri? Aku pikir jika kita melakukan sesuatu karena percaya diri, maka Insya Allah akan berhasil. Dan sudah pasti, orang yang kita sayangi pun akan bangga dengan keberhasilan kita.

Sebaliknya. Jika melakukan sesuatu karena ingin membahagiakan orang yang kita sayangi, kita akan merasa terbebani. “Harus berhasil! Harus berhasil! Harus berhasil!!”

Pasti pernah nonton film “3 Idiots”, atau setidaknya tau film India yang terkenal dengan tema edukasi itu. Rancho melakukan sesuatu dengan percaya diri. Rancho kuliah dengan percaya diri. Sedangkan Raju kuliah karena ingin membahagiakan orang yang dia sayangi, keluarga dan kakaknya. Sehingga dia dipenuhi rasa takut. Begitu pula Farhan, dia kuliah karena keinginan orang yang dia sayangi. Keinginan keluarganya. Sehingga dia terpaksa kuliah disana, padahal dia menyukai sesuatu yang lain.

Tadi nonton World Record di Trans 7. Seseorang yang melakukan sesuatu dengan percaya diri melawan seseorang yang melakukan sesuatu karena ingin membahagiakan orang yang dia sayangi. Pertandingan dimenangkan oleh orang yang melakukan sesuatu dengan percaya diri. Aku tidak tau apakah kebetulan saja seseorang yang melakukan sesuatu dengan percaya diri dapat menang melawan seseorang yang melakukan sesuatu karena ingin membahagiakan orang yang dia sayangi ataukah memang orang yang melakukan sesuatu dengan percaya diri benar-benar unggul. Entahlah.

Ternyata selama ini aku melakukan sesuatu karena tuntutan.

Bagaimana dengan kalian? Apakah ingin melakukan sesuatu karena percaya diri? Ataukah melakukan sesuatu karena ingin membahagiakan orang yang kamu sayangi?

Sekian. Wassalamualaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s