Salam buat Kalian

Assalamualaikum wr.wb

Baru saja aku membicarakan masalah Tiya. Masalah perasaan. Masalah hari. Dan baru saja aku membicarakan masalah shalat.

Oya, masalah hati. Sudah lama hati aku kosong. Hampir setengah tahun. Kapan aku bisa merasakan saat indah itu lagi? Abaikan Aku coba mengingat. Sepertinya aku tidak pernah bergandengan tangan dengan Wita, my last Ex. Pegang tangan nya pernah gak ya? Lupa. Yang pasti, aku gak pernah pegang hidungnya. Bukan saat bersama Qiqi, saat di gunung. Aku rasakan sesuatu yang beda ketika dia pegang erat tanganku, tak mau dilepas. Seolah, darah cinta mengalir di telapak tangan kami. Seringkali pegang hidungnya itu.

Masalah shalat. Agama. Aku memang tidak mereka yang pandai beragama. Aku cuma manusia biasa. Standar dalam beragam, bahkan kurang. Seringkali bangun kesiangan dan telat shalat shubuh. Setidaknya aku punya pendamping yang tidak buta agama, atau lebih. Satu lagi, pendampingku harus pintar. Tidak harus juga sih. Dan entah kenapa, dua kriteria itu selalu terpenuhi oleh my Exs. Serius, aku selalu ingin serius dalam berpacaran. Aku tak akan selingkuh! Anti! Cinta itu terlalu berharga untuk dikotori. Aku tidak mau main-main seperti mereka yang hanya cari kesenangan. Cantik itu relatif.

Oya, seringkali aku memang suka dengan cewek cantik tidak berjilbab. Wajar, aku laki-laki. Tapi aku tidak akan mengejarnya, apalagi sampai berpacaran. Apabila aku mengejar seorang cewek, dan bertemu dengannya di suatu tempat tanpa menggunakan jilbab. ILFEEL seketika. Abaikan.

Qiqi, the best. Kamu terobosan Madrasah, sudah pasti punya ilmu agama tinggi. Kamu pintar, punya posisi teratas sejak SD. Ibu kamu seorang Guru, tau sendiri kan bagaimana anak guru? Terdidik sebagai anak yang baik. So glad can be with you, Qi. But now, it was end. Kamu memang tidak cantik, tapi itu cocok untuk aku yang tidak ganteng ini. Kamu terlalu sempurna untukku. Kenapa aku baru sadar betapa sempurnanya dirimu. Bego! Oya, kapan kita jadian Qi? Kalo gak salah tanggal 19 November 2009 ya? Walau cuma lewat sms kamu menyatakannya karena kamu memang tidak bisa datang kerumah pada tengah malam itu. Akhirnya sering jalan bareng si sekolah. Masih berbunga-bunga. Tanggal 5 Desember, pertama kali kita nge-date. Di danau. Ingatkah kamu? Sabtu sore. Seringkali aku takut-takutin, “ada ulaaat”. Lalu tanggal 7 Desember kita ke Gunung. Saat kamu memegang tanganku erat. Dan saat kamu cuekin aku di puncak gunung karena keasyikan baca novel. Aku lupa kapan saat kita ke Pantai. Saat si Sheren ngerekam kita yang lagi jalan dipesisir pantai, sialan. Ternyata saat itu ada dia. Esok hari hangat isu video Haris pacaran di kelasku IPA2, dan juga kelas sebelah IPA3. Sampai sekarang aku belum liat videonya. Waktu ultah kamu yang kemarin, aku belikan novel Radit, yang Marmut Merah Jambu. Puasa beberapa hari buat beli tu novel. Kan waktu itu bukunya baru keluar. Oya, sebelum jadian pun kamu pernah traktir aku es krim. Waa, kok kamu baik sih sama aku? Itulah kenapa kamu begitu spesial. Yasudahlah. Kita sudah tidak ada ikatan lagi. I move on, and I let go. But I never, ever forget. Too hard to forget.

Kalau Wita. Aku ingat tanggal jadiannya. Sangat ingat. Tanggal 20 Oktober 2010, jam 8.10 malam. Aku datang ke kostnya malam itu. 20.10 20-10 2010. Padahal sebelum ke kost dia, aku berduaan makan es krim sama cewek. Sampai tukar kendaraan. Dia pakai kendaraan MX aku dan aku pakai Mio Soul nya ke kost Wita. LOL. Hanya teman, yup. Lama tidak jalan sama dia. Biasanya bertiga, tapi yang satunya di Banjarbaru, si calon bidan.

Yasudahlah. Sekian dan terimacintabaru.

Oya, satu lagi. Aku tidak mau bertanya hal yang sepele, apalagi mengenai pelajaran, karena itu akan membuatku terlihat seperti orang yang sangat bodoh. Aku tak mau merayu semua cewek yang aku temui. Bukannya tak mau, tapi aku tak bisa nge-gombal. Sebenarnya kalau mau, bisa saja aku belajar nge-gombal. Tapi aku tidak mau kelihatan murahan karena itu. Oya, sebenarnya aku mau tau bagaimana sih kehidupan orang pintar itu. Apakah mereka terlalu asyik dengan dunianya sendiri sehingga tidak bisa melakukan ini, tidak bisa melakukan itu? Untungnya aku jadi manusia yang biasa saja. Agama B+, PKn B, *itu nilai kuliah, bego!* Agama gak buruk amat. Muka juga gak ganteng amat. Moral baik *narsis*. Agak pintar *kata teman sih*.

Yasudah. Wassalamualaikum wr.wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s