Ini Ceritaku, Apa Ceritamu?

Assalamualaikum wr.wb

Banyak kejadian yang menarik untuk diceritakan. Banyak draf yang sudah dibuat, tapi berujung di tong sampah. Semoga kali ini tidak sampai ke tong sampah lagi. Oke, akan aku rangkum kejadian-kejadian itu.

Hari Jumat, tanggal *liat kalender dulu* 24 Juni 2011 aku di Pelaihari, kan liburan. Aku pulang ke Pelaihari sejak terakhir final test, kalau tidak salah hari Kamis. Sore hari aku diajak Ricka nonton pertandingan futsal. Katanya dia ga ada teman nonton, ngajak aku. Yang main adik kelas aku, anak SMANPEL, dalam rangka acara apa, aku juga gak tau. Bukannya ga mau, tapi aku harus ke Banjarmasin lagi sore ini karena besok mau liburan sama teman satu kelas. Sebenarnya kangen juga sih sama Ricka, anak Psikolog yang udah bertema sama aku dari SMP. Yasudah, sore itu aku berangkat ke Banjarmasin dan malam harinya aku jalan sama Uya, teman sekelasku. Dan kami disuruh beli air mineral buat liburan besok. Kami beli 2 kotak.

Maaf, tulisn kali ini memang tidak menarik karena akan aku singkat. Alhamdulillah bisa bangun pagi sekali. Bangunin Radith, mandi, shalat, dan berangkat. Di perjalanan sih biasa aja, karena liburan kali ini ke Bajuin. Daerah Pelaihari juga. Intinya, hari Kamis ke Pelaihari, Jumat ke Banjarmasin, Sabtu ke Pelaihari lagi. Ada beberapa teman yang mabuk perjalanan. Waduuh, pakai bis aja mabuk, gimana kalau pakai mobil? Itu lagi, si Muja, badan gede tapi kok mabuk? Badan doang gede *peace*. Tapi tetap aja bahagia, soalnya pacaran mulu. Kalau mabuk sih malah enak, yang disamping ngelus. Iri jadinya aku. Kali ini pernyataan terima kasih kepada teman-teman. Terima kasih kepada Basil atas topi nya. Keren Sil topi nya, Party Dork! Terima kasih kepada Iqbal atas iPod nya. Cukup membuat suara mereka yang fals itu hilang ketika karaoke didalam bis. Sayangnya sempat beberapa saat melewatnya betapa indahnya suara air terjun karena lupa lepas iPod. Terima kasih kepada Annas dan Amel atas cemilan nya. Terima kasih kepada Edwin atas roti nya. Sampai kesal nya sama aku, mereka ngatain aku rakus, wahahaha *ketawa setan*. Terima kasih kepada Hifnie atas Pop Mie nya. Momen nya tepat, ketika hujan turun, makan yang panas. Terima kasih kepada semuanya atas semuanya. Kalau mau liat foto-fotonya, tuh berhamburan di facebook ku.

Next. Minggu. Apa yang dilakukan? Pulang ke Pelaihari? Owaw, akan jadi rekor kalau hari ini pulang. 4 HARI BOLAK-BALIK PELAIHARI-BANJARMASIN. Aku memutuskan untuk menetap dulu. Siang itu, aku dapat sms dari teman, “Har, Duta Sheila on 7 jadi juri acara festival band di RRI”. Balas, “Kamu nonton?”. Balas lagi, “Aku ga bisa. Lagi di acara fastival Jepang”. Aku sih mau nonton. Tapi siang ini nganter Radith dulu, dia mau pulang kampung. Oya, waktu tau ada Duta, aku sms si Tiya, seorang SheilaGank yang hampir saja melewatkan momen itu. Dia langsung berangkat. Pas nganter Radith, kan lewat RRI, aku liat ada spanduk nya. Setelah Radith berangkat, aku ke kost Uya, ngajak dia ke RRI buat nonton. Selesai, balik lagi kost Uya. Sampai malam di kost Uya, cuma ngeliatin foto-foto yang di upload sama yang lain. Kita cuma nge-tag doang. Tidak terasa sudah tengah malam, dan baru sadar kalau belum makan. Hampir tengah malam itu, kami cari makan dan dengan selamat kami masih dapat makan. Hampir saja besok akan ada berita “Dua Mahasiswa Pendidikan Matematika Unlam Diduga Mati Kelaparan Setelah Main Facebook”.

Senin. Rencananya sih mau pulang. Tapi hari ini, aku ngumpulin kartu ujian terus diserahkan ke ruang dosen. Setelah itu, kan dikampus ada Edwin, Dendi, Uya, dan aku. Daripada pulang, kami merencanakan untuk jalan aja. Tujuannya ke rumah Laila dan rumah Annas. Apa ya namanya? Calon cinlok nya Dendi dan Edwin. Pertama ke rumah Laila. Kita sama sekali ga tau rumahnya. Cuma punya alamat. Cukup lama nyari dan sempat bolak-balik. Sempat juga tanya penduduk sekitar. Akhirnya dapat, eh ternyata si Laila baru aja selesai mandi. Dengan alibi ngantar undangan pernikahan Femmy dan selemabar kartu ujian lain yang tidak dikumpul, kami datang. Sayangnya Dendi tidak bisa berkutik dan buru-buru ngajak pulang. Yasudah, belum sempat masuk. Tapi kami sudah cap, ngasih tanda kalau kami pernah datang. Kami pulang. Oya, ke rumah Annas dibatalkan karena si Dendi yang berhalangan, sabar ya Win. Aku nongkrong di kost Uya sampai sore. Oya, sore itu aku ke kost Tiya buat ngembalikan helm Radith yang aku pakai. Soalnya helm ku basah karena kehujanan waktu nonton festival. Sempat curhat sama Tiya. Cukup lama. Sempat membicarakan anu pula. Pokoknya pembicaraan saat itu sangat terbuka dan ngelantur sampai kemana-mana. Sudah jam 5 lebih. Aku pulang, packing lalu pulang ke Pelaihari. Kemalaman sih.

Habis isya, Madan nelpon, “Har, kita main yok. Terus ntar nginep dirumah Divo”. “Okelah”. “Sip, ntar aku jemput”. Baru aja sampai Pelaihari udah diajak jalan lagi. Aku siap-siap dan nunggu Madan. Sampai ketiduran. Dan pagi hari aku dapat sms, “Maaf Har, ga jadi”.

Hari Selasa, Faisal ngajak ke rumah Lisa. “Har, malam ini kerumah Lisa nyok”. Aku sih oke, tapi kan STIKES MB masih belum libur. Dan benar saja, Lisa masih di Banjarmasin. Akhirnya malam itu aku, Faisal dan Madan jalan keliling Pelaihari ga karuan. Ujung-ujungnya ya nongrong di Tugu juga.

Hari Kamis, tepatnya malam harinya, Ibnu pamer lagi! Rencananya sih dia mau balikin fd aku aja. Ujung-ujunya ya pamer juga. Aku ceritakan. Malam itu dia mau balikin fd aku yang dipinjam nya sudah cukup lama. Karena aku juga bosan dirumah, sekalian aku ajak jalan aja. Kita keliling-keliling. Oya, aku mau tau rumah baru Qiqi, mantan terbaik aku. Sekalian minta temenin Ibnu buat nyari. Bolak-balik daerah Matah. Patokan kami buat nyari rumahnya cuma kendaraan Mio Soul Merah atau mobil Kijang nya. Malah sempat naik gunung, kata Ibnu, “Dengar-dengar rumahnya dekat sama kebunnya”. Dan yang aku tau, kebunnya arah sana, gunung. Setelah kesana, gelap gulita, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Akhirnya aku suruh Ibnu ngirim sms ke Qiqi, nyanya dimana rumahnya. Aku malas sms. Kita nyari lagi sambil nunggu balasan. Setelah beberapa kali bolak-balik, kami memutuskan untuk kembali dan nyantai dulu di Tugu. Oya, waktu itu Ibnu kehilangan stylus iPhone nya. Mungkin waktu ngirim sms. Qiqi balas sms nya, “Di muka SD Karang Taruna 2”. Akhirnya kami kembali sekalian nyari stylus iPhone Ibnu. Ibnu tunjuk ke arah satu rumah, “Yang ini! Yang ini!” Aku ga tau. Lagian ga bisa mampir. Ini kan malam Jumat. Ga bakal dibukakan pintu. Kami pulang. Setelah jauh, “Nu, aku penasaran yang mana tadi?” “Itu yang ada mobil Kijang”. Ebuset, aku lupa. Yasudahlah.

Oya, malam itu Ibnu pamer BB baru. Dulu pamer iPhone. Terus pamer iPad. Sekarang BB baru. Katanya baru kemarin beli nya. Sialan. Pamer sih iya, tapi ujung-ujung nya minta bantuan aku juga. Ini laah. Itu laah. Mindahin contact laah. Install itu laah.

Yasudahlah. Capek ngetik neh. Oya, judul untuk tulisan ini apa ya. Oke, dapat ide. Sekarang kan lagi tren iklan “Ini Ceritaku, Apa Ceritamu”. Aku kasih judul itu aja deh. Sekian. Wassalamualaikum wr.wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s