Ragu

Nafasku memburu saat ku menulis kisah semu.
Ada haru yang tanpa diragu menyelimuti rindu.
Sebuah kisah baru akan terlahir dari senyummu.
Tapi Tuhan, kenapa aku ragu?
Benarkah Kau ada di depan, menuntun langkahku?

Dia begitu nyata, tapi juga tak kuasa.
Dia ada diseberang sana, tapi entah apakah ada rasa.
Dia menyirami aku dengan bahasa kalbu.
Tapi tidak disertai kata I Love U.

Oh ragu.
Kau membuatku pilu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s