Hari Ini Konsultasi

Ramadhan. Liburan panjang. Selama liburan, aku berada dirumah orang tua. Tapi masih saja sering bolak-balik Banjarmasin – Pelaihari.

Kemarin, kemarinnya lagi aku ke Banjarbaru. Biasa sih aku ke Banjarmasin ataupun Banjarbaru. Tapi ini Ramadhan! Puasa! Dan alasan aku ke Banjarbaru adalah menemani teman. Bukan suatu alasan kuat yang membuatku mau ke Banjarbaru pada saat bulan Ramadhan. Kali ini teman aku mau ngambil STNK yang ditilang dan minta temani aku. Yasudahlah. Sebagai teman yang baik, aku temani dia. Sempat ke Polres, Kejaksaan, lalu ke Pengadilan. Dan yang membuat hari itu sangat melelahkan adalah tidak ada satu tempat pun yang bisa disinggahi. Ricka yang malam tadi kabarnya sedang berada di Banjarbaru, tiba-tiba sekarang udah di Pelaihari aja. Katanya pagi tadi pulang ke Pelaihari. Teman lain yang kuliah di Kesehatan banyak yang dinas. Fiqri, Addin dinas. Dini malah dinas di RSU Ulin Banjarmasin. Rere kabarnya ga ada di rumah. Akhirnya memutuskan pulang saja ke Pelaihari seletih-letihnya tanpa istirahat. Dan parahnya, saat sudah sampai di Pelaihari teman aku ngajak ke rumah teman lagi untuk main ps. Yasudah. Malam harinya, walaupun sedang keletihan, masih ada tenaga kok untuk tarawih. Usahakan tahun ini jangan ada bolong. Tahun kemarin udah bolong sekali. Malam ini pula, ada kabar kalau Lisa sedang sakit. Pengen jenguk malam itu juga, takutnya udah kemalaman. Dan belum ada konfirmasi langsung dari Lisa kalau dia sakit. Aku cuma dapat kabar dari Dini.

Kemarin. Kirim pesan ke Lisa lagi, apakah dia benar-benar sakit. Ternyata benar. Hari ini pula, si David ngirim sms kalau hari ini kita buka bersama. Aku tidak tau siapa saja yang ikut, bukan aku yang ngurus. Siang hari, aku ngajak Faisal jenguk Lisa. Ngobrol panjang disana. Sampai sore hari, kami pulang. Mau siap-siap buat buka bersama. “Kumpul di rumah Sheren jam 5”, begitulah sedikit kutipan sms dari David itu. Acara itu merupakan acara buka bersama pertama untuk tahun ini. Pesertanya, Aku, Divo, Habibi, David, Madan, Faisal, Dani, Sheren, Zesi, Yulia, Gita dan Linda. Dan kebetulan buka puasa kali ini ga asik! Berasa jadi tamu tak diundang, atau mungkin forum kali saat ini yang ga asik. Bicara masing-masing. Ini sih namanya mereka yang kumpul, kami, laki-lakinya cuma sebagai pelengkap. Semuanya selesai. Aku sama Faisal lanjut tarawih ke Masjid Agung Al-Manar. Oya, selama Ramadhan ini, aku shalat tarawih ke Masjid Al-Manar terus. Belum pernah ke lain. Ada sesuatu yang beda pada malam ini. Mati lampu! Yap, pada waktu witir, eh mati lampu. Untung saja, “Pahlawan Masjid” itu sigap dan langsung menyalakan generator. Malam ini aku pulang cepat, ga JJMan dulu. Soalnya besok mau ke Banjarmasin, mau konsultasi. Kebetulan yang dosen PA nya Ibu Hairani lebih awal konsultasi dari yang lain. Info itu sudah aku dapat jauh hari di grup Facebook, “Pendidikan Matematika”.

Sahur. Kali ini dapat pesan singkat dari ka Novita, katanya hari ini melanjutkan rapat divisi acara. Bla bla bla. Ternyata sama, dosen PA nya ibu Hairani juga. Bla bla bla. “ntar ati2 di jalan ye”. Uh, dapat perhatian. Lama rasanya ga dapat perhatian dari seseorang. Habis shalat shubuh, langsung berangkat ke Banjarmasin. Sahur tadi, sangat banyak minum air. Takutnya dehidrasi tinggi hari ini. Eh, malah miris banyak sebelum berangkat. Waktu dijalan masih ada sisa. Padahal udah buang banyak tadi. Belum jauh dari rumah udah kebelet lagi. Tahan aja deh. Suasana kebelet malah menjadi-jadi karena dukungan dinginnya embun. Menggigil. Kebelet kali ini melebihi kebelet saat test kesehatan masuk Perguruan Tinggi tahun lalu. Saat itu juga minum banyak agar saat test, urine nya ga sulit untuk keluar. Ternyata kebanyakan. Malah nahan sejadinya. Pagi ini melihat ciri khas Bati-Bati dengan kabutnya di shubuh hari. Benar-benar kabut. Lalu melihat sunrise yang sudah sangat lama tidak kulihat.

Sampai dirumah, rencananya mau istirahat, mau tidur. Tapi ga bisa. Akhirnya melalukakan sesuatu yang sangat bermanfaat. Bersih-bersih rumah. Yap, bersih-bersih rumah, bukan kamar! Dan juga memperbaiki sesuatu yang rusak. Cukup lama rusak, dan menunggu si perusak memperbaikinya. Berharap si perusak sadar dengan sendirinya. Tapi ternyata harapan itu hanya harapan kosong. Berharap mereka memperbaikinya sama saja dengan berharap adanya lebaran monyet.

Jam 10, Basil jemput aku. Aku belum punya trankrip. KRS masih kosong. Berangkat aja dulu. Basil memeberi aku transkrip kosong, saolnya aku sudah pesan sama dia kalau buatkan satu transkrip kosong.Ngitung IP di ruang dosen. Alhamdulillah nembus 3 lagi. Ambil full sks lagi, 24 sks. Tanpa ini mata kuliah, minta tandatangan saja sama bu Hairani. Nanti saja lah isi nya, hee.

Setelah konsul, rapat direncanakan jam 11 di MIPA. Ka Novita sudah nongkrong duluan. Aku ditemani Basil yang statusnya sebagai bindam menghampiri. Ga beberapa lama ka Fahriza datang. Rapat dimulai. Aku juga ajak Edwin, ketua pelaksana acara. Disusul dengan datangnya ka Turis dan ka Selvi. Alhamdulillah yah, dengan kegiatan seperti ini bisa melupakan masalah cinta sejenak. Rapat sampai sore. Pulang ke rumah diantar Basil, makasih ya Sil. Siap-siap buat ke Pelaihari. Masih sempat. Tidak lupa dengan pesan Madan, “tolong bawakan speaker ku”. Bensin hampir habis, ke pom dulu buat ngisi. Ngantri. Dan ternyata baru ingat kalau ketinggalan sandal di rumah. Bergegas balik ke rumah. Ah, barang orang lain ingat, sedangkan punya sendiri malah lupa, sial. Kalau dihitung pun, waktunya ga sampai lagi kalau ke Pelaihari sebelum adzan Maghrib. Akhrinya memutuskan membawa minuman botol yang kebetulan ada dikamar. Sepertinya akan berbuka di tengah jalan. Ngebut. Alhamdulillah sampai sebelum adzan Maghrib.

Faisal mau ikut tarawih di Masjid Al-Manar. Aku jemput ke rumahnya lalu berangkat ke Al-Manar. Pulang shalat tarawih, kami makan Pekmpek Paembang yang ada di Parit, Pelaihari.

Hari-hariku yang cukup melelahkan. Nekat bolak-balik Pelaihari Banjarmasin ataupun Pelaihari Banjarbaru dalam satu hari. Aku suka dengan hariku yang seperti ini. Membebani namun membuatku cerah. Aku dihargai disini. Terimakasih sahabat. Dan ternyata divisi acara adalah hal yang cocok untukku. Berasa jadi teman dekat walau beda angkatan. Komunikasi yang harmonis. Rapat internal berulang kali. Saling menghargai. Itulah kami, divisi acara. Aku pikir hanya divisi acara yang sudah rapat berulang kali. Bahkan ada divisi lain yang belum ada rapat. Bahkan kami pernah memboyong divisi humas dana, bindam, dan ketua pelaksana pun pernah kami bawa dalam rapat internal kami.

Aku masih punya tugas yang belum aku selesaikan dalam divisi acara. Deadline seminggu. Aku tidak berani mengabdi seutuhnya pada organisasi, tapi aku akan berusaha maksimal semampuku, sebisaku.

Pelaihari, 6 Agustus 2011
Haris Saputera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s