Kuliah Itu Sulit

Oh, begini toh kuliah?

Baru sadar kalau seperti ini, seperti itu. Maklum lah, tidak ada yang yang mengajarkan ataupun mengenalkan aku secara mendalam tentang perkuliahan. Ayah hanya lulusan SPP Negeri Banjarbaru. Sedangkan mama berhenti sekolah ketika duduk di bangku SD, beliau lebih memilih membantu orang tua bertanam padi dibanding merepotkan orang tua.

Sampai sekarang ayah tidak tau, berapa IP aku, apalagi mama. Bahkan mereka mungkin tidak tau IP itu apa? Paling banter ayah menanyakan, “gimana ulangannya?” pada saat libur setelah UAS.

Dan ada raut wajah murung dari kedua orang tua ku saat aku berkata, “ada satu yang mengulang”. Salah mereka, kenapa menanyakan, “semester ini ada yang mengulang tidak??”. Apakah ini benar-benar mengecewakan mereka sehingga mereka harus memasang mimik wajah seperti itu??

Aku orang pertama yang mengenyam bangku kuliah di dalam keluarga. Ini bukannya sombong ya, ini karena aku anak sulung. Sebenarnya ada kakak sepupu aku yang udah mengenyam bangku kuliah terlebih dahulu, walau berstatus Perguruan Tinggi swasta, tapi nyatanya kuliahnya kandas di tengah jalan. Dan satu lagi, kakak sepupu yang sekarang malah jadi satu angkatan, padahal dia lebih dulu setahun, dan sekarang dia kuliah di salah satu Perguruan Tinggi swasta di Banjarbaru. Sementara yang lainnya memilih berwirausaha dibanding kuliah.Sementara sifat asliku pemalu, grogi-an, sulit mengeluarkan pendapat, apalagi bertanya. Ini juga menjadi alasan kenapa aku tidak bisa minta petunjuk kepada siapapun tentang perkuliah.

Aku anak sulung. Sekarang punya adik dua. Kata ayah, akan habis-habisan membiayaiku. Sementara nasib adikku nanti akan diserahkan kepadaku. Aku merasa terbebani, sungguh. Tidak bisa plong. Tapi aku yakin ayah cuma bercanda. Suatu saat akan kubawa adikku menjadi orang yang lebih dari aku. Seorang adik itu wajib memiliki kemampuan lebih dibanding sang kakak.

Sekarang aku tau bahwa mahasiswa adalah benar-benar pelajar yang MAHA. Seorang pelajar yang kritis. Dituntut untuk mandiri. Tapi juga harus pandai bersosialisasi. Bukan anak SMA yang kalau ada pengumuman, maka akan diberitau di depan lapangan pada saat upacara. Mahasiswa dituntut untuk mencari info sendiri, mandiri.

Ternyata kuliah itu sulit. Tidak mudah. Apalagi berada di kampus yang berstatus negeri. Bagi kalian yang kuliah di perguruan tinggi swasta memang gampang mencari nilai, salah satu perguruan tinggi di Banjarmasin, orang menyebutnya STIH Banjarmasin. Menurut pengakuan beberapa mahasiswa disana, sangat gampang cari nilai, bahkan dapat uang. Salah seorang teman aku yang menjadikan STIH cuma untuk persinggahan sementara daripada dia ga kuliah pernah bicara pada aku, “bahkan aku bisa dapat nilai tinggi sekaligus dapat tips dari hasil mengerjakan tugas para mahasiswa berdasi”. Maksud mahasiswa berdasi disini adalah orang tua yang sudah mapan dan mau menambahkan secoret gelar dibelakang namanya, bahkan mereka adalah orang bermobil. Satu lagi, teman aku yang kuliah di perguruan tinggi swasta lain, sebut saja Universitas Achmad Yani. Dia yang baru saja selesai kuliah ini mengaku kalau skripsi nya itu beli, seharga jutaan rupiah. Yang membuatku bingung, bagaimana sidang nya?? Yap, seperti itulah gambaran perguruan tinggi aneh sekitar Banjarmasin. Entahlah. Dan bukannnya sombong, sepertinya kampus yang tertera di KTM ku lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas.

Sedikit timbul penyesalan kalau akan menyia-nyiakan hari yang cerah di depan kalau terus bermalasan. Semoga nilai D tidak akan terulang lagi! Aku jera bu. Dan semoga semangat ini tidak luntur sampai masa perkuliahan tiba. Amiiin. Oya, tidak lupa agar keberuntungan selalu berpihak padaku seperti saat test masuk perguruan tinggi yang bernama SNMPTN itu.

Oya, makasih buat ka Novita yang udah membantu aku untuk memahami tentang kuliah. Dan buat kalian semua. Aku masih punya orang hebat disekelilingku. Makasih semua. Mungkin dilain waktu, aku akan cerita tentang orang-orang hebat itu.

Pelaihari, 12 Agustus 2011.
Haris Saputera.

2 thoughts on “Kuliah Itu Sulit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s