Terima Kasih Sudah Membangunkanku

Senin. Akhirnya buka puasa. Buka puasa bareng Uya di langgar dekat rumah, di Banjarmasin. Loh, kapan ke Banjarmasin? Di tulisan terakhir masih di berada Pelaihari. Sebenarnya sebelum tulisan ini terbit, masih ada dua tulisan yang terbit duluan. Belum selesai karena saking sibuknya. Siang masalah kampus, malam masalah ibadah.

Back to the topic. Hari ini buka puasa bareng Uya. Shalat maghrib. Pulang ke rumah. Langsung ngantar Uya ke kost, soalnya sudah seharian disini, di rumahku. Habis ngantar Uya, langsung pulang. Takutnya telat tarawih. Oya, waktu pulang sekalian beli nasi goreng dulu buat sahur. Sesampainya dirumah, ternyata masih lama adzan isya nya. Santai dulu. Sekalian sms teman-teman buat minta bantuin bangunin aku untuk sahur. Isya dan tarawih di langgar dekat rumah. Habis tarawih, jalan dulu. Sekalian mau cari pesanan Ibnu, minta tolong belikan stick PS. Sayangnya aku lupa dimana tempat yang jual stick murah itu. Waktu di jalan, Edwin nyuruh nyebar sms rapat. Aku sebar. Beberapa respon positif, beberapa dengan alasan, dan lainnya tidak merespon. Pikirku waktu itu, yang lainnya sudah ok. Sesampainya di rumah, langsung bersihkan badan lalu tidur.

Jam 3 alarm bunyi, tapi masih masih malas. Sampai alarm berulang kali dan hampir jam 4 baru bisa benar-benar bangun. Sahur, walau ga nafsu. Sekitar jam 4 lewat, dapat sms dari Radith, “Sudah bangun??”. Beberapa menit kemudian datang sms dari Qiqi yang isinya “!!!”. Lalu sms dari Radith lagi, “Haaaaaar. Sudah sahur atau belum??”. Karena lagi asik makan sama ngakak liat OVJ Sahur, jadi lupa balas smsnya. Akhirnya masuk lagi sms dari Radith, “Balasi sms ku!”. Akhirnya smsan sama Radith sambil sahur. Karena aku sudah bangun, lapor dulu sama Tiya yang janji mau bangunin aku. “aku sudah bangun Ya”. Tapi dia balas, “bangun woy, sahur!!”. Ternyata besok harinya dia berkata kalau dia pakai sms timer, pantesan aneh. Lalu masuk sms dari Qiqi yang aku tak mengerti isinya. Memikirkan arti sms nya sama seperti main basket berjam-jam, melelahkan. Beberapa lama kemudian ada sms lagi, aku pikir sms selanjutnya adalah arti dari sms ini. Tapi nyatanya isinya seperti ini, “Maaf salah kirim. Oya, apa maksud twit terakhir tadi tuh?”. Yap, sebelumnya ada nge-tweet sesuatu, yang menyinggung sms “!!!”. Karena kedapatan nge-tweet itu, langsung ga bisa balas sms. Aku pikir dia jarang buka twitter lagi sekarang, jadi bebas aja mau tweet apa aja. Isi tweetnya, “makasih qi, walau cuma sms dan isinya pun cuma “!!!” aku pikir itu adalah caramu membangunkanku walau ga ikhlas”. Cukup lama membiarkan sms tanpa balasan, dapat sms dari Qiqi lagi, “Kak, minta tolong dong. Bangunkan jam 6.30, haa :P”. Akhirnya memberanikan diri balas sms, sekalian balas sms sebelumnya, ” . . . ga mungkin Qiqi ga tau arti tweet itu”. Akhirnya Qiqi berkata, “Masalah twit, bukannya ga ikhlas. Ga suka aja ngirim sms: BANGUN!! BANGUN!! SAHUR!! SAHUR. It’s not my style. :D”.

Ga bisa tidur lagi sampai pagi. Jam 9 sudah siap karena aku nyuruh yang lain kumpul jam 9.30. Dan aku berharap jam 10 sudah bisa mulai. Setelah siap, bayar listrik sama ledeng dulu. Lalu balik lagi ke rumah nunggu dijemput Basil. Basil datang dan numpang pipis bentar, lalu bawa Mio-nya Basil. Cukup banyak yang datang duluan, bahkan sudah nimbrung di LabKom, tempat dimana kita akan rapat. Tinggal nunggu ketua pelaksana dan acara akan dimulai. Cukup lama sampai sang pemegang kunci LabKom menyuruh kami bubar dan tidak memperbolehkan kami rapat disana. Ada masalah internal dengan asisten dosen itu dan kami yang kena imbasnya. Cukup lama di luar, sementara ka Hamdan keliliang nyari ruangan kosong yang bisa ditempati untuk rapat. Lalu Bengkel Matematika jadi tempat persinggahan kami selanjutnya. Sebenarnya bisa saja rapat dimulai, karena yang jadi juru bicaranya aku juga kan. Tapi ga asik aja. Katanya jam 11 mau dipakai buat kuliah. Tapi Edwin tak kunjung datang dan hampir jam 11. Akhirnya ka Saufi minjam ruangan Multimedia. Edwin datang dan rapat dimulai. Rapat berjalan lancar. Tempat dipinjam sampai jam 2. Kami selesai.

Setelah rapat. Masih ada aja yang nyinggung masalah baju yang aku pakai. Setelah kemarin Radith berkata, “bajunya bagus”. Itu waktu pakai yang putih. Sekarang pakai yang hitam dan mereka berkata, “Haris keren, tapi lengan bajunya dinaikin sampai 3/4 supaya lebih bagus”. Seringkali aku tarik lengan bajunya sampai 3/4, tapi selalu turun dengan sendirinya, haa. Lanjut. Bareng Tiya, Basil dan Uya ngambil password buat KRS Online. Sepertinya mulai semester depan mulai pakai KRS Online. Setelah itu, Tiya pulang dijemput Yasir. Aku bersama Basil dan Uya mampir dulu ke Masjid. Di Masjid ada kepikiran mau pulang hari ini juga. Sumpah serapah Basil pun menyertaiku, “Semoga hujan. Semoga ban kendaraan Haris bocor. Semoga ngantri bensin panjang. Bla bla bla”. Sebenarnya ga ada kepikiran buat pulang hari ini. Tapi rapat selanjutnya ditunda sehari. Dan yang lebih menguatkanku untuk pulang adalah hari ini buka bersama di rumah Tutur. Selesai shalat, langsung ke kost Tiya. Mau nge-print sesuatu dan surat KPR punya Uya. Sempat membahas sesuatu di kost Tiya dan juga ngedit sedikit yang mau di print. Sempat mati lampu juga. Agak kesal. Cukup lama dan akhirnya nyala lagi. Dapat sms dari Radith, minta tolong ambilkan password buat di kampus. Lupa tadi ngambilkan buat Radith, ga kepikiran. Setelah selesai nge-print, langsung ke kampus. Ternyata BAAK sudah ditutup karena kesorean. Lanjut ke kost Uya, buat ngantar surat yang selesai di print. Lalu ngisi bensin Mio-nya Basil dan untungnya ga ngantri panjang. Tuhan berpihak padaku.

Sampai rumah, say Thanks Very Much to Basil. Masuk satu pesan baru dari Tutur, “Har. Datang ya. Kabarin yang lain juga, soalnya aku ga tau no yang lain”. Aku balas, “Maaf Tur, ga janji bisa ngabarin yang lain. Soalnya ini lagi siap-siap buat ke Pelaihari. Doakan selamat dan sempat”.

Tergesa-gesa shalat Ashar. Tergesa-gesa siap-siap. Langsung berangkat ngebut. Sementara bensin sekarat, dan kalau mampir di pom lalu ngantri, diperkirakan ga sempat buat bukber di rumah Tutur. Berharap sampai dengan bensin seadanya. Saat dijalan, sempat sms Faisal, “hari ini kita ke rumah Tutur ya, aku jemput”. Sempat hujan lebat, lalu reda, lalju gerimis. Sekitar 5km sebelum sampai, eh bensin habis. Untung saja di ga jauh ada yang jual bensin eceran. Beli selitar dan lanjut. Sekitar satu jam perjalanan dan sampai rumah dengan selamat. Seakan ga pakai headset, bunyi angin semua, padahal volume suaranya sudah full – 1.

Tergesa-gesa mandi. Tergesa-gesa pakai baju. Jemput Faisal, berangkat ke rumah Tutur. Setelah sampai, ternyata cuma aku sama Tutur yang merupakan tamu undangan, waa. Cukup lama, akhirnya datang si Ricka dan Lily yang semenjak aku di Banjarmasin sangat menyuruh aku datang. Yang lain banyak yang berhalangan, bahkan mungkin ada yang tak tau. Cukup banyak cuap-cuap. Mulai lama ga ketemu sama Ricka. Beberapa kali aku merencanakan jalan atau makan sama Ricka yang kuliah di Ilmu Psikologi Unlam ini, tapi tak kunjung terpenuhi. Mulai nonton futsal adik kelas sampai makan pekmpek tak jua tercapai. Sama Lily juga. Padahal sama dalam satu Fakultas yang sama, tapi jarang ketemu. Katanya, aku juga ga pernah ngajak dia jalan lagi. Okedeh, kapan-kapan kita jalan lagi Ly. Sampai masalah IP yang membuatku diam membisu, karena IP ku anjlok. Oya, kami sebagai tamu diberi ruangan khusus. Yang ada disana, aku, Faisal, Ricka, Lily, Tutur, pacar Tutur, dan beberapa adik kelas Tutur di MTsN. Sudah tau kan gimana aku kalau dihadapkan banyak makanan? Yabegitulah. Sebelum pulang, kami diberi nasi kotak. Pamit pulang sama keluarga Tutur. Ngantar Ricka yang rumahnya di padang anjing. Ricka Tinambunan, Batak Kristen. Faisal sempat sangat ketakutan. Nganter Lily. Lalu ngantar Faisal dan aku pulang. Saat sampai rumah, eh malah hujan deras. Hampir pasrah karena bakal bolong tarawihnya. Tapi Tuhan berkata lain, hujan reda beberapa saat sebelum adzan Isya. Langsung berangkat ke Masjid Agung Al-Manar. Waktu tarawih, sempat hujan lagi. Tapi pas tarawih selesai, hujan reda dan langsung pulang.

Pelaihari, 16 Agustus 2011.
Haris Saputera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s