Lebaranku

Untuk tulisan ini dan selanjutnya cukup disingakat demi kondisi kesehatan jari sang penulis.

Jumat, sehari setelah kedatangan ku di Barabai. Kami memutuskan untuk keliling Banua Kupang, kelahiran kakek dan juga makam kakek bersama nenek. Disana banyak ketemu keluarga yang tak dikenal (maksudnya aku tidak kenal, tapi yang lain kenal), tapi mereka kenal sama aku. Menakjubkan! Berasa artis sehari setiap tahunnya. Ke Banua Kupang sekalian ziarah ke makam kakek dan nenek dari pihak ayah.

Puas keliling, melanjutkan perjalanan ke Pamangkih, rumah mama, juga orang tua mama. Disini acara haul kakek dari pihak mama. Saat itu aku ditanyai lagi, “Haris nginap ga?”. Setiap tahun ada saja pertanyaan itu, dan selalu aku tolak. Ga punya teman di Pamangkih. Ini juga yang menyebabkan aku tidak dapat THR dari uwa yang menetap di Banjarmasin, kakak mamaku. Biasanya tiap tahun dapat. Mungkin ditipkan sama orang tua dan diam-diam mereka tak mau memberikannya.

Jumat malam, Ancah ngantar Amat ke Barabai Kota, nyusul orang tua nya, uwa Nana dan paman Taberi yang sudah disana sehari sebelumnya. Sementara aku dirumah saja tertidur pulas.

Sabtu,aku bermalasan, makan, tidur, nonton tv. Sore ini, aku ke bengkel Haris (bukan aku), isteri Imau (kakak Ancah). Sore ini juga kerumah pacar Ancah. Sialan, sepertinya Ancah bermaksud memperkenalkan cewek yang terbilang cantik itu ke aku. Hmm, cukup membuatku iri. Muka preman bisa pacaran sama cewek cantik, sialan. Jurus apa ya?

Malam minggu Sabtu malam, ayah datang dari Pamangkih, mau memastikan bahwa besok hari pulang ga pagi buta. Oya, semua yang berangkat bersamaku akan pulang hari Minggu kecuali aku yang harus tinggal demi menghadiri resepsi pernikahan Nurul (teman sekelas) dan Lana yang udah pulang duluan. Kebetulan paman Shaleh mau ngantar ke Pelaihari. Nah, saat ayah datang kerumah, memastikan besok ga pulang pagi buta karena ada pernikahan di Pamangkih, ayah bawa motor CS1 yang sepertinya punya paman. Niat jahat muncul. Aku pinjam motornya buat dibawa ke Barabai. Pesan ayah, “Jangan lama ya”. Akhirnya aku ajak Ancah ke Barabai. Pengennya dia ngajak pacarnya, tapi ga jadi. Aku ke Barabai, keliling lalu makan Mie Ayam (lupa nama jalannya, itu yang disebut Giegie), karena aku baik, aku traktir sepupuku itu. Setelah itu, aku berkunjung kerumah Yasir untuk memastikan apakah Beat nya benar-benar berantakan? Setelah sampai dirumahnya, aku cuma bertemu ayah dan mama nya. Yasir masih diluar, dirumah sepupu atau yang lain. Sudah cukup lama dia minggat dan ga mau pulang. Saat di telepon dia seringkali mematikannya. Dan malam ini ditelepon lagi. “Yasir dimana? Ini Hari datang kerumah”. “Dirumah anu”. “Pulang ya, ntar si anu jemput”. “Ya”. Akhirnya nelpon anu, dan ternyata dia sudah tidur. Ga jadi deh Yasir pulang. Awi ga ada dirumah dan ga bisa jemput karena lagi kemah. Tia dalam kamar doang walau aku dan Ancah datang. Awi dan Yasir, aku masih ingat. Tapi kalau Tia, aku lupa gimana rupanya. Penasaran, tapi mau gimana lagi. Aku cuma bisa dengar suaranya. Cukup lama disana, aku pamit pulang. Selanjutnya kerumah orang tua paman Taberi, atau lebih tepatnya mengunjungi Amat. Sampai cukup lama juga disana. Yang disayangkan, malam ini aku ga bisa kerumah paman Uhan. Siapa yang tak kenal Subhan, calon bupati Barabai yang ditinggal oleh wakilnya itu, haa. Yang membuatku kangen adalah anak paman Uhan, si Kiky yang sangat putih, cantik dan imut. Waktu SD, sempat adu pintar sama dia (kami seangkatan), dan ternyata pengetahuannya lebih banyak dari aku. Sialan. Semenjak SMP, dia sudah dilarikan ke Jawa, tinggal bersama eyang nya. SMA pun masih disana. Entah sekarang kuliah dimana. Bahkan aku tidak menemukan akun Facebook nya karena aku tidak tau nama lengkap nya, juga no HP nya. Suatu saat kita harus bertemu, kamu pun pasti masih ingat sama aku.

Puas keliling, aku pun pulang. Kasian ayah yang lama nunggu. Kemalaman pulang ke Pamangkih. Maaf, yah.

Banjarmasin, 9 September 2011.
Haris Saputera.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s