Apakah Aku Lucu?

Apakah aku lucu? Hmm, pertanyaan yang menarik. Aku akan terlihat lucu pada suatu kondisi tertentu. Gombal memang seringkali membuat lucu, tapi aku tidak suka menggombal. Melucu tidak perlu lagi mengandalkan fisik, sekarang sudah jamannya otak. Hanya dengan kata-kata pun bisa membuat banyak orang tertawa.

Ospek lagi. Di dalam acara ospek kami, juga terdapat beberapa penghargaan seperti mahasiswa baru terbaik putera, mahasiswa terbaik puteri, kelompok terbaik, pensi terbaik, kakak terbaik, kakak tergalak, kakak tergokil, kakak terlucu, dan juga kakak gajebo. Aku sendiri yang menghitung suara, dan SUMPAH aku ga korupsi suara. Saat menghitung suara, juga membahas mahasiswa terbaik. Mahasiswa terbaik putera sudah diputuskan, yaitu Thaib, dan kami tidak mungkin salah pilih. Untuk mahasiswa baru terbaik puteri, aku mengusulkan Gina untuk jadi mahasiswa baru terbaik puteri. Karena seringkali aku liat dia mengacungkan tangan mau bertanya atau mau membacakan nominasi surat, tapi tak kunjung diperhatikan. Saat ashar, aku serahkan kerjaan menghitung suara ke yang lain. Ternyata saat itu pula mereka memutuskan mahasiswa baru terbaik puteri, aku lupa namanya. Usulku untuk menjadikan Gina sebagai mahasiswa baru terbaik puteri diabaikan. Yasudah, mungkin bukan rezekimu, Gin.

Selanjutnya, kelompok terbaik diraih oleh kelompok 8, kelompok Thaib. Kelompok mahasiswa baru terbaik puteri juga. Pendamping kelompok ini adalah Serli, sial. Semuanya diborong oleh kelompok 8. Pensi terbaik juga kelompok 8 (kalau ga salah). Sekalian aja Serli jadi bindam terbaik, tapi sayang ga ada penghargaan seperti itu.

Kakak terbaik diraih oleh steering commitee, Saufi (2008) dengan pesaing sang ketua pelaksana Edwin (2010). Sedangkan aku cuma dapat satu suara pada nominasi kakak terbaik, sama saja dengan Fahriza.

Kakak tergalak diraih oleh korlak koordinator lapangan, Erna (2008). Erna menang mutlak dengan pesaingnya si Adi (2007) maupun Eko (2008). Tentunya tak ada yang memandangku sebagai orang galak, dan namaku tak terpampang disini.

Kakak tergokil diraih oleh Fahriza (2008), divisi acara. Tiga nominator memperebutkan posisi ini, aku Haris (2010), Fahriza (2008), dan Novi (2009). Ketiganya adalah anggota divisi acara. Bersaing ketat untuk mendapatkan posisi kakak tergokil.

Kakak terlucu diraih oleh Haris (2010). Entah apa yang membuat aku meraih penghargaan ini, aku juga tidak tau. Lagi-lagi yang memperebutkan posisi ini adalah aku, Fahriza, dan Novi. Melucu bukan hobiku. Tapi mahasiswa baru berkata lain. Wey Fahriza, kita tukar penghargaan yuk.

Kakak gajebo diraih oleh Novi (2009). Rasain! Novi sempat kabur saat disuruh naik panggung, agak malu kaliye jadi kakak gajebo. Lagi dan lagi, aku, Fahriza dan Novi memperebutkan posisi ini. Posisi yang tidak dinginginkan ini berhasil diraih oleh Novi, selamat ya.

Bersyukur bisa eksis walau sebentar. Walau terbilang masih baru, tapi tidak kalah eksis dengan kakak tingkat. Aku kira Edwin yang bakal eksis pada angkatan 2010. Pada acara games berkelompok pun, aku sempat bertanya, “tau siapa aja penjaga posko ini!?”. Mahasiswa baru menjawab “taunya sama kak Haris aja”. “yang mana!?” “yang itu (sambil nunjuk aku)”. Pada beberapa kelompok, saat aku nanya “yang mana!?”, bahkan ada yang bilang “yang mana ya!? ga tau”. Setidaknya dia tau namaku, haa. Salah satu penunjang eksistensi.

Yang jadi pertanyaan sekarang, kenapa aku jadi kakak terlucu? Lucu darimana? Apakah karena games aku. Pada posko Kalkulus, posko yang aku jaga, aku buat games dadakan yang terbilang lucu. Games yang terpikirkan sehari sebelum acara itu membuatku cukup ketawa. Aku cuma bawa tali, kastok baju, dan plester hitam untuk games itu. Peralatan lain dari mahasiswa baru sendiri dan dari alam. Aku test dulu pada kelompok pertama yang datang ke posko aku. Aku suruh ambil peralatan yang sengaja aku mutilasi ke berbagai tempat. Kastok baju di atas pohon, tali di rerumputan, dan batu putih besar di samping ban. Sering aku bentak “LARI!” saat mereka lelet membawa batu besar itu. Aku suruh mengeluarkan slayer dan sarung yang mereka bawa. Lalu aku suruh si ketua di dandani oleh peralatan yang ada. Maunya sih ada lipstik atau bedak, takutnya terjadi peloncoan, jadi aku ganti dengan plester hitam. Mau disuruh buat aksesoris dari dedaunan, takutnya waktunya kelamaan, jadi pakai peralatan seadanya. Ehh, tapi batu ga dipakai kok. Cuma sekedar membuat kalian sedikit capek, maafkan aku sudah samena-mena. Gak jelas banget ngambil batu yang gak ada gunanya, lalu mengembalikannya ke tempat semula yang terbilang tidak dekat. Selanjutnya, setelah selesai didandan, aku suruh satu persatu anggota kelompok lain untuk merayu atau menggombali, juga menembak si model. Sebenarnya ada maksud tersembunyi disini, aku sekalian mau belajar cara menggobali ataupun menembak, haa.

Panitia yang tenar pada acara kali ini adalah Erna (2008) sang korlap, Fahriza (2008) sang koordinator divisi acara yang ga jelas, Novi (2009) divisi acara yang ditugaskan jadi MC, sudah pasti tenar, Edwin (2010) ketua pelaksana, kemudian Saifudin Nor Haris Saputera (2010) divisi acara. Jangan tanya kenapa aku bisa tenar karena aku sendiri pun tidak tau alasan kenapa aku jadi tenar. Padahal seringkali aku berada dibelakang layar untuk merumuskan acara, atau menentukan nominasi, atau sekedar mengangkat konsumsi, atau mengumpulkan kado, juga jadi tukang foto, menyerahkan surat peminjaman ke bagian perlengkapan dan alhamdulillah ditolak karena kesalahan surat, ngambil surat legalitas ke bagian akademik, menjemput ketua prodi sekaligus tamu kehormatan ibu Aisjah, dan banyak lagi lainnya (sekalian curhat, kenapa tugas yang sebenarnya dikerjakan oleh divisi humas, divisi perlengkapan, ataupun divisi konsumsi harus dilakukan olehku yang jelas-jelas divisi acara).

Sudah cukup riya hari ini. Mari akhiri dengan alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s