Mengertilah Aku!

Hey, cinta? Dimana dirimu?

Cinta itu begitu indah. Cinta itu begitu baik. Cinta itu perhatian. Cinta itu membingungkan. Cinta itu membutuhkan energi. Cinta itu Kalkulus.

Sudahi perih ini. Disaat tidak ada yang peduli denganku, aku termenung sendiri. Saat aku mulai bangkit, semuanya mulai memberi harapan, entah itu asli ataupun harapan kosong.

Dengan niat mengisi kekosongan hati, kucoba mendekati seorang mahasiswi baru. Walau terbilang baru kenal, tapi dia sudah memberi respon positif, entah dia seperti itu kepada semua orang atau terhadapku saja, tapi menurutku sudah permulaan yang baik. Pertama bertemu, datang kerumahnya. Selanjutnya aku ajak jadi panitia sebuah acara Ramah Tamah (acara keakraban dosen, orang tua, dan mahasiswa yang baru saja yusidium). Hari-hari dilalui, ada saja alasan konyol untuk ketemu di kampus. Entah minjam fd, minjam pensil, minjam buku, ngembalikan pensil, ngembalikan fd atau sekedar ngobrol kecil. Saksi hidup kisah ini adalah beberapa anggota Saucubay, Dendi, dan Uya.

Disaat asik main sama mahasiswi baru itu, sang mantan terindah pun mulai memberi cahaya. Seolah kami adalah sepasang yang terpisah oleh jarak.

Seketika itu pula, incaranku SETENGAH TAHUN penuh mulai memberi harapan. Mulai memancing. “Hari ini masuk kuliah jam berapa?”. “Jam 11 sayang’ae”. Dan beberapa waktu lalu juga sempat curhat sama Nurul, temanku dan temannya. Sebut saja Nurul ini si jembatan. Semuanya diluapkan ke Nurul, bukan langsung ke orangnya, entah dia ataupun aku. Sampai Nurul bilang, “Kalian berdua sama-sama egois! Sulit untuk disatukan!!”. KATA Nurul sih, dia juga sempat cemburu saat tau rumor aku sama mahasiswi baru, tapi aku tak tau. Dia tak pernah mau berkata langsung padaku. Dia juga sering buatku cemburu. Mengertilah aku.

Qiqi, bukan maksudku untuk menyakitimu. Tak ada sedikitpun niat. Sekali lagi, jarak memisahkan kita dan komunikasi yang terlampau jarang, sudah membuat kita berantakan. Aku egois! Sekali lagi, HARIS EGOIS! Bukannya aku tidak setia, tapi kita tidak terikat lagi! Aku setia, tak pernah kulakukan perselingkuhan yang terbilang bejat itu. Mengerti aku. Aku hanya perlu seseorang yang mampu menyemangati hidupku dan tak mengharapkan apa-apa dariku. Kamulah orang terakhir yang kulihat sebagai seseorang itu. Terima kasih Qi. Ini keputusanmu, aku sadari aku salah. Aku hanya manusia.

Tentang mantan lagi. Bukannya aku tak mau satu kelompok denganmu, tapi aku terlanjur sangat membencimu. Sangat! Aku tidak suka sikapmu yang cerewet kepada semua orang, semua lelaki. Kamu terlihat sangat murahan. Cerewet dan manjamu kepada semua lelaki itu takkan membuatku cemburu. Aku sudah terlampau membencimu. Terima kasih pernah mencintaiku. Walau dimataku, cintamu itu palsu. Dan satu kata buat orang yang telah membuatku satu kelompok dengannya, MAAF! Aku hanya butuh beberapa waktu untuk tenang. Bercanda yang kelewatan akan membuatku sengsara, sangat sengsara! Ini sudah jauh terlalu dalam. Jangan sampai membuat hatiku tergores pada bagian yang sama.

Mengertilah aku!

Banjarmasin, 28 September 2011
Haris Saputera

One thought on “Mengertilah Aku!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s