Selamat Ulang Tahun, Tik

Hmm, 29 September 2011. Jika saja aku tidak mengenal Tika seminggu yang lalu, mungkin hari ini akan jadi hari yang biasa saja. Bangun, kuliah, makan, pulang, tidur. Yap, mungkin akan jadi hari yang seperti itu. Tapi Kamis lalu aku terlajur mengenal Tika. Dan hari ini, 29 September adalah hari ulang tahun nya. *krik*

Seperti manusia pada umumnya, mengucapkan selamat ulang tahun adalah hal yang sangat lumrah. Lebih lagi kalau bisa mengucapkan jam 12 malam teng. Aku yang juga sebagai manusia tak ketinggalan ikutan tradisi seperti itu. Semalam suntuk menunggu jarum jam supaya mengarah ke atas semua. Jam 12 agak lewat, aku kirim ucapan selamat ulang tahun yang sudah aku konsep beberapa jam lalu. Tak berakhir sampai disini, SMS KU DICUEKIN! Berpikir positif, mungkin saja dia sudah tidur. Tapi aku nya yang belum bisa tidur. Malam itu aku lanjutkan dengan nonton Pupus. Kisah sepasang kekasih tak terikat yang bertemu pada saat ospek karena tanggal lahir yang sama. Sampai jam 3 aku nonton. Takut, sangat takut kalau besok bangun kesiangan. Besok ada kuliah shubuh, mata kuliah Bahasa Inggris Matematika yang diajar langsung oleh Pembantu Rektor 4, bapak Sutarto Hadi.

Hmm, selamat pagi. Dia membangunkanku LAGI pagi ini. Walau mata masih sakit, dia terus memaksaku untuk bangun. Pagi ini sarapan mie rebus dan susu rebus. Ke kampus agak telat, tapi dosen lebih telat. Disela dosen belum datang, aku liat pengumuman test toefl. Hmm, menakjubkan. Test keberuntungan ini menyuruhku untuk lanjut ke jenjang yang lebih tinggi, kelas Internasional! Sedangkan aku cuma pemakai English yang pasif. Coba dulu saja, masalah hasil belakangan.

Kembali ke Tika. Seminggu! Yap, baru seminggu semenjak aku bertemu dengannya. Sebelumnya, Selasa cuma kenal di facebook. Sebelumnya lagi tak kenal, serius! Saat ospek, aku tidak tau siapa dia, belum mengenalnya, bahkan lupa dia yang mana waktu itu. Aku tidak pernah pilih kasih waktu ospek. Kalau seseorang salah, ya pasti aku bersikap tegas. Tidak perduli apakah dia teman atau bukan.

Kamis pagi, waktu dikampus secara tidak sengaja melihatnya di ruangan. Pertama kali berpapasan muka dengannya. Sore hari, secara tidak sengaja pula diundang kerumah Tika dengan tujuan meminjam fd Tika berisikan file soal toefl. Disini semuanya bermula. Orangnya cukup asik ketika diajak bicara. Agresif namun tidak terbilang cerewet. I like that!

Sabtu sore, secara tidak sengaja menjemputnya dengan izin orang tua nya. Sangat mengagumkan. Rekor terbaru aku. Dengan dipercayai menjaga anaknya, aku merasa bangga. Memang ada sedikit gangguan. Kata mama Tika, jangan kemalaman pulangnya. Tapi persiapan buat acara besok belum selesai hingga adzan Maghrib. Sebenarnya tidak enak juga harus meninggalkan yang lain, dan pulang duluan. Ada pilihan, boleh tinggal, tapi shalat Maghrib dulu di Masjid kampus, atau minta izin pulang ke Eko. Aku dekati Eko, niatnya mau izin sebentar mau shalat Maghrib di Masjid kampus, tapi sebelum bicara, Eko malah paham dan menyuruh kami pulang duluan saja. Oya, hari ini Novia juga ke kampus. Sempat ngobrol kecil juga sama Tika. Aku gak tau apa yang mereka bicarakan, semacam privasi.

Minggu, acara dimulai. Aku jemput lagi, yang pasti dengan restu orang tua nya. Hmm, kami berangkat terlalu pagi. Aku pikir acara mulai jam 11, ternyata ngaret. Aku berangkat jam setengah 11, karena belum ada yang datang, aku keliling dulu sama Tika. Dengan PD nya keliling menggunakan batik layaknya pulang dari kondangan. Kembali ke kampus, dan nyatanya belum ada yang datang pula. Yang datang selanjutnya adalah Wina, dan Tika juga sempat ngobrol kecil sama Wina. Kebetulan berasal dari SMA yang sama SMADA Banjarmasin, walau beda dua tahun. Setelah yang lain datang, aku titip Tika kepada Wina. Dan aku ngumpul sama yang lain. Setelah acara berakhir, aku tidak ngantar Tika kerumahnya. Tapi kerumah neneknya. Hmm.

Hari selanjutnya, Senin, Selasa, Rabu, ada saja alasan aneh untuk bertemu. Sampai hari ini, Kamis. Jadwal bisa ketemu adalah usai aku kuliah shubuh dan sebelum dia masuk kuliah pagi. Batas waktunya cuma 5 menit. Sementara niat bertemu cuma mau mengucapkan selamat. Aku tak punya kado, selain tak punya waktu luang untuk mencarinya, budget yang terbatas juga jadi alasan yang tepat. Dan hari ini kuliah berakhir ngaret, jadi saat Tika udah masuk, aku baru keluar. Akhirnya ngumpul sama Saucubay di DPR. Saat itu, Saucubay menawarkan diri, “oya Ris, hari ini kan Tika ulang tahun? apa perlu bantuan kami untuk ngerjain?”. Niat ngumpul sama Saucubay sebenarnya cuma mau ngantar Dendi. Setelah itu, aku tinggalkan mereka dengan permisi, lalu nyusul Radith sama Tiya yang udah stay di SBC. Akhirnya makan sama Radith dan Tiya. Kangan sama masa lalu, kapan kita bisa makan berlima lagi? Aku, Radith, Tiya, Giegie, Nurul. Sepertinya hal itu sulit diwujudkan lagi. Kangen dulu.

Usai makan, aku, Radith, sama Tiya santai dulu di depan SBC. Cukup lama juga. Sampai Tika selesai kuliah dan akhirnya makan di SBC juga. Setelah Tiya dan Radith pulang duluan, aku nyari Tika. Ternyata makan sama teman-temannya. Teman sekelasnya seperti Randi, Gina, dan lainnya. Waa. Yasudah. Aman. Sebenarnya pertemuan ini gak sengaja juga. Gak ada rencana mau ketemu.

Tika mau ngantar motor ke kantor mama, lalu ikut aku ke kampus lagi, dia mau ngerjakan tugas bareng temannya. Tapi gak jadi di antar ke kantor, diantar kerumah aja. Lalu kembali ke kampus. Ngerjakan tugas di perpustakaan pusat Unlam. Sepertinya Tika tidak ngerjakan juga, kami malah dibiarkan berduaan. Niat Tika mau bantuin, tapi tidak ada yang nyuruh Tika ngerjakan. Selesai di perpustakaan pusat, kami pulang. Ehh, pas pulang, disuruh ngantar buku kerumah Mimi, teman Tika. Yasudah. Aku temenin. Dirumah Mimi cukup lama juga. Malah sempat Uya sama Edwin nyusul kerumah Mimi. Ngapain woy!?

Akhirnya benar-benar pulang. Pulang kerumah Tika lagi. Motornya masih ada dirumah. Gak dipakai siapa-siapa. Jadi sebenarnya ngantar motor kerumah itu tujuannya apa!? Apa cuma ingin supaya setengah hari penuh bersamaku!? Hmm, entahlah. Dirumah Tika, aku gak langsung pulang. Mampir dulu. Dirumah gak ada orang. Hmm, ngobrol panjang juga disini. Tau lebih dalam lagi tentang Tika. Tika cengeng, Tika manja, Tika bla bla bla. Ngobrol sampai orang tua Tika datang. Sampai sekitar jam 5.30 sore, baru pulang. Pamit sama mertua orang tua Tika juga. Sampai rumah, bergegas siap-siap pulang ke Pelaihari. Dan sekarang aku sudah berada disini, Pelaihari. Thanks God, You save me tonight!

Oke, maaf. Belum bisa ngasih kado. Mungkin setengah hari penuh bersamamu akan jadi kado yang indah. Tapi sampai sekarang masih bingung, kenapa harus ngantar motor kerumah?

Selamat ulang tahun, Tik🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s