Tuhan, Aku Ingin Lihat Jodohku

Tuhan, bolehkan aku liat isi tangan-Mu? Aku ingin liat jodohku. Jodoh kan ditangan Tuhan?

Terimakasih. Tak kusangka kita sudah terlalu jauh. Perkenalan yang terbilang sederhana. Hingga akhirnya dikira punya hubungan khusus. Kehangatan ini sepertinya sudah mencapai puncaknya. Aku tau kisah ini tidak selamanya indah. Suatu saat akan ada suatu cobaan dalam hubungan rumit ini. Tapi bolehkah aku akhiri hubungan sampai disini? Aku seakan dijauhi sahabatku semenjak bersamamu.

Sudah cukup banyak kenangan manis bersamamu. Ingatkah waktu kita makan di Moms? Kamu memesan 2 porsi Nasi Goreng Cinta dan kamu pula yang bayar. Ingatkah ketika matamu sudah berkaca-kaca hampir menitikkan beberapa tetes air mata? Tapi kamu masih bisa tersenyum untuk menghapusnya. Ingatkah ketika kita berdua juga menjadi panitia pada acara Ramah Tamah 2007? Kamu terlihat seperti guru yang cantik pada waktu itu. Ingatkah ketika kita jalan ke Mall dan kamu menghilangkan hiasan yang ada di sepatumu? Dan sampai sekarang kamu terus menyalahkan aku atas tragedi hilangnya hiasan itu. Ingatkah ketika aku selalu mengejekmu, entah masalah jerawat yang hadir dijidatmu ataupun karena kacamata yang kamu kenakan? Kamu selalu memukul badan ku dengan manja ketika aku ejek. Banyak lagi kenangan manis yang sudah terukir. Tapi aku ingin segera menutupnya. Menutup semua kisah kita.

Alasan yang sangat jelas untuk menutup kisah ini. Tak bisa ku pungkiri, walau sedang dekat dengan Tika, namun aku masih mengharapkannya. Dia terlanjur ada disini *nunjuk kehati*. Dan sangat sulit membuangnya kalau dia selalu hadir di setiap hariku. Bukan seperti mantanku yang sudah berhasil aku buang. Walau jutaan kali dipancing teman-teman, itu takkan mampu membuatku jatuh kelubang yang sama. Apakah aku bego masih mengharapkannya? Sedangkan dia hanya memberi harapan semu, lebih parah dari harapan palsu.

Dan kisah tentang Qiqi. Ingatkah ketika Qiqi traktir aku makan es krim? Aku rindu kejadian itu. Aku senang saat mama Qiqi menyambut hangat kedatanganku. Aku bahagia saat terakhir bertemu Qiqi, masih bisa canda tawa, serasa tidak pernah ada masalah diantara kita. Masalah boneka bekantan, sepertinya aku belum cerita betapa sulitnya mencari boneka itu ya? Hmm, kalau ada waktu, suatu saat aku akan cerita. Oya, maaf Sabtu kemarin gak bisa bertemu. Mendadak ada tugas kelompok yang harus diselesaikan, maka harus balik ke Banjarmasin pada Sabtu siang. Aku usahakan minggu ini bisa. Hubungan kami masih baik sampai sekarang. Dan dengan egoisnya, aku masih saja mengharapkannya walau sesungguhnya aku tak mampu menunggunya hingga lulus SMA. Aku ragu akan bisa satu kampus bersamanya. Niatnya ingin di Fisika atau Kimia. Aku ragu dia akan mampir disini, dan aku yakin dia akan jauh disana seperti STAN dan sebagainya. Dengan Tika yang satu program studi namun beda tingkatan pun sulit untuk bertemu. Gimana mau bertemu dengan Fisika atau Kimia, apalagi STAN. Aku ragu.

Oke, kuakui aku memang egois. Namun aku berani bertaruh, aku SETIA. Pantang selingkuh. Maaf jika sering buat cemburu, namun aku pastikan mereka hanya sebatas teman, tidak lebih. Kutegaskan sekali lagi, aku pantang selingkuh. Kalaupun aku suka dengan yang lain, maka akan aku khiri hubungan terlebih dahulu. Walau sakit, setidaknya lebih baik daripada aku duakan. Hmm, maafkan aku.

Aku bukan orang yang sempurna. Aku tau aku bukanlah orang yang ganteng, aku bukanlah orang yang gagah. Tapi belum tentu bersamaku tidak akan bahagia. Aku juga manusia biasa, aku butuh cinta.

Sebelum berpacaran, maka kamu akan melihat sisi baik pasanganmu saja. Namun ketika berpacaran, maka kamu akan mencari sisi buruk pasanganmu dan dari sinilah berbagai masalah muncul. Kisah cinta memang tragis.

Tuhan, aku ingin lihat jodohku.

Banjarmasin, 12 Oktober 2011
Haris Saputera

One thought on “Tuhan, Aku Ingin Lihat Jodohku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s