Dasar Bego

Bego. Karena kecerobohanku sendiri, beberapa data di HP seperti efek tema, font, dan sebagainya hilang tanpa jejak. Dan tidak ketinggalan draf juga ikutan lenyap. Banyak sekali tulisan setengah jadi yang masih nimbrung di catatan, seperti kisah pada hari raya Idul Fitri tadi, kisah waktu jadi panitia ospek, dan lainnya pun harus kurelakan juga SECARA TERPAKSA. Yasudah, mungkin takdirnya begitu.

Jumat, 21 Oktober lalu, aku masih saja nongkrong di Banjarmasin. Kebetulan waktu itu sudah niat gak pulang ke kampung halaman karena suatu alasan tertentu. Pertama, karena rencananya Sabtu itu akan diadakan middle test Kalkulus Lanjut pada jam 11 pagi. Terus, hari Minggu nya juga ada rencana mau jalan sama anak Saucubay (semacam perkumpulan cewek aneh, terdiri dari mahasiswi FKIP Matematika Unlam angkatan 2009). Ditambah lagi sudah dapat uang jajan untuk minggu ini, jadi gak perlu balik dengan alasan ngambil jatah.

Jumat malam, ada sms dari teman kalau middle test dibatalkan secara sepihak. Bahagia, tapi kecewa juga. Bahagia karena benar-benar gak ada persiapan sepeserpun untuk test yang menentukan hidup mati itu (hingga middle yang asli beberapa minggu setelahnya datang pun juga tanpa persiapan, nasib jadi manusia pemalas, pasrah akan keadaan). Kecewa, kenapa baru memberi tau sekarang!? Kalau mau pulang malam hari seperti ini, pasti dimarahi orang tua. Kenapa gak beberapa hari lalu memberi tau nya!? Jadi kan aku bisa pulang kepangkuan mama untuk beberapa hari. Masalah acara bersama Saucubay pun tidak terlalu penting. Kabarnya tak ada temanku yang ikut selain Dendi dan Saucubay sendiri, jadi aku tak ikut pun tak akan jadi masalah.

Sabtu pagi shubuh (22 Oktober), ada yang ngetok jendela kamarku, kalau gak salah sekitar jam 4 atau jam 5. Seharusnya hari ini jadwal Pocong yang datang kerumah, tapi kabarnya Pocong sedang sakit. Lalu ini siapa!? Apakah Kuntilanak!? Kalau Kunti, biasanya cekikikan aja, gak perlu pakai ngetok jendela kamar. Oke, sudahi kegilaan ini. Ternyata yang ngetok itu teman aku, Ibnu. Dengan nada suara seperti preman, dia bicara “Har, buka pintunya Har!!”. Aku bergegas ke depan dan buka pintu yang sebenarnya gak dikunci sejak semalam. Aku liat dengan ngantuk, ternyata Ibnu sama Adhe. Ibnu memegang sebuah kunci dan berkata “Kendaraannya mau dibuang ya Har!?”. “Ahh, pasti tadi masuk ambil kunci, lalu keluar lagi, ya kan!?” dengan nada ngantuk aku bicara seperti itu, dan kembali ke kamar langsung tiduran lagi. Beberapa menit setelah itu, mataku malah jadi segar dan gak ngantuk lagi. Untuk membuang waktu yang kosong, akhirnya aku putuskan untuk nonton. Dan dengan sengaja, aku lupa kalau nonton sampai sekitar jam 7 dan melupakan shalat shubuh. Sekitar jam 8, Ibnu sama Adhe yang ternyata numpang tidur di kamar sebelah yang kebetulan kosong akhirnya bangun dari mimpi buruknya. “Har, pinjam motor, mau cari makan”. “Pakai aja tuh!”. Sementara mereka keluar, aku pun masak mie karena kebetulan belum masak nasi. Tidak lama kemudian, mereka datang dan bawa tiga bungkus nasi. “Loh, kok masak mie!? Ni aku belikan nasi”. Setelah menghabiskan mie yang ada, kembali memakan nasi kuning yang ada, haa.

“Har, mau ikut gak!? Kita keliling. Temenin kami, sekalian bantuin aku ntar.” “Okedeh, mumpung hari ini aku gak ada kuliah, dan belum ada rencana kemana-mana.” Sekitar jam 10 kami berangkat. Pertama adalah menuju kota Pelaihari, dengan tujuan mengantar Adhe. Sempat mampir di warung Kelapa Gunung Raja. Ditraktir Adhe minum. Setelah ngantar Adhe tepat ke rumahnya, lalu aku sama Ibnu ke Banjarbaru. Nah, di Banjarbaru santai dulu sebentar dirumah angker, kediaman Fiqri CS. Kemudian ngantar mobil ke pemiliknya. Jalan keliling Banjarbaru. Dan Ibnu ketemuan sama seseorang, haa. Tenang, gak akan aku bocorin kok, cuma kita yang tau Nu!

Malam hari baru pulang ke Banjarmasin. Waktu itu hujan. Wow, romantis banget, haa. Mampir di Tenda Biru, ditraktir Ibnu makan. Setelah sampai rumah, aku mandi lalu istirahat. Hanya bisa berkata, “Oh, melelahkan!”. Dan aku tak bisa membayangkan betapa lelahnya Ibnu. Berawal dari RENCANA nonton TRIAD di Nashville, Ibnu berangkat ke Banjarbaru. Kemudian Ibnu sama Adhe ke Pelaihari untuk jemput Dwi. Lalu menuju Banjarmasin. Sampai disana, sebuah Night Club. Rencana awal nonton TRIAD di Nashville, malah mampir ke Athena tanpa alasan yang jelas. Malam itu juga mereka pulang. Pertama ngantar Dwi ke Pelaihari. Lalu ke Banjarmasin lagi, sampai dirumah aku pada shubuh hari. Lalu kembali ke Pelaihari ngantar Adhe. Lalu aku sama Ibnu ke Banjarbaru, dan seterusnya hinggga berada di Banjarmasin dengan badan kelelahan. Dasar Ibnu bego, haa.

Yang jadi pertanyaan sekarang, bagaimana Ibnu dan Adhe bisa masuk komplek pada shubuh itu!? Waktu itu portal komplek masih tertutup. Hmm, entahlah. Mungkin mereka turun, lalu ngangkat mobilnya melewati portal, haa.

Banjarmasin, 29 November 2011
Haris Saputera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s