Entahlah

Rindu ini masih sama. Sama seperti dulu. Ketika kita masih mampu bercengkrama walau hanya dalam kata. Tak sedikit pun rasa itu memudar.

Seringkali aku tak mampu berbahasa di depanmu, suaraku tercekat bersama dengan segudang rasa yang ingin kutumpahkan.

Jika kau menatap mataku, kau akan tau seberapa dalam rasa yang ada disana. Begitu juga dengan kata yang tak mampu ku rangkai, dengan puisi sekalipun.

Rasa yang begitu kuat, hingga tak mampu aku menuliskannya lewat kata. Menjadi bisu dan kemudian diam seringkali aku lakukan. Bukan karena aku tak mau, tapi aku tak mampu. Hidup memang sebuah pilihan, dan kau telah memilih. Hanya saja aku belum bisa melewatinya. Menghapus apa yang telah terjadi dan menghancurkan apa yang pernah terangkai di angan. Aku belum bisa, entah sampai kapan.

Aku tidak pernah menyalahkan pilihanmu, karena ku tau itu pun tak mudah untukmu. Berfikir dalam diam dan memutuskannya sendiri, sedikit menyakitiku memang. Tapi bukankah sejak dulu aku selalu mempercaayakan apapun kepadamu? Karena ku tau, kau tau apa yang terbaik untukku, untukmu, untuk kita.

Aku akan mencoba menerimanya, entah hingga tahun keberapa aku mampu. Tapi disini, aku akan tetap menganggapmu sebagai bagian dariku. Bagian terpenting yang tak mungkin orang lain menggantikan posisimu. Kecuali Tuhan memang sudah membalikkan rasaku. Entahlah..

Haris Saputera
Pelaihari, 4 Desember 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s