Aku Mahasiswa Biasa

Dengan hati yang tulus, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada kamu, kamu dan kamu yang masih saja menyempatkan diri untuk bertamu di blog yang mulai hilang dari peredaran ini. Sudah berabad-abad tidak update membuat blog ini semakin usang. Kalau beras sih, semakin usang semakin enak dan mahal. Kalau blog!? Mari rangkum sekian abad lalu kehidupan Haris dalam satu tulisan!!

Aku mahasiswa pada umumnya. Aku mahasiswa biasa. Kuliah, ujian, liburan, bagi nilai, konsultasi dan kuliah lagi. Masa liburan semester III sudah berakhir, dan nilai pun bermunculan. Walau terlihat menurun dari nilai semester II kemarin, namun indeks prestasi nya meningkat beberapa inci dari kemarin. Agak mengecewakan memang, tapi ya inilah aku. Akhir liburan kemarin sempat ketemu sama Qiqi, sang mantan. Ditraktir makan disebuah depot terkenal di Pelaihari, Depot 99 namanya. Memang direncanakan sejak lama, dan selalu gak ada waktu buat ketemu. Akhir liburan juga mulai stress berbenah menuju semester baru, semester IV. Kuliah bukan suatu hal yang baru lagi bagi mahasiswa seperti aku, tapi mata kuliah nya itu loh, sangat baru dan mengenaskan.

Masa konsultasi dimulai. Kali ini semuanya dipersulit. Selain dosen pembimbing aku yang sedang berada diluar negara, juga pengisian krs yang mulai tambah ribet karena masalah krs online. Alhamdulillah untuk semester ini, indeks prestasi lebih dari 3 lagi. Awalnya, aku konsultasi sama kaka tingkat dulu. Pengalaman mereka akan jadi ancang-ancang bagiku. Mereka memberi masukan-masukan positif walau kadang disertai canda yang berlebihan. 24 sks terpilih. Hari konsultasi dimulai, semua teman diributkan oleh masalah mata kuliah pilihan yang bentrok sama mata kuliah wajib, ngenes. Hampir semua mata kuliah pilihan jadi gak bisa di ambil, INI SIAPA YANG NYUSUN JADWAL!? Kini yang yakin untuk dijalani adalah 22 sks, 7 mata kuliah wajib dan 1 mata kuliah pilihan. Hampir semua teman sekelas seperti itu. Beberapa teman ngambil mata kuliah yang sudah pernah diambil namun nialinya kurang memuaskan untuk melengkapi sisa sks yang kosong. Beberapa lainnya ngambil mata kuliah Geometri Lukis yang entah kenapa banyak desas-desus negatif untuk mata kuliah ini. Aku liat di daftar kelas Geometri Lukis, hanya sedikit sekali dari kelasku yang ngambil mata kuliah pilihan ini. Mahasiswa yang ngambil mata kuliah ini, sebagian besar orang yang serius di Matematika, bukan yang nyasar. Seperti Rudi, Arief, Nazar, Masta yang bisa dikatakan “Math Star”. Itu malah membuat aku takut untuk masuk dikelas ini. Akhirnya resmi diputuskan oleh perwakilan dosen pembimbing aku (dosen pembimbing yang asli sedang di Australia) bahwa semester IV aku ngambil 22 sks, ditandatangani hari Kamis 2 Februari 2012. Oya, untuk konsultasi, kami diwajibkan mempunyai kartu perpustakaan. Untuk yang belum punya, disuruh bikin baru, dan untuk yang pernah bikin disuruh memperpanjang. Nah, tahun lalu aku bikin dan malas memperpanjang. Toh, gak diperiksa juga ketika konsultasi kemarin.

Pengisian krs manual sudah selesai. Selanjutnya ngisi krs online. Aku yang gak punya koneksi dirumah dan malas juga ke warnet, akhirnya nitip sama teman. Dan entah kenapa, katanya krs aku gak bisa diisi, ada tulisan “Mahasiswa Tidak Aktif”. GUE SUDAH BAYAR SPP WOY! NGAPA GINI!? Iseng buka facebook dan buka group, ternyata ada pembicaraan bahwa Mahasiswa Tidak Aktif dikarenakan belum bayar iuran hotspot. Jadi malu nih, hee. Aku sih mikirnya gini, buat apa aku bayar kalau aku gak makai!? (pemikiran salah, jangan dicontoh). Keesokan harinya aku bayar iuran hotspot. Untuk hotspot, langsung aku aktifkan dan ngasih password hotspot nya ke teman-teman yang memerlukan. Kalau bisa, aku aku pajang diseluruh penjuru FKIP dengan tulisan, “USER: A1C110041, PASS:8888”. Lebih baik begitu kan daripada percuma aku bayar, tapi gak dipakai. Untuk krs online, akhirnya bisa dibuka. Aku ngisi krs online di Ruang Baca Pend. Matematika FKIP Unlam. Kebetulan ada komputer nganggur. Saat ngisi krs online, ada satu mata kuliah yang gak bisa dimasukkan karena mata kuliah itu punya prasyarat dan prasyarat itu belum masuk di sistem online. Nah, kebetulan dosen muda yang di Ruang Baca itu asik masukin nilai mahasiswa yang sudah skripsi, soalnya nilai mahasiswa itu harus sudah ada di sistem sebelum wisuda, masa lulus dengan ijazah kosong!? Akhirnya aku sekalian nitip, untuk masukkan prasyarat itu, daripada aku ke BAAK. Langsung lengkap 8 mata kuliah.

Hari Jumat, aku jalan sama Uya, Hifni dan Arief ke Martapura. Sekitar jam 11 lewat kami berangkat lewat jalan tembus dan sempat Shalat Jumat di Martapura. Ke makam Guru Sekumpul. Pulangnya lewak jalan kota, dan sempat mampir di dekat Bandara. Rehat dan makan. Sampai di Banjarmasin sangat sore. Sebenarnya kami ada rapat yang dimulai jam 14.30 WITA. Dan dengan sangaja, aku dan Uya hadir sekitar jam 18.00 WITA. Hari Sabtu aku balik ke Pelaihari. Hari Minggu, Dendi ngajakan liburan ke Mandiangin. Dan sayangnya pagi Minggu aku kesiangan, akhirnya gak bisa nyusul mereka. Hari Senin awal kuliah. Aku masih saja dibayang-bayangi keraguan. Masa ngambil 22 sks aja!? Yang lain banyak ngambil full sks. Masa aku gak full!? Ahh, biarlah. Pagi Senin dibangunin sama Tika walau kali ini cuma lewat sms. Dan seperti biasa, aku malas balas sms yang beginian. Hari pertama kuliah tetap telat. Mata kuliah kedua, dosen gak masuk. Dan aku nongkrong di Ruang Baca nemenin dosen muda. Disitu niat untuk memenuhi sks pun bergejolak, karena masa pengisian krs belum belum berakhir. Geometri Lukis, satu-satu nya mata kuliah pilihan yang tersisa. Dan siang ini ada mata kuliah Geometri Lukis. Saat minat muncul, malah diciutkan lagi karena hilangnya Daftar Peserta Kuliah (DPK), sebuah daftar yang diisi oleh mahasiswa yang akan masuk ke mata kuliah yang diinginkan. Katanya sih DPK Geometri Lukis sudah di ambil sama dosen pengampunya. Niat sudah bulat dan akhirnya memberanikan diri menemui bapa Hidayah selaku dosen pengampu mata kuliah Geometri Lukis. Saat ditanya, “pa, saya mau masuk kelas Geometri Lukis, DPK nya mana pak!?”. Tapi dijawab dengan mimik dan nada serius “DPK apa!? bapa gak tau, gak ada sama bapa”. Kali ini benar-benar pasrah. Ternyata perkataan bapa Hidayah belum berakhir, “kalau mau, ntar jam 2 langsung masuk aja”. Dengan girang akhirnya dengan sengaja meluk bapa Hidayah, kemudian ngacak-ngacak ruang dosen mengucapkan alhamdulillah dalam hati. Selanjutnya aku nyari ibu Ati selaku perwakian dosen pembimbing aku untuk merestui penambahan krs yang sebelumnya sudah ditandatangani ini. Aku tau akan mudah berurusan dengan ibu Ati kalau semuany sudah beres, ibu tinggal merestui saja dan menandatangani kartu konsultasi lagi. Awalnya sih mau ngobrak-ambrik jadwal untuk mata kuliah pilihan yang diampu olah ibu Ati atau ibu Fajriah, tapi takutnya yang lain yang bentrok. Jadi milih mata kuliah Geometri Lukis aja. Saat masuk kelas Geometri Lukis pun, teman aku sempat bingung, kenapa aku ikut!? EMANG GAK BOLEH YA YANG BODOH NGIKUT KELAS INI!?

Sekarang hubunganku denga Tika. Sebelum masa liburan sudah mulai renggang. Entah kenapa, aku juga tidak tau. Kalo gak salah, terakhir bertemu sebelumnya adalah ketika diberi hadiah oleh mama. Itupun komunikasi melalui sms udah jarang. Dan semasa liburan gak ada komunikasi sama sekali. Gak ada masalah sih. Mungkin dia malas sms, karena bosan dicuekin mulu. Aku juga malas balasnya kalo sms yang semacam itu mulu. Dalam sepi, sempat mengenang masa berdua. Sehari penuh dilalui bersama diluar rumah. Setengah malam bersama didalam rumah. Kadang aku pamit pada jam 11 malam. Kalau jalan ke Mall atau ke Gramed, pasti jalannya lamban sekali. Terus saat makan pempek di senja hari, dan disuruh pulang saat itu juga padahal sedang hujan lebat. Saat ke Jembatan Barito tanpa izin. Saat ke kantor pos buat ngantar paket untuk sahabat Tika. Minta antar ke kampus karena orang dirumah lagi ke bandara semua, padahal waktu itu aku belum mandi. Dan bahkan banyak sekali kenangan yang belum disebutkan walau kita hanya teman biasa. Oya, waktu aku makan bareng teman di tempat aku biasa makan sama Tika, sempat ditanya sama ibu nya, “ceweknya mana!? lagi ada problem yaa!?”. Aku hanya bisa nyengir.

Hubungan kami masih baik walau jarang berhubungan. Malah akhir-akhir ini rencananya kami mau nonton. Tapi sayangnya sampai detik ini belum dapat hari yang cocok. Senin sore ada rapat. Selasa sore dia kuliah. Rabu sore aku kuliah. Kamis sore aku kuliah. Jumat sore aku ada meeting sama Sahabat Peterpan Banjarmasin. Sabtu Minggu jangan dulu karena tikat agak mahal.

Cerita belum habis, namun waktu sudah habis. Aku harus balik ke Banjarmasin karena besok kuliah lagi. Ini sudah jam 18.00 WITA, belum lagi siap-siap lalu berangkat. Kemungkinan tengah malam baru sampai. Tugas untuk besok pun belum dikerjakan. Dengan terpaksa aku akhiri sampai disini, wasalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s