Guruku Kenanganku I

Masa paling indah menurut sebagian orang mungkin adalah masa SMP, atau masa SMA. Beberapa orang termasuk aku bahkan hanya mengingat sedikit kenangan dimasa SD ataupun kanak-kanak. Mungkin karena ingatan yang sangat lemah pada tingkatan itu yang membuat masa saat itu jadi tidak terkenang.

Namun pada kenyataannya kita akan merindukan masa sekolah disaat beberapa bulan setelah kelulusan. Pada saat masuk SMP, mungkin kita akan rindu akan kenangan SD, namun belum bisa kita ingat masa itu. Pada saat masuk SMA, mungkin kita akan rindu kenangan SMP beserta suasana. Pada saat awal kuliah, mungkin kita akan rindu, bahkan SANGAT merindukan masa SMA. Sangat sulit menemukan arti persahabatan sejati di dunia kuliah, bahkan mungkin di dunia kerja nanti. Akhir masa bersenang-senang adalah masa SMA. Selanjutnya kita akan wajib untuk bertanggung jawab atas apapun yang telah kita lakukan, berat.

Nah, beberapa hari yang lalu si @sofiaip atau lebih dikenal dengan Sofia Indah Putri sempat nge-tweet tentang SMA. Sekarang Sofia berlayar di Pendidikan Kimia FKIP Unlam 2010. Dulunya dia bersekolah di SMA Negeri 1 Pelaihari, sama sepertiku. Beberapa tweet nya tentang SMA adalah sebagai berikut. Mungkin berawal dari blog SMA Negeri 1 Pelaihari yang baru diketahui Sofia.

�Ternyata smanpel punya blog ya, tapi ga terurus..�.
�Mendadak kangen smanpel, sekolah saya tercinta�.
�Kangan Pak Tekad�.
�Kangen semua guru-guru yg ada disana�.
�Sekolah saya emang biasa aja, tapi guru-gurunya professional semua booo�.
�Ga aka nada guru yg ky pak Muhar, pak Sukur, pak Mahmuh, yg sumpah unik sekali.�.
�Maaf ya, malam ini saya mau sedikit nyampah, mau nostalgia ttg SMA saya dulu, Kalo terganggu, mute aja dulu..�.
�Ga aka nada guru yg ky ibu Satinem, mulut beliau bilang 4 tapi jari beliau mengatakan angka 5.�.
�Pak Muhar itu, muka security hati hello kitty, baik bgt sebenernya :�)�.
�Ingat dulu pas kelas 3 disuruh pak Muhar bikin senam sendiri�.
�Dulu anak ipa 3 pernah main petak umpat sama pak Muhar gara-gara kami pada bandel jajan pentol pas jam pelajaran�.

Begitulah sedikit tweet yang keluar dari akun @sofiaip yang cukup memancingku untuk ikutan mengenang SMA. Sofia dulunya pernah sekelas denganku, kelas X. Tadinya aku juga ingin ikutang nge-tweet tentang SMA, tapi malas ngetik. Memang, �malas� adalah satu-satunya alasan yang tidak pernah membuatku lepas dari galau.

Hanya sedikit yang akan aku tulis pada saat ini, mungkin kali ini aku akan membahas guru. Beberapa guru yang masih aku ingat.

Bu Novia, guru Matematika kelas X yang masih menghargai bakatku dalam Matematika. Atau memang karena di kelas XG hanya beberapa siswa yang waras, termasuk aku sehingga bu Novia lebih suka siswa cupu sepertiku. Ahh, tidak boleh berpikiran seperti itu, positive thinking. Bu Novia mengajar di beberapa kelas X, kelas XI IPS, dan XII IPS. Waktu aku kelas X, bu Novia sempat cuti karena hamil. Saat itu, nasib Matematika kelas kami terlunta-lunta. Banyak pelajaran Matematika yang tertinggal seperti logaritma, itulah alasan aku masih SANGAT bingung dengan logaritma walau sudah duduk di bangku kuliah, walau jurusan Matematika. Setelah lama terlunta, akhirnya datang pencerahan semenjak datang nya guru cantik, bu Herlina. Bu Herlina dulunya adalah guru Matematika di MTsN 1 Pelaihari dan entah kenapa jadi guru SMA Negeri 1 Pelaihari. Sehingga banyak murid yang berasal dari MTsN 1 Pelaihari yang mengenal beliau. Banyak sekali syarat yang diberikan saat bu Herlina yang jadi guru Matematika, seperti harus punya 3 buku tulis, yaitu buku catatan, tugas dan pr. Hingga sekarang, kelas X ditangani oleh bu Herlina, dan bu Novia mengajar di IPS.

Bapak Orianto, atau lebih akrab disapa pak Ori, guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) kelas X dan XI IPA. Guru Penjaskes yang satu ini terbilang baik namun tegas. Sebelum memulai pelajaran, kami sering disuruh lari dulu, kalo gak salah minimal 4 putaran lapangan basket, mau lebih silakan. Awal-awal belajar, kami selalu diawasi pada saat pemanasan itu. Namun selajutnya pa Ori cuma meminta kejujuran kami. Aku sering sekali memotong ditengah lapangan, atau ngambil jalan pintas di ujung lapangan. Banyak olahraga yang diajarkan pa Ori, seperti basket, bola, voli, berbagai lompatan, berbagai lemparan, hingga renang. Biasanya renang dilakukan pada hari minggu. Beliau mengajarkan cara berenang pada murid yang belum bisa berenang mulai dari hal yang paling dasar, sementara aku hanya main-main tiap minggunya. Oya, pernah suatu hari diadakan kerja bakti. Kelas X, aku suka sekali ke kanti lewat jendela kelas. Selain jendela yang cukup besar, jarang kelas ke kantin yang cukup jauh jika ditempuh lewat jalan biasa menjadi alasanku untuk memilih jalan pintas itu. Kelas XG diapit oleh kelas😄, XE, XF dan toilet, XI IPA 1, XI IPA 2. Nah, pada saat kerja bakti disuruh membersihkan sekitar kelas, dari dalam kelas, depan kelas, hingga belakang kelas. Saat itu para siswa berada di belakang kelas. Kebetulan ada suatu alat tertinggal di kelas dan aku disuruh yang lain utnuk ngambil. Disuruh untuk lewat jendela aja supaya cepat. Tapi aku takut, kalau saja ada guru yang berkeliaran. Tetap saja dipaksa oleh yang lainnya. Akhirnya naik ke jendela dan ngambil alat itu. Ketika mau naik lagi, ketangkap sama pa Ori. Akhirnya dihukum 20 kali bolak-balik naik jendela. Walau pernah dihukum, namun aku tetap tidak jera. Cukup lama bersama pa Ori, 2 tahun dari kelas X hingga XI.

Almarhum pa Hasyim, guru bahasa Inggris waktu aku kelas XG. Hanya sedikit kenangan yang terjadi, karena beliau hanya mengajar di kelas X. Guru ini memprioritaskan murid yang dibawah rata-rata. Beliau sering dicueki di kelas karena mengajar dengan bicara yang lembut dan jarang sekali beranjak dari tempat duduk. Walaupun kelas ribut, beliau tak akan menegur. Beliau seringkali hanya berdiskusi dengan murid yang duduk di depan, dan salahnya aku termasuk murid yang duduk di tengah atau belakang. Kalau gak salah, pa Hasyim pindah saat aku kelas XII. Dan kalau kalau gak salah juga, pa Hasyim meninggal dunia saat aku kelas XII atau baru lulus sekolah. Katanya, beliau meninggal setelah beberapa saat memakan nasi goreng, dan ternyata beliau mengidap penyakit anu, aku lupa. Sangat disayangkan untuk guru semuda pa Hasyim.

To be continued..

One thought on “Guruku Kenanganku I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s