Rencana Kedepan

Awalnya memang berniat liburan dengan santai di kampung halaman. Nyatanya hampir seminggu masih terjebak di ibukota yang ganas.

Awal liburan, Senin 25 Juli. Harusnya itu menjadi awal kebebasan setelah selama kurang lebih empat bulan kuliah. Tapi malah harus ditugaskan jadi panitia latdas Hima di Pantai Takisung. Harusnya Selasa sudah bisa santai dirumah Pelaihari, namun mendadak harus ikut liburan kelas ke Pantai Batakan hari Rabu, yang awalnya gak ada niat buat ikut liburan kali ini. Kamis nganggur seharian. Jumat sore pun sudah ada rencana akan rapat Sahabat Peterpan Kalimantan Selatan aka Borneopanerz, masalah rencana yang akan dilakukan bulan Ramadhan, masalah basecamp yang masih belum jelas keberadaannya, dan masalah lainnya. Rapat sangat alot dan berakhir senja. Coba konsul sama papa, apakah boleh pulang malam itu. Disuruh pulang besok pagi aja. Tapi aku tetep kekeuh pengen pulang malam itu. Namun kemudian ada rapat dadakan BLM yang dilaksanakan Sabtu pagi, dikabarkan malam itu. Bertahan satu malam lagi dengan dompet yang sudah sangat kurus. Sabtu pagi menjelang siang, ke kampus layaknya anak mapala, kaos jeans sandal. Lagi dan lagi, rapat dibatalkan karena peserta yang tidak memadai. Setelah rapat, niat mau sarapan sama Uya. Namun mendadak Faisal nelpon. Intinya temannya si Toni lagi dimuka rumah, mau ngambil laporan yang ketinggalan dirumah, sementara Faisal sudah berangkat kerumah temannya untuk kerja kelompok, dirumah gak ada siapa-siapa, jadi aku yang harus pulang. Akhirnya aku sama Uya berangkat kerumahku. Cukup lama nunggu Toni ngubek-ngubek kamar Faisal cuma buat nyari beberapa lembar laporan, beberapa jam. Namun akhirnya nihil, tak dapat apa-apa, dia pulang dengan tangan kosong. Aku dan Uya kembali ke kampus, tadinya mau sarapan sekarang jadi makan siang. Setelah makan, aku kembali kerumah. Packing. Kali ini harus pulkam, jangan ada pengganggu lagi. Kebetulan beberapa menit aku packing, Madan datang dan langsung aku ajak pulkam bareng. Uya mendadak minta temenin kerumah Novia yang lagi sakit. Aku sih mau. Madan pun mau nunggu aku. Dendi juga mau nemenin. Pulkam ku bakal tertunda lagi. Namun Novia nya yang gak mau dijenguk. Kali ini beneran pulang.

Sesampainya di Pelaihari, aku baca status BBM Ayu, �Sore ini mau jalan sama Lisa Dini, sayang Hahar Faisal Addin gak bisa ikut�. KAPAN AYU NGABARIN AKU!? KENAPA LANGSUNG PUNYA PENDAPAT AKU GAK BISA IKUT!? SHIT!! Langsung chat sama Ayu dan Lisa, dan direncanakan akan jalan jam lima, sementara aku sampai ke Pelaihari sudah jam empat lewat. Sebelumnya juga sudah aja janji kalau sampai di Pelaihari, si Yuni mau ketemu. Dia minta film Kambing Jantan nya Raditya Dika. Beberapa menit setelah mandi, baru aku kabarin si Yuni kalau aku sudah di Pelaihari. Mendadak dia langsung ganti baju, padahal kita pun belum nentuin bakal ketemu dimana. Mendadak pula kita nentuin Depot Pempek Parit jadi tempat ketemu kita. Disana, ditraktir Yuni, apa aku sedikit memaksa ya!? Ahh, yang penting perut kenyang. Saat itu Lisa dan Ayu chat mulu, katanya cepetan. Aku bilang, aku nya lagi makan. Aku sama Yuni berpisah di jalan. Kemudian aku menuju tempat kerja Ayu, lebih tepatnya nyari tempat kerja Ayu. Katanya Lisa udah disana. Hampir sampai, mereka bilang ketemu dijalan aja. Padahal hampir sampai, aku kan juga mau tau tempat kerja Ayu, hehh. Ketemu dijalan. Kami nyari Dini. Katanya dia sekarang lagi jaga toko dekat kolam renang. Kami kesana. Kebetulan ketemu. Disana kami semacam reunian gila. Inilah kami berempat yang sering JJS ataupun JJM dikala beberapa saat dinyatakan tamat dari sekolah. Disana ngobrol cukup lama, sampai akhirnya kami menangkap basah si Trendy (anak IPA 1, fans berat sama Dini) yang di umpetin di toko. Niatnya mau JJS bentar, namun sudah senja. Dini usul malam aja, dia nya juga belum mandi. Rencana habis maghrib langsung berangkat kerumah Lisa, deal. Kami sempat beberapa putaran kota Pelaihari.

Malam hari, ngumpul di chat BBM. Keputusan awal, kita makan bakso Agung, aku jemput Lisa kerumahnya yang sekitar 7 km dari Pelaihari, namun bensin aku sekarat. Kalau aku jemput Lisa, pasti nanti aku ngantar lagi. Berarti sekitar 28 km. Aku ragu motor aku sanggup, akhirnya cari rencana lain. Rencananya selanjutnya, kami bungkus bakso Agung, lalu makan dirumah Lisa, kalau seperti itu Cuma 14 km, aku yakin motorku sanggup. Deal, tempat ngumpul dirumah Putri. Kebetulan malam itu juga ada Putri, Addin juga. Aku berangkat jam setengah delapan. Awalnya kerumah Yuni dulu, ngambil fd, lagi-lagi mendadak. Kemudian jemput Addin, lalu kerumah Putri. Ternyata Ayu Dini belum juga dirumah Putri. Aku kira aku nya telat. Ternyata Dini masih seperti dulu, blo�on dan lelet. Katanya tadi lupa naroh kunci motor, jadi telat. Dirumah Putri masih galau mau gimana. Ada tambahan pilihan lagi, Sheren nyuruh kami kerumah dia. Lalu Lisa gimana!? Tambah galau. Beberapa menit kemudian, Sheren mengalah dan membiarkan kami kerumah Lisa. Dan entah kenapa, si Dini blo�on yang kebetulan duluan malah melewatkan bakso Agung, rencananya kan mau bungkus. Akhirnya diputuskan untuk makan bakso dekat rumah Lisa. Makan bakso ditraktir Putri. Dirumah Lisa malah gak jelas gitu. Si Addin Lisa Ayu ngabahas rencana bukber kelas SMP mereka. Mereka mengingat-ingat teman sekelas mereka. Aku SMP juga, tapi tidak sekelas. Kemudian Putri dan Dini MTs, jadi gak ngaruh juga. Malam itu juga ngebahas mau ke resepsi pernikahan Erna, teman sekelas SMA. Acara nya dirumah suami Erna, rumahnya dekat rumah Addin, jadi kami ngumpul dirumah Addin. Jam sepuluh sudah harus ngumpul dirumah Addin.

Minggu. Jam setengah sebelas aku baru siap. Soalnya cuaca lagi gak jelas. Kadang gerimis, kadang hujan, kadang teduh. Saat teduh, aku berangkat. Cuma aku yang ditunggu. Beberapa meter dari rumah Addin, kehujanan. Arghh. Dirumah Addin sudah ada Serli, Putri, Ayu, Dini, Lisa, dan pastinya tuan rumah si Addin. Hujan tak kunjung reda. Sheren juga mendadak minta jemput. Masih galau antara Addin atau aku yang jemput. Tidak lama kemudian, David mendadak datang, katanya langsung dari Banjarbaru. Akhirnya David yang jadi kami suruh untuk jemput Sheren. Tapi Sheren udah berangkat pakai motor sendiri. Tak disangka, si Fikri juga di Pelaihari. Mahasiswa Surabaya ini tak ada kabar kalau sudah ada di Pelaihari. Akhirnya nyuruh Fikri datang kerumah Addin juga. Sesampainya Sheren dirumah Addin, Putri ditelpon keluarga nya entah siapa. Sepertinya nyuruh ke resepsi pernikahan keluarganya, si Melin, yang juga adik kelas kami waktu SMA. Fikri tak kunjung datang, kami berangkat ke resepsi pernikahan Erna yang tidak jauh dari rumah Addin. Sampai parkir tamu undangan, Putri ditelpon lagi. Kali ini tidak ada kesempatan lagi, apalagi dana umum. Akhirnya dia pulang duluan, dan cuma sempat menitipkan salam ke Erna tanpa bertemu langsung. Kami sedang makan, Fikri datang. Dia pakaian biasa, dilapisi jaket. Gak ada niat mau ke resepsi. Dan benar saja, dia tidak tau, dia kira cuma mau ngumpul dirumah Addin aja. Kalau ada Fikri, hidup aku jadi bahagia sekali, lebih bahagia dibanding sama Lisa Ayu Dini. Dia bisa membuat aku tertawa lepas, bahkan saat serius seperti foto bareng pengantin baru sekalipun, ngelawak abis. Sehabis dari resepsi Erna, kami dipaksa untuk melanjutkan ke resepsi Melin. Ini gak ada rencana sama sekali. Serli pulang duluan. Yang lain melanjutkan ke resepsi Melin. Fikri minjam baju sasirangan Addin. Sumpah, gila abis dah si Fikri. Yang aku gak habis pikir, dia itu gak punya kemaluan sama sekali. Saat di resepsi Melin, dia pun sampai salaman ke tamu yang baru datang. Saking gila nya, aku ketularan (emang biasanya begitu sih). Dia mincing aku saat kita ngambil makan, aku di fitnah mau ngambil banyak, yaa sekalian aku ngaku pengen banyak. Gak perbuatan, gak perkataan, Fikri ini gila. Oya, ternyata teman makan akan mempengaruhi napsu makan ku. Di resepsi Melin juga ketemu Dini lainnya, tepatnya Dini Olfah, teman sekelas SMA juga. Fikri sempat bilang nilai Kewarganegaraan nya E, untuk yang satu ini aku gak heran, sesuai dengan tingkah laku dan perkataannya.

Kalau nulis blog, sepertinya nulis masa lalu terus. Sekali-sekali nulis masa depan, semacama rencana gitu. Oke!?

Rencana beberapa hari kedepan . . .
– 3 Juli
Di Banjarmasin, nonton The Amazing Spiderman. Ada rencana nonton sama Borneopanerz, tapi masih belum jelas kepastiannya. Kalaupun gak bisa, rencananya nonton sama Lisa.
– 4 Juli
Bersama Edwin ke Banjarbaru. Tepatnya ke Bandara Syamsudin Noor, mungkin.
– 8-11 Juli
Maunya sih liburan ke Barabai. Tapi boleh gak sih!?
– 14-15 Juli
Di Banjarmasin, penggalangan dana season 1.
– 20 Juli
Di Banjarmasin, bukber Borneopanerz bareng Setiaku Banjarmasin.
– 21-22 Juli
Di Banjarmasin, penggalangan dana season 2.
– 29 Juli
Di Banjarmasin, kemungkinan dirumah Fakhruz. Rapat pemantapan sebelum acara bakti sosial.
– 30 Juli
Di Banjarmasin, konsultasi perkuliahan. Biasanya dosen PA aku konsultasinya lebih dahulu dari yang lain.
– 2 Agustus
Di Banjarmasin, Bakti Sosial Borneopanerz dan Setiaku Banjarmasin ke sebuah Panti Asuhan di Banjarmasin, daerah Beruntung. Sekalian buka puasa bersama anak panti dan Borneopanerz serta Setiaku.
– 9-11 Agustus
Di Banjarbaru, merayakan malam 21 Ramadhan. Rencananya merayakan bersama Faisal, Madan, Divo, dkk. Rencananya juga akan nginap dirumah Fiqri, Banjarbaru. Tapi kalau tidak bisa, terpaksa bersama Borneopanerz, nginap dirumah Ketua Borneopanerz, bos Dira.
– 12-16 Agustus
Di Pelaihari, buka puasa bersama Alchemist, anak XII IPA 2 SMAN 1 Pelaihari tahun 2010. Ini lagi nyari tanggal yang cocok, tanggal yang paling diminati peserta, atau lebih tepatnya tanggal ketika banyak peserta yang bisa hadir. Donatur utama adalah Sheren, sebesar lima ratus ribu rupiah. Kemungkinan donator lainnya adalah Putri, sebesar �melengkapi-kekurangannya�.
– 13-16 Agustus
Sehari setelah buka puasa bersama Alchemist, kemungkinan akan ke Banjarmasin, menyerahkan KRS siap saji ke Bagian Akademik.
– 17-21 Agustus
Dari Banjarmasin akan langsung ke Barabai, nyusul orang tua yang sudah di kampung halaman. Akhir Ramadhan berada di tempat kelahiran, Barabai. Kemungkinan akan ber-Hari Raya disana. Hari Raya Idul Fitri.

Selain yang tercantum pada tanggal itu mungkin cuma nganggur di Pelaihari. Tapi ada da beberapa rencana lain yang tidak dimuat karena masih belum jelas kapan dilaksanakan, seperti beberapa rapat kampus, atau lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s