Pertama Jumpa

Kamis aku kuliah, sehabis kuliah makan siang sama Zakie. Bukan aku yang ngajakin makan, tapi Zakie, sumpah. Kesimpulannya Zakie yang kesepian, iya kan? Disela makan di SBC Unlam, aku sempat nanya ke Zakie, ‘Ini maba ya Zack?’ sambil menyodorkan sebuah DP BBM. ‘Iya, ini bu lurah’ kata Zakie (Bu lurah adalah sebutan untuk wakil ketua kelompok Matematika saat Ospek FKIP Unlam). Karena aku masih kurang yakin sama Zakie, juga karena dia sudah ada di kontak BBM lama walau nggak pernah chat, sebelum ospek kayaknya, akhirnya aku nanya nama dia ke Zakie untuk memastikan, apakah sama dengan nama dia yang ada di BBM. Zakie jawab, ‘Kalo nggak salah namanya Desy Rahma’. ‘Bener Zack, namanya Desy Rahmalia berarti memang benar-benar maba yah’. Pembicaraan itu selesai sampai disana. Setelah makan, dengan sengaja ibu yang jualan disana ngasih surat. Emang sudah kenal lama sama penjualnya, karena sudah hampir tiap hari kuliah makannya pasti disana. Ibu itu ngasih surat sambil bilang bukan surat cinta katanya, sepertinya dari seseorang teman dia yang berhenti kerja di kantin. Sebelumnya ibu itu juga pernah bilang, teman dia yang kerja disana (aku lupa namanya) berhenti dan titip salam aja ke aku. Dan sekarang malah ngasih surat. Ahh. Setelah makan siang, aku sama Zakie kembali ke sekre Hima. Disana Zakie ngungkit surat itu. Akhirnya Zakie, Randi, Khair, Rina, Mirza dkk baca suratnya. Kakak tingkat yang teraniaya. Dibully sama adik tingkat.

Pagi Jumat (13/09), telat. Bukan karena aku bangun kesiangan, tapi nyiapin powerpoint buat praktik mengajar hari ini. Aku telat, pintu pagar sekolah sudah ditutup. Untungnya aku disana dianggap sebagai guru, jadi telat bukan masalah. Tapi tetap akan menurunkan citra kalau sering telat. Hari itu aku merasa gagal total dalam praktik mengajar. Itu pertama kalinya maju untuk penilaian, tapi untungnya guru pamong tidak dikelas penuh. Cuma beberapa menit di awal. Biasanya ngajar Cuma bahas soal doang. Ini ngajar dari awal, tentang Logaritma. Dan aku ngajar di kelas X-PMIA 3 SMA Negeri 3 Banjarmasin, yang kebetulan sudah menerapkan kurikulum baru, Kurikulum 2013. Siswa nggak boleh lagi disuapi seperti biasanya, siswa disuruh belajar mandiri, guru cuma sebagai fasilitator, sebagai pembimbing. Hari itu aku coba menerapkannya. Aku cuma duduk diam menampilkan slide. Bukan seperti guru, malah kayak dosen. Berharap semua bekerja, sedangkan papan tulis nggak bias dipakai buat nulis karena sudah penuh sama layar proyektor. Siswa sangat lambat untuk memahaminya. Aku pikir bisa sampai evaluasi, ternyata kesimpulan pun belum sampai. Aku sudah memperkirakan waktu untuk kesimpulan sekitar jam 11, karena hari itu pulang jam 11.30. Tapi baru jam 11 lewat dikit bel sudah bunyi. Karena bel sudah bunyi, beberapa siswa sudah mulai bersiap, sedangkan kalau tanpa kesimpulan, semua yang kuajarkan hari ini akan sia-sia, mau ngajar tentang Logaritma, malah jadi belajar gambar grafik. Beberapa siswa sudah mulai memasukkan buku ke dalam tas. Dengan geram, akhirnya aku sampaikan bentuk umum Logaritma, lalu kuberikan PR, berharap mereka belajar sendiri. Awalnya aku minta buat dikumpul Sabtu pagi di ruangan anak PPL ngumpul (Lab Bio). Semua mengeluh, mereka minta perpanjangan supaya dikumpulnya Senin aja. Aku bersikeras. Namun mereka juga bersikeras. Karena aku orangnya tidak tegaan, akhirnya aku luluh. Keputusan akhir dikumpul hari Senin pagi. Ketika aku pulang, aku buka jadwal pelajaran di sekolah . Ternyata untuk kelas X-PMIA 3 besok ada pelajaran matematika lagi, pagi pula. Kampret, berasa ditipu anak kecil. Kalau Sabtu guru pamong yang masuk, aku bakal dicap buruk karena gagal menanamkan konsep. Sore itu aku langsung belajar mati-matian ngejawab semua soal Logaritma yang ada dibuku paket, rencananya besok mau masuk lagi. Pokoknya besok aku harus ngebut. Aku nggak perlu menanamkan konsep lagi. Langsung aku tampilkan bentuk umumnya, contoh, langsung soal, suruh maju kedepan,l angsung sifat-sifatnya, langsung soal, suruh maju lagi. Aku cuma berharap besok jangan telat lagi, jangan sampai guru pamong masuk kelas duluan.

Setelah lelah belajar mati-matian. Kembali twitteran, liat beberapa orang yang ngetwit kalau malam ini ada Festival Budaya Pasar Terapung, dan malam ini juga ditampilkan perahu hias yang katanya tanglongnya Banjarmasin. Aku harus kesana nih, buat ngerefresh otak juga. Akhirnya sore itu modusin kontak BBM dengan bikin status ‘Yang malam ini nggak ada kerjaan, mending temenin aku nonton Perahu Hias’. Ternyata ada yang chat aku, ‘Yuk yuk’ kata dia. Dia adalah orang yang aku bicarakan sama Zakie hari Kamis lalu, Desy Rahmalia. Akhirnya kita chat, aku bilang bahwa aku serius. Dia bilang, dia juga mau kok. Saat chat, dia lagi di kost, dan katanya di kost emang pending tingkat dewa. No hp juga belum dapat karena pending nya keterlaluan. Karena takut kemalaman juga, soalnya katanya teman di twitter perahu hiasnya selesai jam 9, akhirnya aku langsung minta no hp dia ke Zakie. Kalau sama Aji, sepertinya mustahil diberi. Akhirnya kami smsan. Habis maghrib kami deal. Tapi dia mau ke DM dulu, katanya disuruh temannya nemenin beli lensa sebentar. Aku pun bersiap. Kita janjian ketemu di dekat DM. Karena dia bilangnya sebentar, aku kesana tanpa intruksi, sekitar jam 8. Dia ngeles lagi, ‘Tunggu kak, mau photo dulu sebentar’. Shit, nunggu di samping DM belasan menit sangat membosankan. Akhirnya tiba juga waktunya pertama kali bertemu. Ternyata temannya itu maba Matematika juga, kebetulan kita sudah kenal. Dia langsung bilang, ‘Ciyee, jalan sama kak Haris. Ciyee kak Haris jalan sama Desy ciyee. Ada gosip baru nih’. Ni orang emang terkenal cerewet, sumpah. Ini adalah pertama kali liat Desy. Saat ospek, sedikitpun aku tak memperhatikan dia, karena yang aku incar bukan dia. Pertama jumpa. Di samping DM, dia nebeng sama aku, temannya pulang sendirian. Hampir jam 9 kami baru sampai di Festival Budaya Pasar Terapung, Siring. Awalnya dia nggak banyak bicara, sangat pasif. Kita cuma jalan gaje selama hampir sejam di Festival itu. Nonton perahu hias, berkunjung ke stand-stand. Oya, selain Festival Budaya Pasar Terapung  ternyata juga bentrok sama Festival Borneo 2013 ditempat yang sama. Jadi selain stand lingkup kabupaten Kalimantan Selatan, juga ada stand Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Aku tertarik sama Gua Batu Hapu, Tapin. Sejak SMA sudah punya niat mau kesana, tapi sampai sekarang belum kesampaian. Aku juga tertarik sama Pulau Derawan, Kalimantan Timur. Kelas Matematika pernah berencana mau liburan kesana, tapi karena budget yang tidak memungkinkan, akhirnya batal. Sampai sekarang jadi sangat penasaran sama Pulau yang (katanya) sangat indah itu. Oya, saat kami mampir di stand Tapin, Desy jelasin beberapa tentang Tapin, juga beberapa foto yang terpampang di stand itu. Itu karena Rantau adalah kota asalnya. Puas di stand, kami nonton tari adat. Kasian dia yang sulit banget mau nonton, karena ukuran tubuhnya yang terbilang imut, haha. Jam 10, kita pulang. Takutnya ntar dia nggak bisa masuk kost. Tapi sebelum pulang, aku ajak makan dulu. Kata dia, dia jarang makan malam. Shit, jarang makan malam kok bisa ndut? Aku aja yang sering makan, sulit buat naikin sekilo atau dua doang. Dianya juga ngeles, ini bukan ndut tapi semok katanya, haha. Kami makan di warung Alan. Lumayan lama nunggu sajian datang. Sampai disini, dia juga masih pasif. Mungkin karena malu, kan pertama jumpa. Selesai makan, kami akhirnya pulang. Sampai kost, untungnya masih bisa masuk, kalo nggak dia bakal ngungsi ke kontrakan temannya, padahal Sabtu ada kuliah pagi katanya. Akupun pulang.

To be continued . . .

Ini adalah pengalaman pertama jalan sama cewek tak dikenal. Cerita ini terjadi tanpa disengaja. Nggak masalah nunggu gaje belasan menit di samping mall, yang penting senyum kamu manis.

Udah capek nulis, untuk cerita selanjutnya ngumpulin mood baru buat nulis. Akhirnya bisa nulis lagi setelah lama tidak menulis, hampir setahun kan blog nggak update? Terlalu banyak draf terbengkalai.

 

desy

Ini loh hasil photo yang membuat aku menunggu belasan menit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s