Coretan Desy

Ditulis oleh Desy Rahmalia pada tanggal 17 Januari 2014

Sedang sangat sangat sangat merindukanmu ~

Har, aku kangen kamu.
Kamu ngapain sekarang? Sibuk nggak?

Kalimat-kalimat itu cuma diketik, tapi nggak dikirim gara-gara ketiduran. Bangun tidur malah lupa mau sms dia.

Haris atau Hahar atau Kampret atau siapa pun dia. Dia orang yang empat bulan terakhir menjadi orang yang paling dekat dengan Desy. Desy sayang Haris, meski bukan pacar. BUKAN PACAR!

Tapi Desy tetap sayang Haris, nggak tau perasaan ini akan ada sampai kapan. Yang jelas sekarang, Desy cuma sayang sama Haris. Nggak tau apakah sebulan lagi, setahun lagi atau seabad lagi rasa sayang Desy ke Haris akan bertahan, Desy nggak peduli. Pokoknya sayang. Desy terlanjur masukin Haris ke dalam hati dan sudah terlalu dalam malah.

Desy nggak pernah bisa benar-benar marah sama Haris meski Desy sudah sangat marah. Kenapa? Nggak biasanya Desy kayak gini, biasanya kalo Desy marah ya marah. Biasanya Desy paling malas jalan lagi sama orang yang udah bikin Desy marah. Tapi kenapa sekarang beda? Desy justru sering kangen sama si Kampret Haris yang sering bikin Desy marah. -_____-
Tamat~~~

Bukannya nggak percaya, cuma kesel aja digituin. Seandainya dia nggak becanda buat mancing-mancing rasa cemburuku, mungkin aku nggak akan semarah ini.

Aku udah galau sejak pagi (habis baca isi blog dia), tapi berusaha berhenti membaca biar nggak tambah galau dan cemburu lagi. Ehh, malah ada yang beginian, gimana nggak tambah galau? Bikin galau, bikin cemburu muncul lagi.

Dia bilang, hari ini dia dibangunkan oleh telepon dari seseorang. Tiba-tiba aku blank dan teringat tulisannya tentang beberapa sosok yang pernah membangunkannya. Aku cemburu. Iya aku anak kecil pencemburu yang bodoh.

Aku percaya dia, tapi aku masih berpikiran negatif tentangnya. Masih tidak bisa menghilangkan sifat alamiku yang amat sangat pencemburu tanpa kenal ruang, waktu dan objek yang dicemburui. Yang penting aku cemburu.

Karena terlalu emosi akibat cemburu, aku nangisin dia lagi untuk ke sekian kali. Udah berapa kali aku nangis gara-gara dia? Apa aku yang terlalu cengeng? Segala sesuatu aku tangisi, bahkan yang nggak penting buat ditangisi juga kutangisi. Des, kamu kayak anak kecil! Cengeng!
Tamat~~~

Kesel! Tau gimana rasanya semua pertanyaan dan pernyataan kamu ditanggapi hanya dengan kata “hah? heh? hah? heh?” Rasanya sama sekali nggak enak, nyebelin.

Malam ini rasanya pengen banget nangis. Suasana hati benar-benar nggak enak banget, dan akhirnya benar-benar nangis. Berawal dari kecemburuan setelah baca tulisan Haris di blognya tentang masa lalunya, rasa envy benar-benar terpupuk dan mengembang sangat cepat.

Sedang nggak ada mood buat melucu atau bercanda, malah dapat candaan dari Haris yang sebenarnya nggak penting tapi malah munculin rasa cemburu yg sama seperti waktu baca tulisan di blog.

Habis itu, lebih dari satu jam dicuekin di telpon dan ditinggal makan pula. Terus aku marah, ehh dianya cuma jawab “segitunya” padahal dia yang segitunya.

Ketika muncul sebuah pertanyaan siapa yang salah, aku yang ngaku kalau aku yang salah. Terus dia nggak mau bahas tapi terus dibahas. Aku jadi kayak orang bodoh, benar-benar bodoh.
Tamat~~~

PS-20140117-115015.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s