Selamat Ulang Tahun, Har

Ulang tahun merupakan hal yang spesial bagi sebagian orang. Sebagian lainnya mengabaikan atau terbaikan, termasuk aku. Apa daya punya pasangan tapi tidak bisa merayakan ulang tahun, apa bedanya dengan tidak punya pasangan?

23 Januari 2014.

Makin tua saja, words of the day. Tepat hari ini adalah hari kelahiranku. Rasanya baru saja kemarin bermain di halaman taman kanak-kanak, bermain ayunan, juga bermain perempuan. Yang terakhir tidak benar. Tidak terasa waktu berlari berlalu cepat meninggalkan kenangan-kenangan itu. Tepat hari ini, puluhan tahun yang lalu seorang perempuan cantik bernama Nurbayah melahirkan seorang bayi tampan yang diberi nama Saifudin Nor Haris Saputera. Nama Saifudin mungkin diadaptasi dari nama ayahnya, Saifullah.

Ulang tahun itu identik dengan kado maupun kue dengan lilin yang bisa ditiup. Aku pun sama dengan orang pada umumnya, mengharapkan itu semua ada, atau setidaknya ada yang mengucapkan dan mendoakan. Iya, memang aku memang sudah terbiasa tidak merayakan hari lahir tiap tahun. Terakhir waktu SMA, waktu itu hampir jadi ikan pepes di kolam sekolah, tapi malah jadi adonan kue ala chef amatir. Selain itu juga dapat hadiah oleh sang (mantan) pacar, juga seharian ditemenin walau cuma duduk nggak jelas di taman kota. Ketika itu cinta masih menggebu, belum mengenal betapa pahitnya cinta. Tiga tahun di dunia perkuliahan tidak pernah mendapatkan keganasan teman sekelas diwaktu ulang tahun. Karena ulang tahunku tepat pada libur semester, jadi selalu kabur tiap tahunnya. Bukannya senang, aku mulai merindukan hal seperti keganasan teman SMA yang bisa saja membunuhku pada saat ulang tahun.

Aku ingin sekali menghadiahkan diriku sendiri sesuatu yang sangat besar. Bukan sekedar gadget keren ataupun mobil mewah, tapi cukup ‘kesempatan’ yang nampaknya akan jadi kado paling indah. Sungguh bersyukur di hari ini masih bisa menghirup udara sejuk pagi, masih mampu menikmati hangatnya mentari pagi. Pada umur yang lumayan matang ini, banyak sekali harapan-harapan yang menumpuk, jangan sampai hanya jadi harapan kosong. Gagal menyelesaikan skripsi semester lalu menjadikan salah satu harapan utama tahun ini adalah lolos skripsi. Semoga bisa jadi pribadi yang dewasa seiring umur yang tidak lagi muda. Kemudian harapan lain adalah keluarga kecilku tetap harmonis, juga hubunganku bersama doi harus tetap harmonis dan semoga cepat harmonis dengan keluarga doi juga. Tahun ini keimananku semakian luntur, hanya menggebu pada Ramadhan saja. Aku berharap kali ini bisa jadi mukmin pada umumnya. Dan doa yang terlalu mainstream tidak perlu lagi memenuhi deretan harapan ini. Doa seperti semoga panjang umur, dimudahkan rezeki, dan bla bla bla. Tidak perlu menunggu ulang tahun untuk mendapatkan doa itu, cukup memberi sedekah kepada pengemis pun kita pasti mendapatkannya.

Hariku biasa saja tanpa kamu, kekecewaan menumpuk.

Hari ini telepon genggam sengaja dimatikan, supaya tidak ada yang pertama dan yang terakhir untuk ucapan. Aku benci tradisi itu. Profil facebook pun sengaja disembunyikan supaya semua orang lupa akan ulang tahunku. Bukannya menghindari semua ucapan yang tidak tulus itu, hanya saja ingin tau siapa saja yang benar-benar ingat. Bukan untuk sekedar cari muka dengan ikut-ikutan memberikan ucapan, tapi untuk mencari tau siapa saja yang peduli. Anyway, terima kasih banyak untuk mereka yang sudah ingat dan peduli. Tidak perlu aku sebutkan siapa saja mereka, karena akan menyebabkan kecemburuan sosial. Aku tegaskan, ulang tahunku bukan tanggal 22, 27, 33 ataupun tanggal cantik lainnya. Ulang tahunku tanggal 23!

Mereka yang tidak memberikan ucapan tidak mesti mereka jadi orang yang kubenci. Bahkan kedua orang yang membesarkanku tidak memberikan sepatah katapun tentang ulang tahunku. Iya, aku tau ini cukup aneh bagi kalian yang mempunyai keluarga yang harmonis. Pada dasarnya keluarga kami adalah keluarga sederhana , ritual atau perayaan ulang tahun itu tidak pernah ada. Sedihkah? Aku rasa tidak. Meski tidak pernah merayakan ulang tahun , aku masih menjalani kecerian selama hidupku. Aku tidak menuntut apapun, mereka sudah memberikan segalanya selama 22 tahun ini. Bahkan mereka masih berada disisiku seharian ini. Itu lebih dari sekedar ucapan.

Apalah arti voice notes, deretan sms, ataupun kado tanpa kehadiranmu disini.

Selamat ulang tahun, Har.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s